Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Mengganggu


__ADS_3

Suherman duduk di kursi sofa bersama satpam setiap hari bergantian jaga disampingnya, menyuruh makan disediakan di meja pasien.


Satpam makan dengan lahap, Fida makan Snack, Suherman meminum air mineral dalam botol.


Suherman menyampaikan, kalau besok pulang dari rumah sakit, diantar naik mobil sampai di kamar kost. Lalu dia menyuruh Fida masuk kerja dua minggu lagi saja, supaya dapat pulih total.


Fida menerima saran Suherman untuk istirahat di kamar kost. Tapi dia bingung soal gaji, karena sudah tiga Minggu tidak masuk kerja.


Suherman menyampaikan untuk tidak perlu pusing soal gaji selama tidak masuk kerja, dia memberikan gaji full bulan ini.


Jadi dia menyuruh istirahat di kamar kost dan meminum obat dan air mineral sesuai resep dokter selama pemulihan.


Mereka berdua saling tersenyum, Suherman menyalami dan memeluk Fida dengan wajah sedih. Lalu menyampaikan rasa bersalah kalau selama mendirikan perusahaan, pegawai tidak pernah mengalami insiden ini.


"Bapak tidak perlu memikirkan hal ini, semua orang mengalami ini, mungkin punya cara sendiri menutupi masalah mereka, karena pemilik perusahaan pasti cuek. Jadi bapak tenang saja." ucap Fida.


Suherman diam mendengar perkataan Fida, dan menghapus air mata di wajah dengan berdiri di hadapan Fida berbaring tersenyum.


Pagi ini, Fida mulai bangkit dengan kondisi kepala sedikit pusing dan lemas di tubuh. Satpam bergantian jaga Fida, mulai memasukkan pakaian kedalam tas, membereskan makanan dan minuman, serta sampah makanan di meja pasien.


Lalu satpam membimbing Fida berjalan pelan. Suherman datang menemui mereka dan membayar biaya administrasi rumah sakit. Lalu mereka pergi menuju mobil mengantar pulang ke kamar kost.


Rio dan Sakti melihat mereka diparkiran, mengikuti mereka sampai kamar kost Fida, mengendarai sepeda motor pada jarak tidak ketahuan.


Sampai di kost, Fida turun dari mobil untuk berjalan kaki pelan-pelan dibimbing satpam menuju kamar kost, membuka pintu kamar dan masuk kedalam.


Kebetulan semua penghuni kost selalu tidak dirumah kalau jam pagi. Jadi satpam tidak tahu kalau penghuni kost Disini cukup aneh.

__ADS_1


Mereka masuk kamar kost, Fida membaringkan tubuh di kasur secara perlahan. Satpam melihat sekeliling kamar, tidak ada makanan, tempat air minum atau dapur kost.


Suherman masuk kedalam kamar kost, melihat kondisi kost tidak ada tempat air minum dan makanan.


Satpam akan menjaga Fida secara bergantian selama pemulihan hari ini, Suherman inisiatif menyuruh satpam membelikan makanan, air galon dengan uang yang diberikan kepada setiap satpam yang menjaga Fida.


Suherman pun pergi meninggalkan mereka berdua kembali ke kantor. Dia akan besuk Fida selama pemulihan di kamar kost.


Rio dan Sakti berdiri di depan Suherman pergi naik mobil menuju kantor.


Rio dan Sakti masuk gang itu berjalan kaki meninggalkan motor di dekat gang, mereka melihat kamar kost Fida yang dijaga satpam.


Rio dan Sakti sudah mengetahui tempat kost Fida dan pergi meninggalkan kost untuk masuk kantor.


Fida dan satpam berbicara tentang kondisi perusahaan selama tidak bekerja. Satpam memberitahu kalau lantai dua dikelola sementara petugas kebersihan bagian halaman gedung dan menerima gaji dua kali lipat oleh bapak Suherman.


Satpam senang perkataan Fida, "Tapi saat kami bergantian jaga, kami telah mendapatkan gaji dua kali lipat dari gaji pokok kami." ucap satpam.


Fida sangat senang bisa berbicara hangat pada malam hari ditemani makanan, cemilan dan air minum kemasan galon dibeli satpam diluar.


Satpam heran saat penghuni kost melihat dengan wajah marah saat melakukan aktivitas keluar masuk kost dan menceritakan ini kepada Fida.


"Penghuni kost kalau ada orang baru, memang begitu melihat orang dengan wajah marah, jadi sampaikan kepada satpam lain kalau bergantian jaga ya, supaya mereka tidak terkejut." ucap Fida kepada satpam.


Saat satpam pergi meninggalkan Fida sendirian, berjalan kaki keluar gang menuju jalan raya. Rio dan Sakti masuk dari pagar yang terbuka. Mereka terkejut melihat penghuni kost duduk di depan pintu berwajah marah.


Tapi mereka tetap tenang berjalan mengintip kamar kost Fida dari jendela. Terlihat sedang rebahan. Mereka masuk kamar dengan pintu tidak terkunci.

__ADS_1


Fida terkejut melihat mereka sudah berdiri di depan kasur, berwajah marah, duduk di kursi. Dia menyampaikan betapa enak dilayani seperti raja. Fida diam mendengar perkataan Rio.


Mereka melihat Fida dengan wajah marah dan mengingatkan untuk tidak buka mulut. Rio ingin menampar wajah dia lagi dengan mengarahkan tangan kanan, tapi dihalangi oleh Sakti untuk bersabar.


Fida diam melihat kelakuan mereka, karena masih memulihkan kesehatan, fokus menyelesaikan masalah ini.


Rio dan Sakti keluar dari kamar kost meninggalkan sendirian, sampai depan pintu kost Fida, Rio melihat wajah anak kost penuh amarah. Sakti memberitahu agar tidak cari masalah dan menarik tangan untuk pergi.


Satpam pun pulang meletakkan makanan dalam plastik di meja untuk di makan bersama. Setelah makan, Fida meminum obat resep dokter, lalu mereka mengobrol.


Pagi hari, satpam lain datang masuk kamar kost jaga Fida untuk bergantian, dia melihat penghuni kost berwajah marah, sontak dia kaget dan masuk kedalam kamar kost.


Fida menyampaikan kepada satpam baru jaga hari ini, kalau wajah mereka memang seperti itu melihat orang baru, dan memberi saran untuk mengabaikan.


Mereka pun mulai bergantian jaga Fida selama pemulihan sakit. Setiap hari satpam yang sudah selesai jaga, langsung pulang istirahat libur satu hari.


Pagi ini Rio dan Sakti mengunjungi kost Fida, masuk ke dalam kamar, mengganggu sedang rebahan. "Enak sekali ya tiduran terus, kami bekerja." ucap Rio duduk di kursi.


Fida diam, Sakti mengganggu Fida menarik kedua kaki. "Hey, kok ditarik kaki saya?" ucap Fida kepada Sakti.


Rio pun berbaring di samping Fida sedang berbaring juga. Dia berbicara tentang kelebihan jadi orang sakit, bisa tiduran, dilayani seperti raja. Rio membalikkan tubuh ke samping agar saling berhadapan dengan pandangan marah.


Fida diam, kaget melihat ekspresi wajah Rio, tapi dia sabar melihat kelakuan mereka berdua mengganggu istirahat.


Sakti tertawa dan mengejek mereka tiduran bersama. Rio bangkit dan marah kepada Sakti.


Mereka pun pergi meninggalkan kamar kost Fida, sampai didepan pintu kamar kost, Rio tak senang anak kost disini melihat berwajah marah. Rio membalas tatapan marah juga.

__ADS_1


Anak kost disini berdiri, mendekati mereka perlahan. Rio mulai pergi ditarik Sakti untuk bekerja. Tapi Rio tetap berdiri melihat kelakuan mereka. Penghuni kost mulai mengelilingi mereka berdiri, melihat mereka dengan wajah marah kepada Sakti dan Rio. Sakti menarik tangan Rio untuk pergi dari sini dengan berjalan santai.


__ADS_2