Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Penyekapan


__ADS_3

"Minggir kamu dari pintu ini, saya mau pulang, atau saya pukul kamu!"


Rio tetap diam berdiri di hadapan Fida dengan wajah marah dan menyuruhnya untuk mundur.


Sakti langsung memegang tubuh Fida dengan memitingkan kedua tangan menghadap kebelakang. Rio memegang wajahnya dengan satu tangan kanan dengan wajah marah dan memaksa dia untuk menjawab pertanyaan mereka.


Fida meludahi wajahnya dan melototi Rio "Cuih, saya tidak tahu apapun maksud kamu, lepaskan saya!"


Rio mengelap wajah yang diludahi Fida, lalu melepaskan kacamata dia dari wajahnya dan melempar kacamata itu ke lantai sebelah kiri Rio. Kemudian memukul perutnya dengan keras.


"Duug."


Fida tersentak kesakitan akibat dipukul Rio, kepala menunduk kebawah dan tubuhnya lemas ingin jatuh. Tapi Sakti tetap memegang dia dalam keadaan berdiri.


Rio memegang wajah dia lagi dengan tangan kanan, dan meminta Fida untuk menjawab. "Ayoo jawab!" ucap Rio dengan marah.


Fida terdiam kesakitan kesulitan bernapas, karena merasa kesakitan dibagian perut. Rio memukulnya lagi dengan memaksa untuk menjawab.


Duug. Duug. Duug.


Rio memukul Fida tiga kali dibagian perut dan memaksa dia untuk menjawab pertanyaan mereka, alasan direktur mengeluarkan surat pemotongan gaji.


Wajah Fida mulai lemas dan kesakitan dipukul oleh Rio dengan keras sampai tubuhnya lemas dan wajahnya pucat dan kesulitan untuk bernapas.


Fida tetap diam dan tidak menjawab apapun kepada mereka. Tapi Sakti mengeratkan pegangan tangan Fida sambil menggoyangkan tubuh Fida agar bisa menjawab pertanyaan mereka. "Ayoo jawab!" ucap Sakti.


Namun Fida tetap diam dan tidak menjawab apapun pertanyaan mereka. Kepalanya menuduk, wajahnya pucat, matanya tertutup dan napas dia mulai agak normal.


Akhirnya Rio dan Sakti meletakkan tubuhnya untuk duduk di lantai, lalu mengikat tangan, kaki dan tubuhnya dengan tali tambang yang diambil Rio di dalam kardus.


Mereka mengikat tubuh dia dengan mulut di lakban. Kemudian mereka meninggalkan dia sendirian dan keluar dari pintu gudang dan mengunci pintu dengan gembok dan pergi meninggalkan gudang.


Fida terduduk diam dengan wajah pucat, perut nyeri kesakitan, napas terengah-engah dengan kepala menunduk kebawah dan mata tertutup, tubuh berkeringat dan tertidur di dalam gudang.

__ADS_1


Sementara, pintu gerbang kantor sudah digembok dan petugas keamanan mulai menjaga malam disekitar area halaman gedung sampai pagi.


Malamnya, Fida pun terbangun dan tidak melihat apapun gelap gulita tanpa cahaya karena gudang telah dimatikan oleh Sakti.


Fida mulai menggerakkan tubuh, tangan dan kaki untuk melepas ikatan tali di tubuhnya. Sambil menggerakkan telapak tangan Fida mulai meraba tali untuk melepas ikatan di dekat telapak tangannya.


"Tidak bisa, ini harus pakai pisau atau benda tajam." ucap Fid. Lalu dia terus menggerakkan tangan dengan keras kesana kemari agar ikatan tali dapat longgar dari kedua tangannya.


Namun tidak longgar juga, kemudian Fida meminta berteriak meminta tolong dengan suara cukup keras.


Tolong! Tolong! Keluarkan saya dari sini..


Fida berteriak tapi tidak ada yang mendengar suaranya dari dalam gudang. Dia berpikir tidak akan ada yang dengar karena sudah malam.


Sementara itu, seorang petugas keamanan mulai berjalan menyisir lokasi halaman depan hingga belakang gedung untuk mengecek lokasi kondisi disana. "Lapor, disini aman." Petugas keamanan berbicara memakai walkie suara dengan petugas lain.


Fida mendengar suara petugas keamana sedang berbicara diluar. Lalu dia menjatuhkan barang dengan menendang pakai kedua kaki untuk menjatuhkan tumpukan kardus yang tersusun tinggi.


Duaaag..


Petugas keamanan mulai menyisir lokasi ke tempat lain menjauhi gudang untuk memeriksa aula gedung dan kembali ke pos jaga di depan gerbang kantor.


Fida kembali berteriak untuk meminta tolong dengan suara keras selama 3 kali. Tapi tidak ada yang mendengar teriakan dia dari dalam gudang.


Lalu Fida terdiam dengan perut lapar dan haus didalam gudang dan didalam gudang dia terasa panas dan pengap karena tidak memiliki ventilasi udara di dalamnya.


Tapi Fida masih bertahan dengan tubuhnya yang berkeringat dan napasnya yang sulit karena pengap.


Sekitar jam 3 pagi, petugas keamanan mulai bergerak keliling ke area halaman belakang dekat gudang dan melakukan pemeriksaan dengan senter ke arah objek gelap.


Kemudian Fida mendengar suara petugas keamanan dari luar sedang berkomunikasi melalui walkie suara.


Lalu Fida berteriak minta tolong dengan suara tidak begitu keras kepada petugas keamanan diluar sedang berdiri dekat gudang. Tapi petugas keamanan tidak mendengar suara dia dari dalam.

__ADS_1


Lalu Fida mengarahkan kedua kaki yang terikat tali tambang menendang kardus yang disusun bertingkat agar jatuh kelantai.


Duuuaggg...


Petugas keamanan pun curiga dengan kondisi gudang yang terus bersuara keras didalamnya. Kemudian dia menghubungi petugas lain melalui saluran walkie suara untuk menyuruh kemari.


Tak lama kemudian dua petugas keamanan lainnya datang ke lokasi dekat gudang untuk memeriksa di dalam gudang itu.


Mereka berbincang panjang soal di dalam gudang itu ada isu hantu pocong muncul karena sering ada suara aneh ada isu lain kalau gudang itu Jika masuk kedalam terasa panas karena ada aura makhluk didalam.


Akhirnya setelah perbincangan panjang mereka akhirnya sepakat memeriksa gudang itu dengan cara mengambil kunci gudang dengan berlari ke arah ruang penyimpanan kunci seluruh gedung.


Seorang petugas datang bawa kunci gudang dan memasukkan kunci ke gembok gudang. Kuncinya tidak cocok dan mencoba kunci lain, tidak cocok juga setelah sampai ,10 kunci yang mereka pegang tidak cocok juga berarti gembok ini bukan milik kantor.


Lalu Fida mengambil kapak untuk mematahkan gembok yang mengunci pintu gudang.


Tak. Tak.. Tak..


Teng..


Akhirnya gembok itu patah dan petugas keamanan mengambil patahan besi gembok itu untuk dimasukkan kedalam plastik hitam untuk dibuang ke tempat sampah.


Ada suara orang dipagar kantor mulai memanjat masuk kedalam, tapi tiga petugas keamanan berlari ke depan halaman gerbang kantor untuk berteriak.


Hey. Hey. Hey..


Mereka mulai menodong dengan pentungan ke arah pria yang sudah memanjat pagar kantor sampai diatas.


Mereka turun dan pergi berlari naik sepeda motor berdua bersama teman yang berniat mengambil tas milik tiga orang petugas keamanan yang diletakkan di dalam pos satpam.


Mereka akhirnya kembali lagi kedalam gudang, sementara seorang petugas berjaga di pos satpam takut mereka datang lagi untuk manjat pagar.


Kemudian mereka membuka kunci gudang memakai kunci yang di pegang seorang satpam.

__ADS_1


Jreg..


Pintu gudang terbuka, dua petugas melihat pakai senter kearah objek gelap. Lalu seorang petugas menyalakan lampu gudang. Mereka kaget melihat si Fida pingsan dalam kondisi tubuh terikat.


__ADS_2