
Fida pagi ini masuk kerja dengan wajah semangat. Saat pergi bekerja, dua orang anak kost muda mulai mengikutinya berjalan kaki dengan wajah marah dari belakang menuju keluar gang kostnya.
Fida terlihat kaget, melihat dua anak kost muda, namun tetap bersikap biasa saja, sampai di depan gang. Saat dia pergi, dua anak kost berdiri dengan wajah marah melihat dia. Namun Fida tetap tenang dan cuek.
Sampai di kantor, Fida menuju ruangan dapur untuk meletakkan tas miliknya dan mengambil perlengkapan kebersihan di gudang dapurnya, masuk kamar mandi pria untuk mengisi air di ember dan meletakkan deterjen pembersih lantai untuk di pel di koridor kantor lantai dua.
Saat sedang mengepel lantai pukul 08:00 pagi, Handoko lewat di depan Fida dan membuang air liur dari mulutnya ke ember pel Fida.
Fida memarahi dan menarik kerah baju Handoko, menyuruh mengganti paksa ember pel dengan air deterjen yang baru dan mengikuti dia sampai kamar mandi dan membawa ember berisi campuran air deterjen baru.
Handoko terdiam melihat reaksi dia dengan keras, dan mengikuti perintahnya tanpa berbicara sedikitpun.
Lalu Fida menyuruhnya pergi, dari koridor lantai dua dan kembali bekerja seperti biasa sambil menggeleng kepala saat mengepel lantai.
Handoko turun dengan wajah kesal, dan memikirkan cara untuk memberi pelajaran kepada Fida sambil memukul dinding gedung.
Selesai membersihkan lantai koridor, Fida melihat ada kamera pengawas kecil tepat di ujung koridor, di depan dapur. Dia pergi ke ruang pengawas kamera kantor dan segera masuk ke dalam.
Lalu Fida menyuruh petugas membuka file video kemarin sekitar jam 2 siang di depan dapurnya dan melihat kondisi ruangan dapur yang mengacak hingga kotor. Ternyata Handoko yang mengacak dapur dia hingga kotor semua sampai kebetulan Suherman datang memarahinya.
Lalu Fida menyuruh petugas rekam video menelpon Bapak Suherman untuk segera ke ruangan. Dia melihat menunjukkan bukti video kepada direktur, ternyata direktur sadar kalau Handoko yang mengotori dapurnya.
Direktur segera memanggil Handoko melalui telepon kantor. Lalu dia masuk ke ruangan dan menyuruh melihat video dia di layar monitor. Dia kaget dan terdiam melihat aksinya. Direktur langsung memarahi Handoko di ruangan kamera pengawas kantor, tapi Fida menyuruh direktur untuk bersabar dan tidak perlu memarahi dia karena bisa mengancam kesehatannya.
__ADS_1
Direktur lalu menyuruh Handoko dan Fida ke ruangannya untuk memarahi lagi habis-habisan di depan Fida. Tapi dia menyuruh untuk bersabar sambil mengelus pundaknya dan menyuruhnya mengeluarkan surat peringatan pertama kepada dia.
Handoko terdiam tidak bisa berkata kepada direktur dan Fida melihat dengan wajah biasa tapi direktur sudah marah pada dia.
Bahkan Fida juga menceritakan pada direkur pagi ini kalau dia buat ulah lagi dan menceritakan kalau kemarin tidak bolos bekerja. Direktur menahan amarah lalu menulis surat pemotongan gaji 50 persen bulan ini untuk dia. Handoko menerima surat itu dengan wajah sedih.
Kemudian Handoko kembali bekerja di halaman gedung, menyapu perlahan dengan wajah sedih. Fida melihat Handoko dari kejauhan dan pergi kembali bekerja.
Saat Fida kembali bekerja, Rio dan Sakti berdiri di depan meja dapurnya dan melarang masuk. Dia heran dan terdiam sesaat, lalu pergi tapi mereka berdua tetap berdiri disitu dengan wajah heran.
Sampai di ruang pemantau kantor, dia menyuruh petugas untuk membuka file video hari ini dan melihat mereka berdua terekam menghalangi Fida bekerja.
Fida memanggil direkrur lagi ke dalam ruang pemantau kantor dan direkrur melihat bukti kalau mereka berdua menghalangi dia untuk bekerja.
Fida melihat kamera itu sangat kecil tapi ditutup dengan warna putih jadi mereka bingung melihat lokasi kamera itu bahkan dicari pun tidak akan ketemu. Beruntung Fida menebak kamera pemantau itu dan melaporkan seluruh aktivitas mereka.
Direktur memanggil Sakti dan Rio masuk ke ruangan. Disana Fida melihat mereka berdiri dihadapan Suherman. Mereka bingung, lalu direktur memberikan surat pemotongan gaji bulan ini sebesar 50 persen kepada mereka dan menyampaikan kalau dia sudah tahu kelakuan mereka berdua. Tapi mereka bingung dan tidak menyadari kesalahan mereka dan mereka pergi meninggalkan ruangan.
Fida melihat mereka berdua dalam kondisi bingung dan kaget melihat direktur memberikan surat pemotongan gaji secara mendadak tanpa sebab di depan ruang direkrur.
Fida keluar ruangan dan melihat mereka berdua dengan wajah biasa dan pergi meninggalkan mereka berdua menuju ruangan dapur kerja.
Fida melanjutkan pekerjaan kembali seperti biasa. Saat istirahat kantor dia berdiri ke jendela kantor melihat suasana luar penuh dengan kendaraan dan orang-orang yang sedang berbelanja berdiri sendirian dilantai dua.
__ADS_1
Suherman kebetulan lewat koridor dan melihat Fida berdiri sendirian melihat keluar jendela. Suherman sebentar melihat dan masuk ruangan pegawai.
Rio dan Sakti sedang merencanakan sesuatu untuk mengerjain Fida penyebab mereka diberikan surat pemotongan gaji dengan membawa dia ke dalam gudang kantor.
Sementara, sore telah tiba, Fida mengambil tas kerja untuk pulang ke kamar kost berjalan kaki turun kebawah menuju halaman gedung.
Tapi Rio mendatangi Fida dan mengantarkan ke ruang gudang untuk menjumpai Suherman dengan kata berbohong.
Sampai di ruang gudang Fida disuruh mencari barang yang hilang disuruh Suherman tadi dan Fida mencari dan menggeser kardus perlahan dan mencari cincin yang jatuh di dekat kardus ini.
Tak lama kemudian Rio dan menutup pintu gudang, Sakti menyalakan lampu gudang. Fida kaget dan melihat ada dia juga di dalam.
Dia berdiri di depan mereka, dan kelihatan bingung wajahnya dengan kelakuan mereka. Tapi Rio dan Sakti dengan wajah marah tetap berdiri dan menanyakan padanya soal surat pemotongan gaji mendadak.
Fida heran dengan pertanyaan mereka dan tetap menjawab tidak tahu. Rio tetap menjaga pintu gudang dan mengambil kunci, disimpan di kantung baju.
Sakti berjalan mendekati Fida dan memegang kerah baju sambil mengoceh untuk memaksa menjawab.
Tapi Fida tetap diam dan berwajah bingung kepada Sakti dan tidak melakukan perlawanan apapun. Dia berusaha melepas kerah baju dipegang Sakti dan berhasil mendorong hingga jatuh terduduk.
Rio pun menyuruh Fida menjawab dan alasan mereka dapat surat pemotongan gaji mendadak oleh direktur. Tapi dia tetap bingung dan berdiri diam kepada mereka.
Lalu Fida berjalan dan memaksa Rio minggir dari pintu gudang untuk keluar. Dia tetap tidak menghindar dan tetap berdiri di depan pintu keluar gudang.
__ADS_1