Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Tidak Mungkin


__ADS_3

Suherman akan menunggu seminggu ke depan terkait perkembangan pertumbuhan investasi dengan mengatakan ke Jerry dan menutup laptop.


Suherman menyuruh Fida, Rio dan Sakti menuju ke ruangan dengan menelpon melalui kantor. Mereka pun masuk ke dalam ruangan duduk menghadap direktur dengan wajah bingung.


"Begini, sejak tadi pagi di umumkan kasus menimpa kalian bertiga, maka bapak memutuskan untuk meliburkan kalian bertiga selama dua Minggu. Karena suasana perusahaan belum stabil." ucap Suherman memberikan surat cuti kerja.


Mereka bertiga menerima keputusan Suherman dan menerima surat cuti dengan wajah sedih, mereka pun pergi meninggalkan ruangan dan menjabat tangan kepada Suherman untuk meminta maaf telah mengecewakan dia, begitu juga Rio dan Sakti ikut juga.


Lalu Fida, Rio dan Sakti keluar meninggalkan direktur dan penasihat yang berdiri melihat dari meja kantornya. Mereka mengambil tas ransel di ruangan masing-masing dan pergi meninggalkan kantor yang sudah siang berjalan kaki menuju gerbang dan ditanya oleh seorang satpam.


"Kok pulang Fida, kan masih siang belum sore." ucap Alex.


"Saya mau pulang karena disuruh cuti dua Minggu untuk meredakan suasana perusahaan sedang tidak baik." ucap Fida kepada Alex.


Alex mendengar itu juga sedih, karena tidak ada Fida yang sering melihatnya dan membuka gerbang kantor, dia meninggalkan kantor berjalan kaki menuju pulang naik ojek online.


Rio dan Sakti juga pergi meninggalkan kantor naik mobil dan motor yang ada di parkiran kantor, pulang lewat gerbang, tapi Alex tidak menegur mereka berdua dan hanya melihat saja.


Sampai di kamar kost Fida masuk ke dalam, meletakkan tas dan berbaring badan di kasur keadaan telungkup. Fida berpikir masalah ini selalu terjadi.


Tak lama kemudian Rio dan Sakti datang menemui Fida masuk kedalam kamar dan berdiskusi tentang masalah ini. Fida melihat dengan wajah marah, karena masalah ini, dia juga terlibat dan mengancam karir dan reputasi kerja, terlebih masalah ini telah menyebar ke seluruh kota.


Namun Fida tetap bersabar atas hal ini agar keadaan bisa kembali seperti semula dan dia menyuruh Rio dan Sakti untuk pulang dari kamar kost dan berdoa saja.


Rio dan Sakti berwajah sedih tengah duduk melihat Fida bangkit dan berdiri menuju keluar kost untuk pulangndan Fida menutup pintu kamar kost mengganti baju dan mandi siang.


Fida yang lagi cuti kerja, walaupun digaji oleh Suherman kelihatan cemas dengan perusahaan. Tampak bingung sedang duduk di depan pintu kamar kost dilihat oleh anak kost lain dengan wajah melotot, tapi dia tetap tidak terganggu melihat ekspresi mereka.

__ADS_1


Suherman masih melihat kondisi perusahaan sedang menurun. Jerry memberikan laporan kepada dia dan melihat kondisi perusahaan masih sama.


"Wah, masih sama ya, perkiraan kapan akan berakhir ini." ucap Suherman.


"Kita harus menunggu Pak, nanti juga perusahaan akan kembali sehat lagi." ucap Jerry.


Suherman menghela napas, meninggalkan ruang kerja menuju pulang kerumah naik mobil dengan meminta tolong pada Jerry untuk mengurus ini.


Sudah seminggu Fida cuti, ingin sekali kembali ke kantor untuk bekerja, merasa jenuh dan bosan, dia merasa panik terhadap hal ini. Karena ingin tahu kondisi perusahaan. Bahkan Suherman tidak menghubunginya untuk memberi kabar. Sambil duduk di depan pintu kost melihat suasana kost begitu sunyi karena masih pagi.


Dia menelpon Bapak Suherman, kebetulan tersahut melalui telepon seluler. Dia mengangkat telepon dan Fida bertanya kabar dengan wajah canggung. Suherman menyampaikan kalau hari ini kondisi perusahaan sudah mulai membaik.


Fida merasa lega namun dia menyampaikan lagi kalau Minggu depan sudah bisa masuk kerja. Fida merasa lega mendengar kabar itu dan menutup telepon.


Saat Fida sedang duduk di depan pintu kost, datang Fajar menemui Fida saat sedang pulang kuliah siang yang kebetulan dia off kerja hari ini.


Fajar meletakkan tas di kamar kost dan kembali keluar duduk disamping Fida di depan pintu kost Fida. Dia bercerita kalau perusahaan sedang dilanda masalah akibat ulah rekan kerja kepadanya, diceritakan kepada Fajar.


Tak lama kemudian seorang penghuni kost baru pulang berjalan kaki melewati mereka berdua dengan wajah marah. Mereka berdua tampak melihat anak kost itu.


Fida heran dan bertanya kepada Fajar mengenai penghuni kost itu, namun fajar menjawab kalau penghuni kost disini memang seperti itu.


Lalu Fida mengetuk pintu anak kost tadi masuk kamar dengan nada memanggil untuk keluar. Anak kost membuka pintu dan keluar dengan wajah marah.


Fida melihat dia dengan wajah marah juga, dan mulai dengan berkenalan. Anak kost tetap melihatnya dengan wajah marah. Lalu menyuruh dia duduk dekat Fajar dengan ekspresi wajah tidak senang.


"Siapa namamu."

__ADS_1


Dia diam dan melihat Fajar dan Fida dengan wajah marah sedang duduk bertiga dengan anak kost ditengah. Namun dia tetap berbicara dengan padanya.


"Hey, kamu punya mulut, atau saya tampar kamu!" ucap Fida nada kasar.


Anak kost itu tak jawab dan menarik baju Fida dengan wajah marah. Fajar mulai menarik anak kost itu agar terpisah.


Lalu anak kost itu pergi masuk kamar dengan membanting pintu, membuat Fajar dan Fida terkejut.


Fida heran dengan anak kost disini, dengan cerita pada Fajar karena sikap kurang ramah pada sesama penghuni kost. Namun Fajar tetap menyuruh untuk sabar, dia bercerita kalau dirinya mula-mula seperti itu. Namun setelah setahun disini mereka tidak akan begitu lagi kepada dirinya.


Tak lama anak kost lain pulang melewati mereka berdua sedang duduk dengan wajah marah juga. Fida berdiri dan bertanya kepada dia.


"Bro, bisa duduk sebentar."


Anak kost pria bertubuh tinggi duduk di lantai dan Fida mulai bertanya tentang nama, dia menjawab dengan wajah marah, kalau namanya Sapri.


Fida menjabat tangan Sapri dengan wajah senyum dan berjabat tangan lama di depan pintu kamar kost. Lalu dia pergi masuk kamar dengan wajah marah padanya.


Anak kost lain juga baru pulang, Fida menyapa dengan senyum dan menghalangi jalan dengan menyuruh duduk.


"Siapa nama kamu?"


Dia menjawab dengan wajah marah kepadanya kalau namanya Hans. Fida menjabat tangan dengan wajah tersenyum, Hans berdiri masuk kamar dengan wajah marah.


Fida heran dengan anak kost disini, kalau mereka ini suka memandang orang dengan wajah marah sambil bercerita kepada Fajar. Namun tetap menanggapi positif saja, supaya tidak ambil pusing. Mereka pun masuk kamar masing-masing untuk istirahat.


Malamnya Fida keluar kamar mencari makan malam diluar berjalan kaki. Sampai depan gang kost, ada Hans berdiri dengan lipat tangan menunggunya.

__ADS_1


Hans langsung marah kepada Fida karena telah menegur dengan tidak baik. Fida juga marah kepada Hans, karena hanya melihat dengan wajah marah yang termasuk tidak baik.


Fida menyuruh untuk berpikir lagi terhadap ucapannya, dengan melepas tangan Hans dari Baju ditariknya dan berjalan pergi meninggalkan Hans.


__ADS_2