
Pagi ini direktur telah kedatangan tamu bernama Handoko, dia adalah pegawai baru diterima bekerja disini sebagai petugas kebersihan halaman gedung hari ini.
Dengan seleksi ketat dari Rio, Handoko lulus seluruh seleksi. Dia berdiri menghadap direktur memberikan harapan agar bekerja dengan baik.
Handoko, tersenyum dan hormat kepada direktur dengan perjanjian memberikan pelayanan penuh dalam melakukan kebersihan perusahaan setiap hari.
Pagi ini Handoko mulai menyapu halaman gedung dengan sapu dan sekop, Fida melihat ada pegawai baru dihalaman gedung dengan menyapa senyum padanya.
Handoko tidak memberikan balas senyum dan ramah kepada Fida, namun memberikan ekspresi wajah marah dan mata tidak senang kepadanya.
Fida terkejut dan pergi meninggalkan Handoko kembali bekerja, menyiapkan teh dan cemilan untuk dibawa ke dalam ruang pegawai sesuai pesanan.
Handoko, mengintip Fida dengan wajah marah dari jauh dapurnya. Namun Fida melihat Handoko berlagak aneh kepada dia dan tetap bersikap biasa menyiapkan teh dan cemilan.
Handoko menghampiri dapur dan melihat teh dan cemilan sedang disiapkan. Tapi dia meminum teh itu hingga habis. Fida terkejut dan melihat dengan ekspresi marah tanpa berkata. Handoko pun, pergi meninggalkan dapurnya menuju keluar tanpa rasa bersalah.
Saat Fida sedang duduk santai, Handoko dan Suherman datang menemuinya di dapur. Direktur memarahi karena sedang bolos bekerja. Dia terkejut melihat Suherman tiba-tiba memarahi tanpa sebab. Sementara Handoko tertawa kecil dibelakang Suherman.
Fida meminta maaf kepada Suherman dan melanjutkan kembali bekerja. Sementara Handoko masih tertawa kecil mengintip dia dari pintu toilet.
Fida tetap bekerja dengan perasaan bingung melihat kondisi Suherman tiba-tiba marah, tapi melupakan semua itu dan anggap saja angin lalu.
Setelah Fida kembali dari toilet, Fida melihat kondisi dapur tiba-tiba berantakan dengan perasaan sangat kaget dan berdiri beberapa detik. Lalu Suherman datang melihat dapur dan memarahinya lagi untuk kedua kali karena mengotori dapur saat bekerja.
Fida kaget dengan kedatangan Suherman, lalu Fida meminta maaf lagi untuk kedua kali. Namun Suherman tetap marah dan menyuruh membersihkan dapur ini sampai bersih.
Sementara Handoko tetap tertawa kecil dari jauh melihat Fida dimarahi lagi kedua kalinya.
__ADS_1
Fida heran, secara tiba-tiba ada kejadian aneh menimpa dirinya diruang bekerja, namun Fida tidak peduli dengan hal itu dan tetap melanjutkan pekerjaan dengan baik.
Sore hari, Fida bersiap pulang bekerja turun kebawah menggunakan tangga. Digerbang, Handoko bercerita kepada satpam dan menertawakan dia saat sedang berjalan kaki menuju pulang.
Fida terdiam dan heran melihat mereka berdua tiba-tiba wajah mereka saat melihat menjadi aneh seperti seorang penjahat yang direndahkan dalam pikirannya.
Lalu Bapak Suherman pun tiba-tiba keluar naik mobil dengan wajah cuek dan tidak peduli kepada Fida yang biasanya terlihat ramah namun menjadi beda.
Fida heran dengan suasana kantor tiba-tiba berubah menjadi aneh dengan banyak kejadian yang menimpa dirinya. Tapi Fida tetap cuek dan tetap bersikap biasa dengan bekerja besok seperti biasa.
Sampai di kamar kost, Fida dilihat penghuni kost seperti biasa bahkan seorang anak muda kost berdiri mendekat dan melihat dia dari atas sampai kebawah dengan wajah merendahkan.
Fida terdiam dan bingung melihat sifat seorang anak kost sini. Namun Fida tetap cuek dan masuk kamar, langsung mandi dan makan seperti biasa.
Saat Fida sedang rebahan di kamar, datang seorang Fajar masuk menemuinya. "Kalau anak muda kost sini memang begitu Mas saat melihat anak baru masuk. Nanti juga lama-lama tidak begitu lagi paling selama sebulan sampai dua bulan, Mas."
Malam hari, Fida dan Fajar pergi keluar berjalan kaki makan bersama di warung pinggir jalan. Mereka memesan makanan dan minuman sambil bercerita dan melihat suasana malam agar rasa bosan dan suntuk hilang.
Fida dan Fajar tertawa lepas karena Fida masalah kantor dan penghuni kost selalu dihadapi setiap hari. Curhatan antara mereka terus mengalir sebagai ungkapan bahwa kehidupan ini memang keras untuk bisa meraih kesuksesan.
Sambil makan malam, mereka ditemani lagu di nyanyikan oleh pengamen dengan suara merdu. Fida pun bernyanyi lepas mengikuti irama pengamen sambil menggoyangkan tangan meramaikan suasana warung makan agar lebih hidup.
Fajar pun tertawa lepas melihat Fida begitu mendengarkan hiburan bersama dia sambil menikmati sepiring makanan dan cemilan dilahap secara sedikit demi sedikit.
Fida dan Fajar pun pergi meninggalkan warung makan dan berjalan pelan pulang ke kamar kost sambil bercerita gembira karena baru pertama kali dia menikmati suasana malam yang gembira dan bisa melupakan sejenak dari hati dan pikiran yanh mengganjal olehnya.
Fajar dan Fida saling berpamitan masuk kamar kost masing-masing meskipun anak kost yang duduk melihat dengan wajah marah.
__ADS_1
Fida kemudian rebahan di kasur tidurnya sambil memikirkan pekerjaan besok untuk dimulai. Namun dalam hati dia masih bingung dan takut atas kejadian menimpa dirinya hari ini seperti ada yang membuat sengaja kejadian itu.
Namun Fida dalam pikiran tetap berhati-hati dan akan mengambil tindakan keras dengan mencari tahu bukti tentang kejadian hari ini.
Tapi Fida tetap akan melanjutkan aktivitas seperti biasa besok untuk melakukan pekerjaan kebersihan dengan baik.
Namun waktu masih menunjukkan pukul 09:00 malam, Fida berinisiatif untuk duduk di depan pintu kamar kost bersama dengan anak muda kost disini.
Fida keluar dan duduk tepat menghadap mereka dengan wajah ramah dan senyum. Beberapa anak kost melihatnya dengan wajah marah dan masam. Dia tetap menahan amarah Fida dan tetap bersikap ramah dan senyum.
Fida mengucapkan panggilan kepada mereka satu kata, sambil tersenyum. Namun mereka tidak menjawab dan berdiri mendekat dan duduk tepat di samping kiri, kanan dan di depan dia.
Namun Fida tetap tenang dan sabar melihat mereka berlagak aneh dan tetap melihat dengan wajah dan tatapan penuh amarah.
Fida terdiam dan terus melakukan panggilan pada mereka dengan perlahan. Reaksi tiga anak kost menjadi tidak baik dan terus mendekatkan diri kepada mereka.
Saat ibu kost keluar melihat anak kost disini, mereka berdiri sejenak dan melihat Fida dikerumuni tiga orang. Mereka bangkit dan masuk ke kamar masing-masing.
Ibu kost menghampiri Fida sedang duduk, dan memulai percakapan singkat soal kelakuan anak kost disini yang suka melihat penghuni baru dengan wajah berlagak tidak baik.
Fida menanggapi dengan santun dan wajah ramah, karena telah menolongnya. Akhirnya dia kembali ke kamar kost untuk melanjutkan rebahan.
Dia kaget melihat kondisi anak kost yang memang tidak bisa di ajak bicara sama sekali.
Namun dia tidak ambil pusing memikirkan hal itu dan tetap rebahan dengan santai agar bisa kembali bekerja besok pagi.
Bersambung
__ADS_1