
PAGI HARI
Suasana pagi hari di rumah kediaman keluarga Rido amat sibuk. Sejak semalam, Nita tidur dengan nyenyak akibat kelelahan sehingga tidak sadar Rido telah pergi meninggalkan kamarnya. Apalagi Nita teringat jika Rido menolaknya mentah-mentah, padahal Nita sangat ingin menyentuhnya.
Rido sendiri masih saja tidur karena tidak ada yang membangunkan. Zumi maupun Nita tidak tau bahwa Rido tidur di kamar tamu.
Begitu Nita terbangun, Nita merasa sedikit terlambat sebab jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Padahal pagi ini adalah hari pertama dia berada di rumah mertuanya.
Ya...
Akhirnya Nita menikah dengan lelaki yang di cintainya yaitu mantan kekasihnya dulu. Siapa lagi kalau bukan Rido.
Tapi sungguh, meskipun sudah bertahun-tahun lamanya, Nita merasa cintanya itu tidak pernah berubah sama sekali. Apalagi setelah sekian lama dirinya pergi ke luar negeri tanpa bisa melihat Rido dari dekat, begitu mendapatkan tawaran untuk menikah dengan Rido, tentu saja Nita langsung mau.
Memang Nita dan Ny Helena tidak sengaja bertemu di kantor Mr. James.
Kebetulan saja waktu itu Nita main ke kantor papanya dan mendapati Mr. James dan Ny Helena sedang berbincang-bincang di ruang kerja Mr. James. Nita pun masuk dan itu kali pertamanya Nita bertemu dengan Ny Helena.
Meskipun Nita dan Rido dulu adalah pasangan kekasih yang populer di kampusnya, tapi sekalipun Nita tidak pernah bertemu dengan keluarga Rido, begitu juga sebaliknya. Sungguh aneh memang.
Saking seringnya Ny Helena datang ke kantor guna urusan bisnis, Nita sampai bisa akrab dan Ny Helena pun menceritakan masalah anaknya yang tidak kunjung punya anak.
Setelah sekian cerita, akhirnya Nita tau kalau anak Ny Helena adalah Rido, pacarnya dulu. Tentu saja Nita makin tertarik dekat dengan Ny Helena. Bahkan Nita sampai bermimpi bisa kembali dengan Rido.
Akhirnya Nita memberikan lampu hijau. Nita menawarkan dirinya untuk menikah dengan Rido, hal itu tentu saja di dukung oleh Mr. James karena Mr. James tau kalau putrinya itu tidak tertarik dengan lelaki manapun. Mr. James awalnya mengira anaknya itu kelainan dan tidak tertarik dengan lawan jenis tapi ternyata karena Nita menjaga hatinya untuk seseorang yang ternyata adalah Rido.
Nita menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lantas dia pun cuci muka dan merapikan rambutnya tadi.
Begitu dirinya tidak menemukan Rido di kamar, Nita pikir Rido sudah bangun duluan dan kemungkinan sudah bersiap bersama istrinya.
Sedangkan Zumi merasa tidak enak hati untuk menganggu Nita dan suaminya yang hari kemarin menjadi pengantin baru. Biasanya Zumi selalu membangunkan Rido pagi-pagi sekali, tapi kali ini Zumi hanya bangun sendirian.
Zumi sudah bisa menebak dan memaklumi bahwa pengantin baru wajar jika bangun agak kesiangan. Zumi jadi berfikir macam-macam, tapi Zumi merasa tidak boleh egois. Rido kan tidur dengan wanita yang halal untuk dicampuri, bukan wanita nakal.
Akhirnya Zumi maupun Nita tidak menemui Rido karena sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Ya Tuhan, ini pertama kalinya aku tidak bisa tidur bersama suamiku. Aku mohon berikan hati yang besar untuk menerima semua ini," doa Zumi di dalam kamarnya.
__ADS_1
Zumi sudah membantu menyiapkan sarapan di dapur, Zumi bolak-balik lewat depan kamar tamu tapi dia tidak kepikiran untuk masuk kamar tamu. Untuk apa?
Sesekali Nita melirik ke arah tangga, tangga yang menuju ke kamar Nita.
Zumi hanya bisa tersenyum tipis, lebih tepatnya memaksa diri untuk tersenyum.
"Aku mandi dulu saja, semuanya udah beres." Nita membuka almari kamarnya, matanya pun berhenti pada tumpukan dan gantungan pakaian Rido.
"Mas Rido kok gak ngambil pakaiannya di sini ya, apa di kamarnya sana ada pakaiannya? Akh tapi mungkin hari ini mas Rido masih belum masuk kerja, dia pasti masih capek apalagi keadaan kaya gitu. Hmmm, sekarang keadaannya gimana ya?"
Zumi jadi khawatir sendiri.
"Aku mandi dulu, aku janji juga ketemu di meja makan. Ya Tuhan, aku udah gak sabar pengen ketemu mas Rido dan tau keadaannya," lanjut Zumi menutup daun pintu almari. Tangan menyambar handuk lantas berjalan menuju kamar mandi.
Zumi rasa dirinya bau asap masakan waktu masak di dapur tadi.
Memang sarapan pagi di rumah Rido pakai roti tapi tetap ada makanan berat.
Karena memang keluarga Rido suka masakan rumah ketimbang makanan luar, apalagi keluarga Rido itu keluarga besar.
Saking banyaknya, kalau udah kumpul di meja makan, meja makan akan penuh. Sekarang ditambah lagi ada Nita. Entahlah apakah meja makan masih bisa menampungnya.
Rido bangun dengan berjingkat saat kakinya ada yang menyentuhnya.
"Den Rido? Den?" panggil seorang pelayan yang menatap Rido dengan keheranan.
Rido langsung duduk dan mengucek kedua matanya dengan punggung jari-jari tangannya.
"Bibi!"
"Deh Rido ngapain tidur di sini?" tegur pelayan. Pelayan tersebut membawa sapu di tangannya.
"Terserah aku dong, Bi. Terserah aku mau tidur di mana saja. Kenapa Bibi ada di sini?" tanya Rido balik.
"Iya maaf, Den. Maaf karena bibi udah ganggu tidurnya den Rido. Tapi bibi ke sini niatnya cuma mau bersih-bersih aja, bukan berniat ganggu tidurnya den Rido," jelas pelayan.
"Bersih-bersih? Memangnya ini jam berapa? Udah deh, Bi. Kamar ini biarlah tidak usah dibersihkan, aku masih mau tidur," kata Rido dengan malas-malasan. Rido hendak berbaring lagi.
__ADS_1
"Tapi, Den. Ini sudah setengah 7, apa den Rido gak sebaiknya pindah kamar saja?" tanya pelayan memberanikan diri.
"Ap... apa? Setengah 7?" ulang Rido mengurungkan niatnya untuk berbaring.
"Iya benar, Den. Ini sudah setengah 7," sahut pelayan.
Rido langsung loncat dari ranjangnya. Rido merasa kesiangan, padahal dia akan berangkat ke kantor hari ini.
Di meja makan, Zumi ikut menyiapkan sarapan. Zumi menata minuman piring juga makanannya.
Zumi tersenyum pada ponakan-ponakannya yang sedang sibuk bercakap-cakap dengan papa mereka. Kakak ipar dan adik ipar Rido memang sudah ada di rumah pagi ini.
Mereka sebenarnya kaget dengan keadaan rumah tangga Rido.
"Yang sabar ya, Zum. Kamu pasti kuat," kata Andre---suami Shofie dengan lirih.
"Iya, Kak," sahut Zumi. Akhirnya setelah semuanya beres, Zumi ikut duduk bergabung dengan mereka. Shofie dan Chaca belum kelihatan, Ny Helena pun juga belum. Zumi duduk-duduk sambil menunggu kedatangan mereka serta suaminya yang mungkin akan datang bersama dengan Rido.
Hanya butuh waktu tidak kurang dari 5 menit, semua yang di tunggu hadir, kecuali Rido dan Nita.
"Selamat pagi, Ma," ucap Zumi dengan ramah pada mertuanya.
"Hem," sahut Ny Helena dengan singkat.
Ny Helena terlihat begitu berbeda dari biasanya, sekarang lebih cuek.
"Akhirnya kalian berdua balik ke rumah, gimana kerjaan kalian?" tanya Ny Helena kepada kedua menantu lelakinya, Andre dan Niko.
"Baik, Ma. Semuanya sudah beres," sahut Andre.
"Betul, Ma. Sudah kelar, Mama menyerahkan pada orang yang tepat," imbuh Niko.
Sesaat semuanya terdiam. Shofi dan juga Chaca sibuk meladeni anak serta suaminya masing-masing, menuangkan makanan ke atas piring-piring mereka.
"Rido dan Nita kemana ini? Kenapa mereka belum turun? Apa mereka kecapekan karena malam pertama?" ujar Ny Helena.
Deg!
__ADS_1