KONTRAK RAHIM

KONTRAK RAHIM
BAB 008 Apa Kau Tak Bahagia?


__ADS_3

Rido tidak lekas menekan nomor Zumi, Rido terpaku melihat wallpaper ponsel Nita. Foto itu masih tersimpan, foto saat Rido dan Nita menjadi sepasang kekasih dulu.


Hal ini benar-benar membuat Rido kembali mengingat kata-kata Nita kemarin yang menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai Rido dan bahkan kata sandi ponsel milik Nita pun memakai tanggal lahir Rido.


Rido bergidik sendiri.


Andai saja cinta Rido terhadap Nita masih sama seperti dulu, mungkin saat ini Rido akan amat bahagia. Tapi kenyataannya sekarang Rido sudah tidak memiliki perasaan itu, yang ada di hatinya sekarang hanyalah Zumi saja. Rido terpaksa harus menjalani semua ini.


Tuuut...


Tuuut...


Tuuut...


"Zumi kemana ya? Kok gak di angkat-angkat sih. Apa dia baik-baik saja? Aduh... angkat dong, Sayang," gumam Rido dengan resah.


Rido mengulangi panggilannya kembali, berharap Zumi segera menjawab telepon dari Rido.


Tak lama kemudian.


Klik...


Zumi: Ya halo, selamat siang. Ini dengan siapa ya?


Rido amat merasa lega, mendengar suara Zumi.


Rido: Ini aku, Sayang. Suamimu---Rido.


Zumi: Mas Rido? Ini pakai nomor siapa, Mas?


Rido: In... ini pakai nomor Nita. Kamu di rumah baik-baik saja kan, Sayang?


Sesaat tidak terdengar suara Zumi dari dalam telepon.


Rido: Sayang? Kamu masih di sana? Sayang?


Zumi: Iya, Sayang. Aku baik-baik saja di sini, Mas tenang saja.


Rido: Syukurlah, aku kangen banget sama kamu, Sayang. Hampir seharian kita gak ketemu, rasanya kaya seabad.


Zumi: Lho, tadi pagi kan kita juga ketemu. Mas lupa ya?


Di telinga Rido, suara Zumi terdengar manja seperti biasanya. Rido jadi tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengan Zumi lalu bercengkrama dengannya.


Rido: Mau kita ketemu setiap hari pun, kalau mas kelamaan gak lihat kamu rasanya kaya ada yang hilang, Sayang.


(Terdengar tawa kecil Zumi).

__ADS_1


Zumi: Ohh ya, ini kan masih jam 2, Mas. Pasti acaranya lagi ramai-ramainya. Kenapa Mas malah telepon? Mendingan Mas balik ke acara sekarang.


Rido: Iya, Sayang. Tapi aku___


"Rido, apa yang kamu lakukan?" tegur seseorang dari belakang Rido.


Rido amat sangat mengenal betul suara tersebut.


Rido pun membalikkan badannya. Ny Helena sudah berdiri di belakang Rido dengan menampakkan wajah ketidaksukaannya.


"Rido, lekas kembali ke tempatmu sekarang!" perintah Ny Helena.


"Iy... iya, Ma. Bentar lagi ya, aku masih___"


Tanpa permisi Ny Helena mengambil alih ponsel Nita dengan paksa. Ny Helena melihat layar ponsel tersebut.


"Ma. Jangan, Ma. Rido masih mau bicara," pinta Rido.


"Biar mama yang bicara sama Zumi," sahut Ny Helena sambil lekas menempelkan ponsel tersebut pada telinganya.


"Halo, Zumi. Tolong, mama mohon untuk kali ini saja kamu baik-baik di rumah dan jangan bertingkah. Suamimu sedang sibuk, kamu paham gak sih? Ini hari pernikahannya," ujar Ny Helena.


Rido mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya dengan gerakan kasar.


'Astaga, Mama!" omel Rido dalam hati.


Ny Helena tampak diam. Rido tidak tau apa yang Zumi katakan, Rido takut jika Zumi sakit hati dengan kata-kata Ny Helena barusan. Pasalnya Zumi itu adalah wanita yang lemah lembut dan juga berperasaan.


Ny Helena pun mematikan panggilan telepon Rido tadi.


"Kenapa mama tadi ngomong seperti itu sama Zumi, Ma?" protes Rido. Ny Helena menggelengkan kepalanya.


"Memang harus seperti itu. Kamu mau buat mama malu ya? Kenapa kamu tinggalkan Nita sendirian di depan? Sekarang mendingan kamu balik ke sana lagi. Sekarang, Rido," ujar Ny Helena.


Ny Helena memandang sejurus kemudian pergi mendahului Rido, seakan-akan Rido akan menurut kemudian menyusulnya.


Tanpa menunggu lama lagi, Rido pun ikut pergi meninggalkan toilet hendak bergabung dengan Nita kembali.


Rido berjalan dengan lesu. Tanpa kata pun, Rido duduk di tempatnya semula. Tidak peduli Nita yang terus memperhatikannya, kemungkinan Nita tengah menunggu Rido mengucapkan sesuatu.


"Kamu kenapa?" Pada akhirnya Nita menanyakan keadaan Rido juga.


"Kamu di marahin mama ya? Maaf ya, aku terpaksa kasih tau keberadaan kamu tadi waktu mama tanya soal kamu dan akhirnya aku___"


"Sudahlah, aku harap kita segera pulang. Aku capek dan aku perlu istirahat," jawab Rido memotong kata-kata Nita. Hal itu langsung membuat Nita terdiam.


Rido pun kembali mengikuti upacara pernikahannya di waktu menjelang jam-jam terakhir dengan murung.

__ADS_1


Beruntung, tidak sampai sore acaranya selesai juga. Rido amat lega, Rido tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan Zumi.


"Rido," panggil Ny Helena saat berada di halaman parkir gedung yang ditujukan untuk ijab kabul serta resepsi.


Rido yang sudah sangat semangat hendak masuk mobil pun menengok ke arah suara Ny Helena yang nampak berlarian kecil ke arah Rido.


"Iya, Ma. Ada apa?" tanya Rido.


"Kamu gimana sih, kamu bisa-bisanya langsung nyelonong aja," semprot Ny Helena saat sudah berada di hadapan Rido.


"Lho, bukannya sudah selesai ya, Ma. Aku capek, Ma. Kepalaku pusing, aku mau istirahat di rumah sekarang," jawab Rido. Rido merasa keberatan seandainya harus mengikuti acara-acara entah apapun itu.


"Iya mama paham, tapi Nita gimana? Kenapa kamu tinggalin begitu? Ajak dia pulang ke rumah kita," kata Ny Helena, Ny Helena menyempatkan diri menengok ke arah Nita yang berdiri beberapa meter dari mobil Rido.


"Hah? Nita?" Spontan saja Rido mengucapkan kata-kata tersebut.


Ny Helena mendelik.


"Dia itu istri kamu. Kamu jangan ngomong kalau pikiran kamu itu Nita bakalan pulang ke rumah Mr. James. Dia akan ikut tinggal dengan kita, dengan keluarga kita," ujar Ny Helena.


"Ap... apa, Ma?" Rido merasa ada yang tidak beres dengan pendengarannya sendiri.


"Mulai sekarang Nita akan tinggal di rumah kita." Ny Helena pun mengulangi kata-katanya tadi.


Rido amat tertekan.


'Sial! Perjanjian yang ku buat kemarin memang tidak ada poin yang mengatakan aku harus pisah rumah dengannya. Tapi kalau aku sampai pisah rumah sama dia, mama pasti minta aku untuk membagi waktu tinggal di rumah Nita dan tentu saja aku tidak bisa bertemu dengan Zumi setiap hari,' batin Rido.


Ny Helena menyenggol lengan Rido.


"Rido, kamu kenapa malah ngalamun? Ajak Nita pulang sekarang, katanya kamu mau segera istirahat. Bukan hanya kamu saja yang capek, mama yakin Nita juga capek," tegur Ny Helena.


"Iy... iya, Ma," sahut Rido.


Rido hanya diam saja saat Ny Helena melambaikan tangan ke arah Nita, menyuruh Nita untuk mendekat.


"Iya, Ma?" Akhirnya Nita pun ada di samping Ny Helena.


"Kamu pulang bareng suamimu ya, nanti kita ketemu di rumah. Mama masih mau membereskan urusan resepsi ini," pinta Ny Helena sambil menyilakan rambut Nita.


Ny Helena tampak bahagia sekali melakukan itu, Rido hanya bisa menghela nafas berat.


"Ayo," ajak Rido yang langsung masuk begitu saja, tidak peduli dengan Ny Helena yang menggelengkan kepalanya. Dengan kesal Rido memasang tali pengamannya, supaya berkendara lebih aman. Rasanya Rido ingin mengamuk, tapi atas dasar apa?


Tak lama kemudian pintu samping pengemudi terbuka.


Nita masuk dan duduk di jok depan.

__ADS_1


Rido diam, pandangannya lurus ke depan. Tidak peduli dengan Nita yang juga sudah duduk dan memandangi dirinya.


"Sayang, apa kau tak bahagia menikah denganku?" tanya Nita tiba-tiba membuat Rido kembali terpaku dengan ucapan Nita.


__ADS_2