KONTRAK RAHIM

KONTRAK RAHIM
BAB 006 Chat Ny Helena


__ADS_3

"Jawab saja pertanyaanku, tidak usah kamu bertanya. Terlebih-lebih aku harus mengulanginya. Aku yakin kamu tahu maksudku. Sekarang jawablah," pinta Rido.


Nita menggeleng pelan, kedua matanya menatap Rido dengan lembut dan sayangnya untuk kali ini Rido tidak dapat menghindari tatapan Nita. Kini keduanya saling menatap satu sama lain.


'Kenapa kamu menatapku seperti itu? Tatapan yang sama seperti dulu, saat kita masih saling cinta. Tatapan sebelum kamu menghancurkan semuanya,' batin Rido.


"Oke, baiklah. Kamu ingin tau kan kenapa aku menyetujuinya dan kenapa aku tidak berusaha untuk menolak semua itu?" sahut Nita.


"Iya," jawab Rido membenarkan.


"Beneran kamu sudah siap mendengar penjelasanku, Rido?" ulang Nita meyakinkan.


"Ya tentu saja aku siap karena memang itu yang aku tunggu, aku mau kamu menjelaskan sekarang alasan kenapa kamu menyetujui rencana ini dan kenapa kamu tidak berusaha untuk menolaknya sedangkan aku ini sudah beristri," jelas Rido yang menurut Rido sebenarnya tidak perlu dirinya harus menjelaskan bahwa kini Rido sudah beristri karena Rido yakin bahwa Nita sebenarnya juga sudah tahu akan hal tersebut.


Tidak mungkin Ny Helena menyembunyikan identitas Rido saat ini sedangkan keduanya akan menikah sesuai permintaan Ny Helena dan Rido juga tau bahwa Ny Helena menyetujui jika Rido tidak akan berpisah dengan Zumi. Jadi mustahil Ny Helena menutupi status Rido.


Yang membuat Rido heran adalah jika memang Nita sudah tau, kenapa dia nekat menerima rencana tersebut? Rencana yang menginginkan keduanya menjadi pasangan suami istri. Ini benar-benar gila!


"Semua itu karena aku mencintaimu, Rido." Nita mengutarakan perasaannya. Meskipun pelan tetapi terdengar sangat jelas di telinga Rido. Pendengaran Rido amat tajam saat itu karena memang Rido tidak ingin satu katapun luput dari pendengarannya.


"Ap... apa?" Rido merasa Nita hanya salah bicara.


Rido tau bagaimana cara Nita dulu membuat dirinya sakit hati karena Nita gonta-ganti cowok saat Rido sedang sibuk-sibuknya menyusun skripsi. Saat Rido tanya katanya hanya teman saja padahal nyatanya Rido tau bahwa Nita sering menghabiskan malam panjang bersama mereka.


"Iya, Rido. Sampai sekarang aku tidak bisa menggantikan posisi kamu di hatiku dengan laki-laki manapun. Bahkan saat aku di Amerika sekalipun. Selama ini aku sudah berusaha untuk melupakan kamu dan menghapus cinta ini untukmu tapi nyatanya apa? Aku tidak sanggup dan aku tidak bisa, Rido. Itulah sebabnya aku menerima rencana ini dan aku juga tidak berniat untuk menolaknya. Entahlah, ini suatu keberuntungan atau mungkin kita memang ditakdirkan untuk berjodoh. Aku masih sangat mencintaimu dan aku yakin kamu juga begitu. Iya kan, Rido?"


Rido terdiam lama, amat lama.


Rido berusaha mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Nita satu persatu, sampai akhirnya Rido berdecak keras.


"Bukan saatnya kita membicarakan soal cinta karena cinta itu sudah lama aku buang jauh-jauh. Tidak ada cinta lagi di hatiku untukmu. Semuanya sudah berganti, hanya istriku yang aku cintai saat ini dan seterusnya!" tegas Rido.

__ADS_1


Ada rasa kecewa tergambar jelas di wajah Nita, tapi berangsur-angsur terlihat seperti awal tadi.


"Gak masalah buatku, Rido. Ini aku yang cinta, aku yang akan mengolah rasa cintaku padamu seorang diri dan aku yakin waktu akan membuat kita kaya dulu lagi. Saling mencintai," ucap Nita.


Rido menggeleng cepat sambil tertawa kecil.


"Lupakan soal itu, sebaiknya kamu kubur dalam-dalam. Jangan pernah berharap jika aku akan kembali seperti dulu. Kalau kamu berfikir demikian, kamu salah. Aku tegasin sekali lagi sama kamu, Nita... aku hanya mencintai Zumi. Paham!"


"Lalu?" Nita merapat ke arah meja agar dirinya bisa lebih dekat dengan Rido.


Rido sedikit menjauhkan diri dengan cara bersandar pada kursinya.


"Lalu? Lalu apa? Apa semuanya kurang jelas buatmu?" tanya Rido.


"Seharusnya kamu tolak. Aku juga tidak yakin akan di terima oleh Mr. James," lanjut Rido.


"Kamu salah, Rido. Papa justru sangat menyukaimu walaupun belum pernah sekalipun berjumpa denganmu. Asal kamu tau saja, semua keputusan sudah papa serahkan padaku. Tante Helena sudah cerita banyak tentang kamu dan istrimu," cerita Nita. Nita terlihat seperti memiliki kekuatan lain. Mungkin karena Nita mengantongi hak penuh dalam menentukan masa depannya, masa depan yang memutuskan untuk hidup bersama Rido.


"Nita, kamu___"


Rido memeriksa ponselnya ternyata ada pesan masuk dari Ny Helena.


Message:


Rido, mama cuma mau mengingatkan padamu supaya kalian berdua lekas membahas mengenai masa depan kalian berdua. Jika bukan sekarang, kapan lagi? Atau kamu menginginkan Zumi ikut membahasnya bersama kalian?


Mata Rido nyaris keluar, Rido benar-benar kesal mengapa Ny Helena mengirimkan pesan seperti itu.


'Kenapa mama malah bawa-bawa Zumi? Apa sebenarnya maunya mama?' batin Rido.


"Kenapa, Rido?" tegur Nita yang nampak bingung melihat Rido yang terdiam.

__ADS_1


Rido menyimpan ponselnya kembali ke tempat semula.


'Tidak ada pilihan lain, lagipula ini juga sudah menjadi kemauan Zumi. Ini semua demi Zumi. Meskipun aku harus mengorek kembali luka lamaku, aku rela,' pikir Rido dengan penuh ketegasan.


"Rido?" panggil Nita lagi. Rido mencoba mengumpulkan tenaganya, dadanya amat berat dan sesak.


"Nita, kita bisa bicarakan pernikahan kita sekarang. Kita akan segera menikah," ujar Rido dengan suara berat.


Nita seperti kaget, hal itu terlihat sangat jelas bagaimana wajahnya kemudian berseri-seri.


"Ini kamu serius, Rido?" tanya Nita.


"Ya aku serius. Tapi ingatlah, aku melakukan semua ini karena___"


"Karena mamamu dan istrimu?" sela Nita dengan cepat.


Rido mendelik.


"Kamu tau dari mana soal ini?" tanya Rido tidak menyangka jika Nita mengetahui alasan Rido mau menikah dengan Nita.


"Aku tau semuanya, aku menjamin diriku sendiri kalau aku sehat dan baik-baik saja. Aku siap melahirkan anak untukmu, untuk mamamu," putus Nita.


"Kamu gila, Nita! Kamu gak waras, kenapa kamu mau melakukannya?" tanya Rido tidak percaya.


"Sudah ku bilang tadi, aku mencintaimu. Itu satu-satunya alasanku dan alasan itu tidak butuh alasan yang lain. Karena puncak tertinggi alasanku adalah karena cinta. Apapun aku rela, walaupun harus menjadi istri keduamu," jelas Nita.


Lama, Rido dan Nita saling melempar tatapan yang sangat sulit untuk diartikan. Tatapan Rido bukanlah cinta, bukan juga kebencian lagi.


'Kenapa sampai segitunya dia menghancurkan masa depannya hanya untuk sebuah pernikahan denganku. Apa ini adalah keputusan yang tepat untukku menikahi Nita? Apa aku benar-benar bisa menerimanya menjadi istri keduaku sedangkan dia adalah penyebab semua rasa sakitku yang lalu. Tapi kalaupun istri keduaku itu bukan Nita sekalipun, aku juga tidak akan pernah bisa mencintainya karena cintaku hanya untuk Zumi seorang,' batin Rido.


"Ya, kau bisa menjadi istri keduaku. Tapi tidak semudah itu, kita perlu ada kontrak dan perjanjian," ucap Rido pada akhirnya.

__ADS_1


Nita mengerutkan keningnya.


"Kontrak dan perjanjian?" ulang Nita tidak mengerti.


__ADS_2