
Pagi hari yang begitu cerah, Fadil suda bangun dari tidurnya, dia bergegas kekamar mandi, karna pagi ini akan dilanjutkannya tes kedua perekrutan murid baru sekte pedang cahaya.
Setelah selesai mandi, Fadil memakai celana levis warna hitam dan baju kaos putih dipadukan dengan jaket, Fadil terlihat sangat tampan dengan pakaian itu.
Fadil pergi ke restoran hotel dan memesan makanan, sesampai disana para karyawan wanita tampak terpana melihat Fadil datang dan duduk disalah satu meja yang dekat dengan jendela.
''Selamat pagi mbak, saya pesan nasi goreng spesial dengan minuman teh hangat..'' ucap Fadil dengan tersenyum.
Karyawan wanita itu hanya diam memandangi wajah Fadil, melihat karyawan itu hanya diam saja, Fadik batuk pelan sontak karyawan itu tampak salah tingkah dengan wajah yang memerah malu, Fadil hanya tertawa kecil melihat ini.
''Ma-maaf tuan..'' ucap pelayan wanita tegagap dengan wajah yang memerah karna malu.
''Tidak masalah mbak, apa mbak sudah puas melihat wajah saya mbak, hehe..'' balas Fadil sambil terkekeh, dan pelayan wanita itu hanya tersenyum canggung dengan wajah memerah nya.
''Eem, anu tuan, tuan ingin memesan apa biar saya siapkan..'' ucap pelayan itu salah tingkah.
''Saya pesan nasi goreng spesial dengan minuman teh hangat saja mbak..'' ucap Fadil sambil tersenyum.
''Mohon tunggu sebentar yah tuan..'' balas pelayan itu lalu bergegas menyiapkan pesanan Fadil.
Beberapa saat kemudian, pesanan Fadil suda datang.
''Terimakasih mbak..'' ucap Fadil sambil tersenyum.
''Sa-sama-sama tuan..'' balas pelayan itu salah tingkah dengan wajah yang memerah lalu berbalik pergi dengan buru-buru.
Fadil yang melihat pelayan itu hanya tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala, dia lansung menyantap sarapan nya.
Tidak butuh waktu lama untuk Fadil menghabiskan makanan nya, setelah membayar tagihan, Fadil lansung menuju ketempat acara dilansungkan.
Diperjalanan Fadil melihat banyak orang yang menuju ketempat acara diadakan, karna hari ini adalah tes terakhir makanya banyak orang yang pergi menonton.
Sampai ditempat acara, Fadil lansung mengambil tempat duduk, tidak lama kemudian acara pun dimulai.
''Selamat pagi semua yang sudah hadir disini, saya selaku tetua sekte pedang cahaya dan panitia acara perekrutan murid baru mengucapkan terimakasih sudah ikut meramaikan acara ini..'' ucap tetua berpidato.
''Hari ini adalah tes terakhir untuk para peserta, lansung saja kita mulai acaranya untuk tes kedua yaitu tes bakat..'' teriak tetua menjelaskan.
Terlihat diatas arena ada sebuah batu prasasti, batu ini beeguna untuk mengukur bakat seseorang, batu ini akan mamancarkan warna berbeda tergantung tinggi atau rendah nya bakat seseorang.
''Saya akan menjelas kan berbagai macam warna yang akan muncul dibatu ini dengan bakat yang berbeda.
Warna Merah: dengan bakat terendah.
Warna Kuning: dengan bakat sedang.
__ADS_1
Warna Biru : dengan bakat tinggi.
Warna Ungu : dengan bakat yang sangat langkah.
Warna Emas : dengan bakat yang tidak terukur dan hanya ada sekali dalam 1000 tahun,
Itulah macam-macam tingkatan warna untuk mengukur bakat seseorang..'' teriak tetua menjelaskan dengan detail.
''Kami hanya menerima peserta dengan bakat kuning keatas, apakah kalian sudah paham, kalau begitu kita lanaung saja memulai tes keduanya..'' ucap tetua lalu mempersilahkan peserta pertama untuk maju.
Seorang pemuda yang berusia 24 tahun maju kedepan dan menempelkan tangan nya pada batu itu, batu mulai bercahaya merah lalu berganti warna kuning terang.
''Peserta pertama lulus dengan bakat kuning, selanjutnya..'' ucap tetua itu.
Terlihat pemuda berusia 23 tahun maju kedepan dan menempel kan tangan pada batu itu, batu mulai memancarkan warna merah lalu berganti warna kuning dan berganti lagi ke warna biru cerah, tetua lansung berdiri melihat ini.
''Selamat untuk peserta kedua lulus dengan bakat biru..'' ucap tetua dengan semangat.
''Selanjutnyaa..'' teriak tetua itu tampak sangat senang mendapatkan murid dengan bakat biru.
Karna sangat sulit mencari murid dengan bakat biru sekarang, karna kemajuan teknologi, para pejuang muda sudah merasa enggan mengasah bakat nya lebih tinggi lagi.
Sudah beberapa peserta yang melakukan tes kedua, namun banyak juga peserta yang tidak lulus untuk tes kedua ini, karna hanya memiliki bakat merah.
Setelah seratus peserta terakhir melakukan tes kedua, terhitung sekitar dua ratus peserta lulus tes kedua dan resmi menjadi murid sekte pedang cahaya.
Dari dua ratus peserta yang lulus, tetua mendapatkan murid langkah dengan bakat ungu dan murid ini adalah seorang perempuan yang sangat cantik, umur wanita ini sekitar 20 tahun, dia adalah anak Walikota Baja yang bernama Luna.
Tetua sekte pedang cahaya sangat senang mendapatkan satu murid langkah dan tiga murid tingkat tinggi.
''Untuk murid baru yang telah lulus, besok kita akan berangkat ke Benua Pusat untuk kembali ke sekte, kalian silahkan bersiap dan berpamitan dengan orang tua kalian, besok pagi kita berkumpul diluar gerbang kota, apa kalian sudah paham..'' teriak tetua menjelaskan.
''Paham tetua..'' teriak para murid serentak.
''Bagus, bagus, kalian kembalilah terlebih dahulu ketempat kalian masing-masing untuk bersiap-siap..'' ucap tetua kembali.
Para murid baru mulai membubarkan diri, Fadil juga ikut pergi dari sana karna acara nya sudah selesai.
Fadil kembali ke Hotel dan masuk kedalam kamar nya.
''Acara penerimaan murid baru telah selesai, aku juga sudah tidak ada keperluan lagi dikota ini, lebih baik aku menlanjutkan perjalan ke Benua Pusat..'' batin Fadil dan mulai bersiap untuk cek out dari hotel.
Sampai diloby Hotel Fadil memberikan kunci kamar kepada resepsionis wanita itu, dan berjalan keluar Hotel.
Fadil terus berjalan menuju keluar Kota Baja, diperjalanan Fadil tidak lupa membeli beberapa cemilan dan minuman botol untuk bekal perjalanan nya.
__ADS_1
Sampai diluar kota, fadil lansung berlari kearah Benua Pusat dengan mengandalkan GPS Hp nya, Fadil memakai Jurus langkah cahaya dan mengaktifkan mata cahaya nya.
Selama perjalanan Fadil tidak menemukan benda berharga atau tanaman langkah lainnya, setelah hampir dua jam berlari dan hari sudah mulai gelap, Fadil menemukan gubuk yang sudah reot, dia melihat gubuk itu sudah kosong, dia melihat tempat duduk seperti lesehan didepan gubuk itu dan duduk bersila disana untuk mengisi energi qi yang terpakai selama perjalanannya.
Setelah energi qi nya terisi penuh, Fadil berniat meramu berbagai macam pil untuk kebutuhan nya, dia mengambil kitab kultivasi cahaya yang berwarna emas dan membuka halaman tentang membuat pil atau resep pil.
Fadil mulai membuat array setelah itu Fadil meletakan berbagai macam tanaman herbal dalam jumlah banyak disana, dia mengganti pola array untuk meleburkan tanaman helbal, setelah tanaman herbal melebur lalu berganti cairan berbeda warna, Fadil kembali mengganti pola array nya untuk memisahkan kotoran dari inti sari herbal itu.
''Pisahkan.'' ucap Fadil.
Kotoran mulai menguap dan hanya menyisahkan inti sari bermacam warna dan mulai bergabung membentuk puluhan bulatan kecil, lalu Fadil mengganti lagi pola array untuk memadatkan inti sari itu.
''Padatkan..'' ucap Fadil.
Pil mulai memadat dengan perlahan dan berbetuk putih susu dengan garis-garis emas pada permukaan nya.
Fadil mengambil puluhan pil itu lalu memasukan nya kedalam botol kaca giok, lalu Fadil membuat pil lainya.
Dalam waktu hampir dua jam, Fadil sudah membuat tiga macam pil dengan jumlah puluhan yang memiliki kualitas tinggi.
Pil Penyembuh
Pil Pengumpul Qi
Pil Penempah Tulang
Pil penempah Tulang adalah resep pil yang baru tadi Fadil pelajari, efek pil ini sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tulang, ada lima tingkat jenis tulang pada manusia setelah tulang bawaan manusia.
Tulang Besi
Tulang Perak
Tulang Emas
Tulang Berlian
Tulang Dewa
Itulah lima tingkatan tulang setelah tulang manusia normal, Fadil saat ini mempunyai Tulang Besi dan akan meningkatkan lagi kualitas tulang nya.
*
*
**Yuk koment biar author semangat upload**
__ADS_1