
Selama pavilium buka sampai saat ini sudah beberapa hari berlansung, mulai dari pengawal sentia yang sudah menjadi pejuan/kultivator, serta sentia dan fadil kembali naik tingkat kultivasi.
Para pengawal sentia, 4 orang sudah berada diranah inti perak tahap awal, dan beni pemimpin penhawal itu berada diranah inti perak tahap menengah.
Sentia tidak kalah hebat, dia sudah naik tingkat keranah inti emas tahap awal, ini semua berkat dukungan sumberdaya yang Fadil berikan, dia tidak setengah-setengah dalam membimbing kekasih centilnya itu.
Fadil saat ini juga telah naik tingkat, dia berada diranah inti berlian tahap akhir, sedikit lagi dia akan menerobos keranah selanjutnya yaitu ranah jiwa emas.
Fadil berusaha terus menyerap eneegi qi, tapi itu akan sangat lama, kemudian dia teringat batu warna biru langit yang dia menangkan dipelelangan dulu.
Lalu dia menggenggam batu itu dengan kedua tangannya, perlahan dia merasakan rasa panas disekujur tubuhnya, pakaiannya sudah basah oleh keringat.
Perlahan tapi pasti,fadil terus menyerap esensi api biru dari dalam batu itu, esensi api biru mulai berkumpul didalam dantian Fadil dan menyatu dengan energi qinya, kejadian itu membuat dantian Fadil bergejolak hebat, Fadil masih terus menyerap esensi api itu, setelah dua jam menyerap. Laluu
Booom
Booom
__ADS_1
Fadil meningkat sebanyak dua kali karna esensi api biru yang terkandung dalam batu itu sangat kuat, hal itu membuat fadil bisa menciptakan api biru dengan energi qinya, karna semua energi qi yang dia serap akan bersatu dengan api biru sebagai intinya.
Tidak lama setelah Fadil menerobos dua kali terlihat batu itu berubah warna menjadi hitam lalu hancur menjadi debu, Fadil kembali menyerap energi qi untuk memperkuat fondasinya.
Tulang Fadil pun sudah meningkat menjadi tulang emas.
Saat ini kultivasi Fadil sudah berada diranah jiwa emas tahap menengah.. tidak salah dia dijuluki naga tidur..haha
Sentia sudah dari tadi selesai meditasinya, saat ini dia sedang berada dilantai satu untuk membantu karyawan nya menjual pil.
Sedangkan Fadil sudah membersihkan diri dan berganti pakaian, Fadil terkejut saat melihat pupil matanya yang berubah menjadi warna emas terang.
Setelah itu dia turun kebawah dan lansung disambut oleh sentia dengan pelukan serta ciuman manjanya, banyak pasang mata yang melihat mereka, banyak juga yang iri, tapi tidak berani bertindak.
''Sayang, kenapa dengan pupil matamu berubah menjadi warna emas..'' tanya sentia sambil memegang kedua pipi Fadil untuk melihat mata emasnya.
''Ini karena gege suda naik tingkat keranah yang lebih tinggi..'' bisik Fadil, karana tidak ingin banyak orang yang tau.
__ADS_1
Sentia hanya mengangguk serta tersenyum manis mengetahui kekasihnya meningkat lagi, ingin rasanya sentia memberi hadiah spesial berupa kenikmatan pada Fadil, tapi fadil bilang belom waktu yang tepat.
''Sayang,, kita pergi main kerumah ayah dan ibu yuk..'' ajak sentia sambil memegang tangannya
''Yaudah ayok, kapan kita berangkatnya sayang..'' ucap Fadil sambil memainkan pipi sentia.
''Sekarang aja yuk sayangg,,nanti sampai disana pas sorenya..'' ucap sentia manja.
Fadil pun mengangguk dan tersenyum.
''Kak beni, kami pergi betemu ibu dan ayah sentia dulu yah, tolong jaga toko yah kak beni..'' ucap Fadil pada beni.
''Oke tuan Fadil, hati-hati dijalan..'' balas beni dan dianggukan oleh fadil.
Fadil dan sentia maauk kedalam mobil dan mulai melaju kearah istana tempat tinggal orang tua sentia..
*
__ADS_1
*
Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya.😁