KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Hari Bertunangan Dan Pembukaan Reruntuhan Kuno


__ADS_3

Setelah acara mengoborol atau acara pembahasan lebih tepat selesai, mereka membubarkan diri, dan kembali ketempat mereka masing-masing, Fadil dan Sentia kembali kekediaman ibunya Sentia, mereka memiliki ruangan masing-masing.


Fadil memberikan beberapa tiga botol pil berbeda pada Sentia.


''Sayang, ambillah pil ini untuk meningkatkan kekuatan dan dua pil itu adalah pil penyembuh dan pil penguat tulang.. '' ucap Fadil sambil memberikan pada Sentia.


''Terimakasih sayang, jangan kunci pintu kamar..'' ucap sentia sambil mengambil botol pil dan mencium bibir Fadil.


''Baiklah sayang, gege tidak akan menguncinya.. '' jawab Fadil sambil terkekeh dan masuk kedalam kamar.


Sentia mengangguk sambil tersenyum manis.. lalu masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamar, Fadil lansung meditasi setelah menelan dua pil pengumpul qi, dia ingin segera menerobos ketahap akhir tingkat jiwa emas.


Sentia saat ini sdang mempelajari kitab pedang rembulan dan jurus pisau cahaya.


Waktu terus berjalan, mereka akan berhenti meditasi ketika merasa lapar dan membersihkan diri, terkadang Sentia menyelinap kekamar Fadil saat sudah tengah malam untuk memberikan service kepada Fadil, entah kenapa Sentia sangat mengemari rutinitasnya itu, dan Fadil pun dengan senang hati menerimany..


Hari-hari berlalu, sekarang sudah enam hari Fadil tinggal diistana, dia kadang keluar jika lapar dan kembali meditasi.


Fadil saat ini sudah menerobos tahap akhir tingkat jiwa emas dan sedikit lagi menerobos tingkat jiwa berlian.


Jika sudah mencapai jiwa berlian, maka orang itu akan bisa terbang dengan energi qinya.


Malam harinya, Fadil dan Sentia makan bersama keluarga sentia diruangan makan istana.


Selesai makan mereka mengobrol sebentar dan kembali istirahat keruangan masing-masing, terlihat istana sudah didekor dengan sangat mewah,.


Saat ini Fadil sudah menguasai kelima jurus pedang bayangan dan jurus kelima pisau cahaya, sebenarnya Fadil sudah menguasai sampai jurus kedelapan pisau cahaya, berhubung Fadil memberikan lima pisau cahaya pada sentia, maka dia hanya mengunakan jurus kelima saja.


Fadil lansung terbaring ditempat tidurnya, tidak lama kemudian Sentia datang dan mengunci pintu kamar Fadil, Sentia melangkah dan merangkak keatas Fadil, dan mulai memciumi Fadil dengan bergairah, tangannya tidak lupa dengan kebiasaannya, yaitu masuk kedalam celana Fadil, dan mengeluarkan tongkat sebesar lengannya yang sudah berdiri tegak dan mulai memainkannya, Fadil juga tidak lupa meremas pantat Sentia dan mengelus lembah surga Sentia yang sudah basah, bahkan sudah beberapa kali lembah surga Sentia bocor karna elusan Fadil, erangan nakal Sentia pun terdengar ditelinganya,


Mereka berciuman sangat lama sampai Fadil sudah mencapai puncaknya, Sentia melahap tongkat itu supaya cairan putih itu tidak berserakan diatas kasur, lalu buru-buru kekamar mandi untuk membuangnya.

__ADS_1


Setelah itu Sentia tidur disamping Fadil dan memeluknya, Fadil sangat senang dengan service yang Sentia berikan, walaupun hanya sekedar permainan tangan, itu sudah cukup untuk saat ini, untuk selebihnya tunggu mereka sudah menikah.. hahahha.


Mereka berdua tertidur dengan lelap.


**


Keesokan harinya, tampak istana sangat ramai oleh tamu yang berdatangan, ada yang memang ingin memberi ucapan selamat, ada juga yang penasaran seperti apa calon tunangan Sentia, siapa lagi kalau bukan para tuan muda keluarga besar dan para pemuda jenius lainnya.


Tidak lama kemudian acara pun dimulai.


Tampak Fadil dan Sentia berjalan kearah panggung yang cukup besar lalu duduk saling berhadapan.


keluarga Sentia duduk memngelilingi mereka, kakeknya berbicara.


''Cucuku, setelah kalian bertukar cincin ini, kalian sudah resmi bertunangan, kalian harus saling menjaga, baik diri dan hati kalian.. '' ucap sang kakek pada Fadil dan Sentia, dia sangat bahagia karna cucu kesayangannya mendapatkan pemuda yang sangat jenius.


''Baik kakek, ayah, ibu dan kerabat lainnya, kami akan saling menjaga diri dan hati kami, mohon restui kami berdua atas pertunangan ini.. '' ucap Fadil mantap dan diangguki keluarga Sentia.


Fadil mengambil cincin emas dengan berlian diatasnya, lalu memakaikannya dijari manis Sentia sebelah kanan.


Setelah itu istana dipenuhi suara tepuk tangan, atas pertunangan Sentia dan Fadil, keluarga Sentia menangis bahagia melihat Sentia bertunangan dengan pemuda pilihannya.


Tapi tidak bagi sebagian tuan muda keluarga besar dan pemuda jenius lainya, mereka sangat marah pada Fadil, mereka akan mencari perhitungan denganya.


Apalagi berita akan terbukanya reruntuhan kuno esok hari, disana adalah tempat yang sangat cocok untuk membuat perhitungan dengan Fadil.


Tapi yang mereka tidak tau adalah, yang mereka incar adalah seekor naga loh...coba bayangkan cacing mengincar naga.. haha.


Acara penjamuan pun masih berlansung dan para tamu memberikan ucapan selamat atas pertunangan Sentia dan Fadil.


Sore harinya para tamu mulai meninggalkan istana dan kembali ketempatan mereka.


Fadil dan Sentia mengikuti orangtuanya serta keluarga Sentia ke aula istana.

__ADS_1


Mereka mengobrol dengan bahagia, terdengar tawa para keluarga sentia tidak ada hentinya dan saling bersahutan, Fadil sudah menganggap keluarga Sentia sebagai keluarganya sendiri..


Malam harinya mereka tertidur dengan lelap, begitupun Fadil dan Sentia, mungkin karna kelelahan acara siang tadi..


**


Keesokan paginya, tampak kakek Sentia sudah berada di aula istana, dia menunggu Fadil datang, dan tidak lama kemudian Fadil datang dengan Sentia memeluk lengannya, keluarga Sentia hanya tersenyum melihat itu.


''Cucuku, hari ini reruntuhan kuno akan terbuka tiga jam lagi, memasuki tempat itu hanya sebanyak 200 orang disetiap benua, dengan syarat harus dibawah umur 30 tahun.. '' ucap kakek menjelaskan.


''Baiklah kek, saya akan bersiap terlebih dahulu.. '' balas Fadil dan diangguki oleh sikakek.


Sentia masih berada diaula istana, dia mengobrol dengan keluarganya, 30 menit kemuadian Fadil sudah kembali ke aula.


Sentia lalu berdiri dan memeluk Fadil dengan erat, dan berkata.


''Sayang, jaga diri disana, sen'er tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada gege.. '' ucap Sentia masih memeluk Fadil dengan erat.


Fadil mengangkat dagu Sentia, terlihat sesuatu yang bening hampir menetes dari pelupuk mata Sentia, dan Fadil mengusap air mata itu dan berucap.


''Sayang tenang saja, gege akan baik-baik saja disana, sen'er juga harus jaga diri, jangan lupa untuk berkultivasi.. '' balas Fadil dengan lembut sambil mengelus punggung dan pucuk kepala Sentia.


Sentia hanya mengangguk dan tersenyum manis, lalu melepaskan pelukannya perlahan.


''Sayang, gege harus hati-hati, ingat kalau sen'er menunggu gege disini.. '' ucap Sentia sambil mengangkat jari kelingkingnya, dan Fadil juga mengangkat jari kelingkingnya.


Fadil hanya mengangguk dan tersenyum, lalu pergi bersama sang kakek, Sentia juga ikut mengantarkan Fadil ke gerbang reruntuhan kuno, karna disana tempat untuk maauk kedalam reruntuhan kuno.


Para tuan muda dan pemuda jenius lainnya juga telah bersiap dan menuju kesana...


*


*

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya...


__ADS_2