KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Memasuki Reruntuhan Kuno


__ADS_3

Perjalanan kesana hanya satu jam dari istana kalau memakai mobil, Fadil dan rombongan sudah setengah jalan menuju tempat masuk reruntuhan kuno.


Selama perjalanan mereka hanya Sentia dan Fadil yang mengobrol, Fadil tau saat ini Sentia tidak ingin jauh dari dirinya, namun kali ini dia harus meninggalkan tunangannya untuk sementara, Sentia juga tau alasan Fadil kesana, itu semua demi masa depan dirinya juga.


Ditempat masuk reruntuhan kono sudah banyak yang sudah sampai, disana sudah tersedia tenda untuk setiap keluarga besar, sekte, dan yang paling menonjol adalah tenda untuk kerajaan yang terlihat mewah dan elegan.


Tidak lama kemudian rombongan Fadil sudah sampai ditempat itu, mobil mereka berhenti didepan tenda, penjaga disana lansung membukakan keempat pintu mobil.


''Selamat datang leluhur, tuan putri dan tuan muda.. '' ucap penjaga dengan hormat.


Mereka mengangguk lalu masuk kedalam tenda, disana sudah tersedia sofa dan meja yang berisi berbagai makanan dan minuman.


Tidak jauh dari sana, sudah banyak pasang mata yang melihat rombongan Fadil dengan pandangan bermusuhan terutama pada Fadil, yah mereka adalah para tuan muda keluarga besar dan pemuda jenius lainnya.


Banyak yang mempunyai niat buruk pada Fadil, didalam reruntuhan kuno adalah tempat yang tepat untuk melakukan pembunuhan, karna tidak akan ada yang tau siapa pelakunya.,itulah anggapan mereka. hehe


Fadil dan yang lainnya makan terlebih dahulu, Sentia tampak sangat manja pada Fadil tunangannya, Sentia minta disuapin segala macam, munkin karna akan berpisah dengan tunangannya, Fadil yang mengerti pun tidak menolak permintaan Sentia, dia malah tampak sangat romantis dengan Sentia.


Hal ini kembali memicu kemarahan para tuan muda, Fadil memang sengaja melakukannya, karna dia sudah tau kemarahan mereka, ini berkat mata cahayanya.


Sebentar lagi pintu masuk akan terbuka, Fadil memanfaatkan kesempatan itu untuk memanjakan Sentia.


Tampak Sentia memeluk Fadil dengan erat.


*


Tidak lama kemudian, penjaga pintu masuk reruntuhan kuno, memberikan aba-aba bahwa sebentar lagi pintu masuk akan terbuka, dan benar saja, cahaya emas memancar keatas langit, momentum ini sangat indah.


''Semua peserta harus ingat, waktu kalian didalam sana cuma 2 bulan.. '' teriak penjaga menjelaskan.

__ADS_1


Semua peserta yang akan masuk, mulai melangkah kedepan pintu masuk, Fadil dan rombongan pun tidak mau ketinggalan.


''Sayang, tunggu aku pulang, dan jaga diri baik-baik.. '' ucap Fadil sambil memegang kedua pipinya lalu mengecup dahi Sentia.


''Gege hati-hati disana.. '' balas Sentia dengan suara sedikit serak.


Fadil hanya mengangguk sambil tersenyum tampannya.


Setelah pintu masuk terbuka sempurna, peserta mulai masuk, Fadil pun mulai melangkah, dan hilang seperti ditelan ruang hampa..


Didalam lorong waktu, Fadil hanya melihat warna hitam tanpa cahaya sedikitpun, bahkan mata cahaya tidak berfungsi, mungkin karena tingginya teknologi didalam reruntuhan kuno, sehingga dapat memblokir teknik matanya.


Tidak jauh didepan, Fadil melihat bola berwarna putih yang perlahan membesar, yah itu adalah akhir lorong waktu, cahaya putih itu semakin besar dan menelan Fadil..


Swooosss


Fadil mendarat dengan kakinya, terdengar dentuman yang sangat keras saat Fadil mendarat, dia sudah berada didalam reruntuhan kuno.


Terlihat disekelilingnya hanya banyak sekali lorong-lorong yang ntah membawanya kemana, tapi mata cahaya bisa berfungsi disana, berkat mata itu Fadil bisa melihat kemana tujuan lorong-lorong itu. lalu memasuki salah satu lorong yang menuntunnya kesebuah pintu besar,


Didalam reruntuhan kuno hanya terlihat seperti lorong bawah tanah, yang membedakannya adalah diinding dan lantainya sangat keras, bahkan dengan kekuatan Fadil saat ini mustahil untuk menghancurkannya.


Fadil terus melesat menelusuri lorong dengan langkah cahaya, terlihat seperti kilatan cahaya emas, yah saat ini Fadil menggunakan kekuatan penuhnya, karna lorong itu sangat jauh dari pintu besar itu.


Saat Fadil sudah setengah jalan, dia menemukan sebuah kotak ungu lalu membukanya dengan paksa menggunakan pedang samurainya yang sudah dialiri energi qi.


Boom


Kunci kotak itu hancur, didalam kotak ada sebuah batu dengan warna emas, lalu Fadil ingat saat dia mempelajari kitab cahaya, saat itu Fadil membaca tentang batu-batu berharga dialam semesta, yaitu : batu roh dengan warna biru, batu mistik dengan warna merah dan batu semesta dengan warna emas..

__ADS_1


Yah batu yang ditemukan Fadil adalah batu semesta, ukuran batu itu sebesar kepala manusia, berjumlah tiga buah batu semesta..


''Ini baru yang namanya harta karun.. '' batin Fadil lalu menyimpan ketiga batu itu didalam cincin ruangnya.


Dia terus melangkah sambil melihat sekitarnya, siapa tau dia menemukan harta lainnya, dan benar saja, saat Fadil melewati ruangan seperti kamar namun tidak berpintu, dia melihat sebuah kotak didalam lemari, yah Fadil bisa melihatnya dengan mata cahaya..


Lalu Fadil melangkah kesana dan membuka lemari itu, dan menurunkan kotak itu keatas meja yang ada disana,


Fadil mencoba membakar gembok itu dengan api biru miliknya, gembok itu pun meleleh, dia membuka kotak itu, terlihat seperti kristal tapi dililit oleh akar-akar tanaman.


Dia mengeluarkan kitab cahayanya, dan membuka lembaran kitab itu yang berhubungan dengan tumbuhan, setelah melihat sebentar dia telihat fokus melihat tanaman yang ada di kitab cahayanya dengan ciri-ciri yang sama dengan tanaman yang didalam kotak.


Yah itu adalah jantung pohon willow, umur pohon willow diukur berdasarkan besar atau kecilnya jantung pohon itu, dan yang didalam kotak itu seukuran kepala manusia terdapat dua jantung pohon willow disana, berarti umur pohon willow itu sudah 10.000 tahun, kalau sebesar kepalan tangan berarti berumur 1000 tahun, dan Fadil mendapatkan dua jantung pohon willow, itu sama bernilainya dengan batu semesta..


Keberuntungan yang beruntun, itulah yang menimpa Fadil saat ini..Fadil menyimpan jantung pohon willow itu kedalam cincin ruangnya, dan kembali melesat menelusuri lorong tadi..


Masih banyak lagi harta berharga lainnya yang terdapat didalam reruntuhan kuno, hanya menunggu waktu yang menuntut Fadil kesana..


*


*


Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya..


*


*


jangan lupa like, vote, dan koment, karna itu sangat berguna bagi author, terimakasih... *_*

__ADS_1


__ADS_2