KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Mengikuti Acara Lelang 3


__ADS_3

Proses lelang item keempat masih berlansung sengit, para milyarder keluarga besar saling beradu gengsi atau materi, para pejabat atau petinggi kerajaan pun tidak luput dari adu gengsi, itulah kekuatan manusia biasa dibumi, berbeda dengan para pejuang, mereka akan beradu gengsi dengan kekuatan atau tingkat kultivasi.


Fadil hanya memperhatikan proses berlansungnya pelelangan, tampa berminat sedikitpun untuk menawar kecuali item itu berhubungan dengan kultivasi.


Harga item keempat sudah menginjak pada angka 1.500.000.000 milyar yang ditawar oleh keluarga song.


''1.600.000.000 milyar, itu adalah penawaran terakhirku..'' ucap tamu vip nomor 2.


Semua kembali menimang-nimang harga yang harus mereka bayar untuk seukuran rumah, tapi bagi keluarga besar, property adalah lumbung uang bagi mereka.


''Apakah tidak ada lagi yang ingin menawar..'' teriak luci melihat semua tamu.


''1.700.000.000 milyar, kalau ada yang lebih tinggi lagi makan ambillah..'' ucap tamu vip nomor 1.


Hening,,ruangan besar itu kembali sunyi saat vip nomor 1 manaikan harga.


''Apakah ada lagi yang menawar lebih tinggi..'' teriak lici melirik para tamu.


Hening...


''Baiklah, item kita yang keempat dimenangkan oleh tamu vip nomor 1, tok,tok,tok..'' teriak luci semangat karna akan mendapatkan bonus banyak.


''Kita masuk pada item yang kelima, item ini berhubungan dengan pejuang..'' ucap luci sambil bertepuk tangan tiga kali.

__ADS_1


Seorang pelayan wanita membawa sebuah mampan dan diatasnya terlihat seperti buku tipis.


''Ini adalah kitab untuk mempelajari ilmu pedang, nama kitab ini adalah KITAB PEDANG REMBULAN, untuk harga awalnya adalah 10 juta dan untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 1 juta..tokk...''' teriak luci menjelaskan item yang dilelang.


Para pejuang yang mempunyai teman wanita atau murid wanita pun nampak antusias melihat kitab itu, tidak terkecuali Fadil dan sentia yang terus memperhatikan kitab itu lebih baik dari emas.


''11 juta, aku akan memberikannya pada adiku..'' ucap tamu diruang biasa.


''12 juta, kitab ini untuk sahabatku..'' balas tamu diruang biasa yang tampak menginginkan kitab itu.


''15 juta, kitab itu sangat bagus untuk murid ku..'' ucap tetua sekte pedang cahaya yang sempat bersitegang dengan Fadil tadi.


Semuanya hening kembali..


''Kau sepertinya ingin mencari penyakit denganku..'' teriak tetua sekte tadi dengan nada marah.


''Maaf senior, bukan cuma senior yang menginginlan kitab itu..'' balas Fadil acuh tak acuh.


tetua itu mencoba menekan Fadil dengan aura kultivasinya yang masih ditingkat inti emas tahap menengah, Fadil terlihat santai tampa merasa tertekan sedikitpun.


Tetua itu mengerutkan keningnya heran, karena tergetnya tidak tertekan sedikitpun.


''Apa mungkin dia punya pusaka penangkis aura..'' batin tetua itu sambil menyeringai karna keserakahannya.

__ADS_1


''Mohon tenang, disini uang yang berbicara, apakah tidak ada lagi yang ingin menawar..'' teriak luci menenangkan ketegangan tadi.


''Baiklah anak muda, kitab itu milikmu sampai waktunya tiba..'' ucap tetua itu dengan nada mengancam, dia berniat mencari Fadil nantinya untuk merampas hartanya.


Dia tidak tau kalau dia incar adalah seekor naga sejati..hihihi


Fadil hanya tersenyum tipis mendengar itu tampa membalas ucapan tetua itu, karna dia tau kalau kultivasinya jauh lebih tinggi dari tetua itu.


''Baiklah, item kita yang kelima dimenagkan oleh tamu vip nomor 3..'' teriak luci bertepuk tangan dan mngisaratkan pelayan lain mengantarkan keruangan Fadil.


Setelah Fadil menerima item itu lalu memberikannya kepada sentia yang sedari tadi tampak berbinar melihat kitab itu.


Pelelangan masih dilanjutkan, karna itu masih property, jadi Fadil tidak terlalu peduli jika terlewatkan..


*


*


Bagaimana kelanjutan ceritanya, mari ikuti terua novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya.


*


*

__ADS_1


**Yuk koment biar author semangat upload**


__ADS_2