KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Diperjalanan fadil masih memakai mata cahaya untuk mempermudah penglihatan nya, setelah berlari lebih dari tiga jam tiba-tiba dari kejauhan dia melihat gedung-gedung menjulang tinggi.


''Bukan kah disana kota perak, apakah kecepatan ku berlari yang meningkat atau memang jarak kota metro dengan kota perak yang tidak terlalu jauh..'' batin Fadil sdang berlari sambil melihat gedung-gedung itu.


Maklum kalau Fadil kurang tau jarak antar kota, karna selama ini Fadil hanya fokus untuk bekerja, dia sangat jarang bepergian keluar kota.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke kota perak dengan memakai langkah cahaya, saat ini Fadil sudah masuk ke kota perak, dia lansung saja mencari restoran untuk mengisi perut karna cukup lama berlari.


Sampai direstoran Fadil memesan makanan nya dengan menu nasi sama daging bakar plus teh es.


''Mbak, saya pesen nasi dengan daging bakar serta teh es nya satu yah mbak..'' ucap Fadil pada pelayan restoran itu.


''Mohon menunggu sebentar yah kak..'' balas pelayan dengan ramah dan diangguki oleh Fadil.


Selang beberapa menit, pesanan Fadil suda datang, sontak saja Fadil lansung melahap nya karna suda merasa lapar.


Setelah membayar makanan nya Fadil ingin jalan-jalan dulu dikota perak, tiba saat dia berada dipinggi jalan, Fadil melihat orang-orang berkumpul didepan papan pemberitahuan.


Karna penasaran Fadil melihat kesana, ternyata disana ada pemberitaan tentang sekte pedang cahaya yang akan merekrut murid baru yang akan diadakan tiga hari dari sekarang.


Tapi tempat diadakan acara perekrutan murid baru cukup jauh dari kota perak, butuh tiga hari kalau memakai mobil dan hanya butuh beberapa jam bila memakai pesawat.


Tapi Fadil tidak ingin menggunakan alat transport itu, dia memang berniat untuk berpetualang dengan kekuatan nya sendiri biar lebih menikmati dan juga agar tidak melewatkan harta karun diperjalanan nya.


Fadil tidak lagi menunggu lama, dia lansung berangkat menuju tempat diadakan acara perekrutan murid baru.


Berita itu memang sudah cukup lama tersebar, tapi karena cara mengumumkan nya masih memakai cara lama yaitu membuat poster, ini memang disengaja oleh pihak sekte agar tidak terlalu mencolok, berbeda kalau memakai jasa elektronic.


Masih ada beberapa akademi yang khusus untuk merekrut keamanan pemerintahan.


Sebenarnya fadil tidak tertarik untuk masuk ke sekte, dia hanya penasaran seperti apa kekuatan pejuang dibumi.


Diperjalanan Fadil sering berhenti untuk mempelajari kitab pisau cahaya atau untuk sekedar berkultivasi supaya kekuatannya meningkat.


Fadil saat ini suda menguasai jurus ketiga pisau cahaya dan dia suda bisa mengendalikan tiga pisau cahaya dengan leluasa.


Tampa terasa Fadil sudah melakukan perjalanan selama dua hari, selama diperjalanan Fadil hanya tidur diatas dahan pohon besar dan mandi disungai yang dia temukan dan tidak lupa mengambil tanaman untuk disuling menjadi pil.

__ADS_1


Perjalanan Fadil saat siang hari ketiga mendapatkan sedikit masalah karena dihadang oleh sekelompok pemuda yang arogan, mereka berjumlah lima orang saja, sepertinya mereka adalah pejuang muda yang akan ikut pendaftaran murid baru sekte pedang cahaya.


Kelima pemuda itu hanya berada diranah Inti perunggu, yang tinggi tingkat kultivasi nya berada diranah inti perunggu tahap akhir dan 2 orang inti perunggu tahap menengah, namun sikab sombong mereka lebih tinggi dari kultivasi nya sendiri.


Bagi manusia biasa mungkin mereka lah yg terkuat, tapi bagi Fadil mereka hanyalah semut yang tidak tau tinggi nya gunung..Aseeek.


Karna mereka tau hanya pejuang yang memakai cincin ruang, yang mereka tidak tau adalah yang mereka singguh memiliki kekuatan jauh diatas mereka, bagaikan langit dan bumi, waupun mereka menang jumlah, itu bukan lah masalah mengigat Fadil mempunyai berbagai macam jurus.


Mereka dengan arogan meminta Fadil menyerahkan cincin ruang nya.


''He bocah, serahkan cincin ruang mu,cepat..'' teriak pemuda yang terkuat diantara mereka sambil mengadahkan telapak tangannya.


''Kalau saya tidak mau kenapa..'' balas Fadil santai dengan ekspresi mengejek.


Pemuda itu menggertakan gigi nya karna merasa diremehkan'' kurang ajarrr, apa kau tidak tau siapa kami hah..'' teriak pemuda itu dengan emosi dan tangan terkepal.


''Saya tidak tau, dan tidak mau tau, sebaiknya kalian pergi sebelum menyesal..'' balas Fadil acuh tak acuh.


''Hajar diaaa, jangan beri ampun, tapi sisahkan nyawanya untukku..'' teriak pemuda itu pada kelompok nya.


Sontak saja empat orang mulai berlari ke arah Fadil sambil memperlihatkan kultivasi mereka.


Dengan santai Fadil mengelak dan membalas dengan pukulan tepat diarea telinga pemuda itu.


''Aarrhgg...'' teriak pemuda itu memegangi area kepala nya sebelah kiri.


Terlihat darah menetes dari lubang telinga pemuda itu karna kuatnya pukulan yang Fadil berikan, pemuda itu terkapar pingsan.


Sontak ketiga pemuda yang tersisa lansung berhenti berlari dan waspada, karna yang mereka lawan bukanlah pejuang pemula seperti mereka.


Fadil yang melihat ini lansung mengeluarkan tiga pisau cahaya dan mengalirkan qi pada pisau itu, terlihat pisau mulai bercahaya dan melayang disekitar Fadil.


Keempat pemuda yang melihat ini hanya membelalakan mata dengan kaki yang bergetar karna ketakutan.


Fadil dengan santai mengendalikan ketiga pisau cahaya, ketiga pisau itu melesat kearah lawan nya, Fadil tidak berniat membunuh lawan nya, hanya sekedar memberi pelajaran saja bahwa mereka telah salah memilih lawan.


Keempat pemuda itu sudah tersungkur dengan kaki dan tangan yang suda ditembus oleh pisau cahaya Fadil.

__ADS_1


Melihat lawan nya sudah dilumpuhkan, Fadil berjalan kearah pemuda yang terkuat disana, Fadil mengambil cincin ruang mereka dengan santai.


''Saya anggap kelima cincin ini untuk kompensasi karna kalian salah menyinggung orang..'' ucap Fadil yang sedang mengambil kelima cincin ruang kelompok pemuda itu.


Keempat pemuda yang masih sadar hanya diam dan tidak berani melihat kearah Fadil yang mengambil cincin mereka, karna mereka sadar sudah salah menyinggung orang.


Sesudah mengambil cincin, Fadil melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda tadi, Fadil mengunakan langkah cahaya dan mengaktifkan mata cahaya agar bisa melihat benda yang berharga.


Dari kejauhan suda terlihat gedung-gedung yang menjulang tinggi menandakan dia sudah dekat dengan Kota Baja.


Tidak lupa Fadil mengambil tanaman untuk disuling menjadi pil yang akan digunakan atau dijual nantinya.


Sekitar 20 menit berlalu, Fadil sudah sampai DiKota Baja, dia lansung mencari Hotel untuk menginap.


Sampai dihotel Fadil memesan salah satu kamar disana.


''Apakah masih ada kamar yang kosong mbak..'' tanya Fadil pada wanita resepsionis itu.


''Hanya ada beberapa kamar vip yang tersisa tuan, itu karna adanya acara perekrutan murid baru sekte pedang cahaya tuan, sehingga banyak yang menginap dihotel kami..'' jawab wanita resepsionis yang bernama seli dengan ramah.


''Baiklah mbak, berapa sewa kamar vip untuk tiga malam nya mbak..'' tanya Fadil sambil mengambil uang dalam cincin ruang nya.


''Untuk tiga malam tuan hanya membayar sebanyak 3 juta rupiah tuan, itu sudah termasuk untuk makan siang dan makan malam tuan..'' balas Seli menjelaskan sambil tersenyum manis.


Fadil menyerahkan uang 3 juta rupiah kepada seli dan mengambil kunci kamar, seli pun mengantar Fadil kearah kamar yang dia pesan.


''Ini kamar anda tuan..'' ucap seli dengan ramah sambil tersenyum.


''Terimakasih..'' balas Fadil sambil tersenyum juga.


Fadil lansung Masuk kedalam kamar dan berbaring sebentar untuk melepaskan lelah.


Setelah berbaring selama 30 menit, Fadil segera membersihkan diri dan berganti pakaian, Fadil berencana melihat-lihat Kota Baja pada saat malam harinya.


*


*

__ADS_1


*


**Yuk koment biar author semangat up nya**


__ADS_2