KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Mengajari Sentia Jurus Pisau Cahaya


__ADS_3

Malam harinya setelah para pengawal sentia datang dengan membawa semua barang sudah dibeli, para pengawal termasuk Fadil ikut membantu memasukan barang-barang yang dibeli kedalam toko, hanya sentia yang sdang bersantai sambil memperhatikan Fadil dari tadi.


Fadil juga mengatahui kalau sentia terus memperhatikan dirinya, namun dia tidak terlalu menghiraukannya.


Setelah semua barang sudah dimasukan kedalam toko, para pengantar barang itupun membubarkan diri, sekarang yang tersisa hanya Fadil, Sentia dan para pengawal.


Sentia menyuruh para pengawalnya untuk mencari penginapan didekat toko, setelah itu dia dan Fadil menutup pitu toko dan berjalan menuju lantai dua, sampai dilantai dua Fadil masuk kedalam ruangan dan diikuti oleh sentia.


Fadil merebahkan dirinya diatas kasur karna merasa lelah sehabis memindahkan barang dari dalam mobil ke dalam toko.


Sentia yang melihat Fadil tiduran, dia tidak mengganggu nya dan ikut merebahkan diri disamping fadil, mereka terlelap bersama.


**


Pagi harinya Fadil dan sentia bangun bersama, setelah mereka membersihkan diri, sentia turun kelantai pertama dan menyuruh pengawalnya membeli sarapan.


Dia kembali naik kelantai dua.


''Gege, apakah hari ini gege jadi mengajarkan sen'er jurus pisau terbang..'' tanya sentia sambil mengedipkan matanya.


''Tentuu, sehabis kita sarapan yah..'' ucap Fadil sambil mengusap kepala sentia dan diangguki sentia sambil tersenyum manis.


Selang beberapa waktu, pengawal sudah kembali membawa sarapan berupa bubur ayam dan berbagai cemilan dan minuman.


Mereka makan bersama dengan lahap sambil sesekali tertawa.


Selesai makan, fadil mengajak sentia keruangan berlatih.


Sampai disana, Fadil menyuruh sentia duduk bersila dan menyerahkan kitab warna perak kepada sentia.


''Sen'er harus mempelajari cara-cara mengontrol energi qi dan memahami teknik yang digunakan untuk mengendalikan pisau cahaya..'' ucap Fadil menjelaskan kepada sentia cara memperlajari dan memahami jurus pisau cahaya.


''Baik gege..'' balas Sentia dengan semangat.


Sentia terlihat fokus melihat kitab perak itu sambil sesekali mengangguk, Fadil yang melihat itu hanya tersenyum, dia sangat kagum dengan sentia karna semangat dan tekadnya yang kuat.


Setelah mempelajari serta cukup memahami cara mengontrol energi qi pada pisau cahaya selama satu jam, sentia ingin mencoba mengendalikan satu pisau cahaya.


Fadil memberikan satu buah cincin ruang tingkat emas kepada sentia.

__ADS_1


''Didalam cincin ruang ini ada lima pisau yang gege berikan kepada sen'er untuk digunakan nanti..'' ucap Fadil menjelaskan sambil memberikan satu buah cincin emas kepada sentia.


Sentia terlihat sangat bahagia menerima itu.


''Bagaimana cara menggunakannya gege..'' tanya sentia bingung.


''Sen'er harus meneteskan dara sen'er terlebih dahulu, setelah itu coba sen'er alirkan energi qi pada cincin ruang itu, maka apa yang ingin sen'er ambil akan keluar sendiri dari dalam cincin..'' ucap Fadil menjelaskan cara menggunakan cincin ruang keada sentia.


Sentia lansung saja menggigit jarinya, lalu meneteskan darahnya pada cincin, otomatis cincin bercahaya sebentar lalu mulai meredup kembali.


Setelah itu Fadil menyuruh sentia mengalirkan energi qi pada cincin itu.


''Coba sen'er alirkan energi qi pada cincin ruang itu..'' ucap Fadil dan diangguki oleh sentia.


Sentia mengalirkan energi qinya pada cincin ruang dan membayangkan pisau cahaya, otomatis pisau cahaya keluar sebanyak lima bilah pisau.


Mulut sentia membulat karna terkejut cara kerja cincin ruang, lalu menggambil satu pisau dan menggengamnya.


''Coba sen'er alirkan energi qi pada pisau itu dan cobalah untuk mengendalikannya sesuai keingin sen'er..'' ucap Fadil menjelaskan.


Sentia segera mengalirkan energi qi pada pisau cahaya, tampak pisau itu bercahaya warna perak dan mulai melayang dihadapannya.


Fadil sangat kagum dengan pencapaian yang diperoleh sentia.


Sentia mulai mengendalikan pisau cahaya, terlihat pisau itu terbang mengelilingi dirinya, dia sangat takjub melihat pisau itu bergerak sesuai keinginannya.


''Selamat sen'er, karna sudah bisa mengendalikan pisau cahaya, sen'er harus sering berlatih dengan giat..'' ucap fadil sambil tersenyum.


''Baik gege,, dan terimakasih gege sayang..'' balas sentia sambil memberikan bonus ciuman hangat pada Fadil.


Fadil mengeluarkan beberapa batu roh yang dia beli dipelelangan waktu itu, lalu memberikan kepada sentia.


''Sen'er, cobalah untuk menyerap batu ini, dengan begitu tingkat kultivasi sen'er akan meningkat dengan cepat ..'' ucap Fadil dan memberikan kepada sentia.


''Terimakasih gege..'' balas sentia sambil tersenyum dan diangguki oleh Fadil.


Setelah itu sentia lansung memulai meditasinya sambil menggenggam beberapa batu roh untuk diserap.


Fadil yang melihat sentia sudah fokus dalam meditasinya bergegas pergi ke lantai bawah, dia sebenarnya ingin membuka tokonya hari ini, tapi karna dia sudah berjanji untuk menjarkan sentia jurus pisau cahaya, terpaksa harus ditudah dahulu.

__ADS_1


''Besok saja aku mulai membuka toko ini, hari ini aku ingin mempekerjakan beberapa karyawan wanita untuk membantuku mengurus toko ini..'' batin Fadil sambil berjalan kelantai satu.


Sesampainya dilantai satu, fadil melihat para pengawal sentia duduk santai sambil mengobrol bersama.


Fadil ikut duduk bersama mereka.


''Tuan fadil, kapan rencana toko ini mulai beroperasi..'' tanya pemimpin pengawal yang bernama beni.


''Rencananya hari ini, tapi sentia ingin saya mengajarkannya beberapa jurus untuk melindungi diri..'' jelas fadil sambil melirik kearah beni.


''Terpaksa besok saya baru mulai membuka toko ini, tapi hari ini saya ingin mencari beberapa karyawan wanita untuk membantu mengurus toko..'' ucap Fadil mengutarakan niatnya.


''Kalau begitu biar kami saja yang mencari beberapa karyawan untuk tuan Fadil, kebetulan kami memiliki beberapa kenalan yang kebetulan ingin mencari pekerjaan..'' balas beni memberikan solusi pada Fadil.


''Baiklah kalau begitu, maaf sudah merepotkan kak beni sebelumnya..'' ucap Fadil tidak enak hati.


''Tidak masalah tuan Fadil, ini sama saja kami membantu tuan putri kami..'' balas beni sambil tersenyum.


Fadil hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dia mengingat sentia masih berkulivasi dilantai kedua.


''Kak beni, saya keatas dulu mau melihat sentia berkultivasi..'' ucap Fadil sambil berdiri dan diangguki oleh beni.


Fadil melangkah kelantai dua untuk memantau perkembangan sentia, karna bisa saja sentia menyerap energi qi dalam batu secara besar-besaran dan itu tidaklah bagus untuk sentia.


Sampai dilantai dua, Fadil melihat sentia masih baik-baik saja, dia pun menghela nafas lega setelah melihat tidak terjadi hal buruk pada sentia.


Dia duduk tidak jauh dari sentia dan ikut melakukan meditasi, karna saat ini dia tidak boleh terlalu santai, bisa saja sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya sendiri atau pada sentia.


Mengingat itu, Fadil menjadi optimis ingin meningkatkan kekuatannya untuk menjaga sentia dan dirinya.


Niat Fadil memang bagus untuk meningkatkan kekuatannya lebih tinggi lagi, karna masih ada kekuatan yang tersembunyi yang tidak diketahui Fadil, bahkan author oun tidak tau..hahahahhaa


**


Seperti apa kelanjutannya, ikuti terus KUTIVATOR MODERN biar tidak ketinggalan ceritanya.


*

__ADS_1


*


**Yuk koment biar author semangat upload**


__ADS_2