KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Hari Pembukaan Pavilium


__ADS_3

Setelah acara lelang berakhir, Fadil dan sentia lansung kembali pulang, diperjalanan sentia tak henti-hentinya tesenyum, saat ini suaaana hatinya sangat senang atas pemberian dua item dari Fadil, dia akan menjaga kedua benda itu dengan senuh hati.


''Gege, terikasih banyak sudah membelikan sen'er hadiah ini..'' ucap sentia sambil tersenyum manis, dia memeluk kedua benda itu.


''Sama-sama sen'er, sepertinya gege sudah dikalahkan oleh benda itu..'' ucap Fadil dengan wajah yang cemberut.


Sentia terkekeh kecil lalu memeluk lengan Fadil sambil memcium pipinya.


''Gak akan ada yang bisa menggantikan gege..'' balas sentia dengan manja sambil tersenyum manis.


Mereka sangat serasi, yang satu tampan dan kuat yang satunya lagi cantik, manis dan semuanya deh, malas bilang satu-satu😅


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai ditoko, Fadil lansung memasukan mobil sentia kedalam garasi, terlihat ada 2 mobil yang masih parkir disana, itu adalah mobil pengawal sentia.


Mereka turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam toko.


''Selamat datang tuan fadil dan tuan putri..'' ucap beni sambil berdiri diikuti oleh bawahannya.


''Terimakasih kak beni, apakah toko aman terkendali..'' tanya Fadil lalu duduk bersama sentia.


Mereka lalu mengobrol tentang acara lelang tadi, fadil menceritakan semuannya, beni dan bawahan lain hanya mangut-mangut sambil sesekali tertawa mendengar cerita Fadil saat bersitegang dengan tetua sekte pedang cahaya.


''Ooh ya kak beni dan lainnya, apakah kalian ingin menjadi pejuang..'' tanya Fadil memberi tawaran pada pengawal sentia.


''Apakah kami bisa menjadi seorang pejuang tuan Fadil, kami tidak mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kultivasi..'' jawab beni sambil geleng-geleng.


''Tentu saja bisa kak beni, kalau kalian mau, besok aku akan mengajari kalian dasar-dasar kultivasi, setelah kita meresmikan pavilium ini..'' ucap Fadil sambil tersenyum.

__ADS_1


Beni dan bawahannya nampak berbinar mendengar itu.


''Baiklah tuan Fadil, kami sangat ingin menjadi pejuang, mohon bimbingannya tuan Fadil..'' ucap beni sambil menundukan kepalanya diikuti oleh kekempat bawahannya.


''Jangan sungkan kak beni, ini semua juga demi melindungi sentia dan diri kalian sendiri..'' balas Fadil dan diangguki oleh mereka berlima.


Sentia yang mendengar ucapan Fadil tadi, merasa terenyuh hatinya, lalu memeluk lengan Fadil dengan erat.


''baiklah kak beni, kami ingin istirahat dulu, beaok adalah hari peresmian pavilium..'' ucap Fadil lalu berdiri, beni dan bawahannya hanya mengangguk.


Ternyata mereka lebih memilih tidur ditoko, disana sudah disediakan dua ruangan untuk tempat istirahat mereka.


Fadil dan sentia masuk kedalam kamar, terlihat sentia masih menempel pada fadil..


''Ayo sayang kita tidur, besok adalah hari peresmian pavilium kita..'' ucap Fadil lalu menggendong sentia keatas kasur layaknya tuan putri.


Mereka tertidur bersama dengan nyenyak.


**


Pagi harinya, mereka bangun dan mandi bersama, itu adalah rutinitas mereka, kadang mereka akan saling memanjakan diri didalam kamar mandi, apalagi sentia,dia selalu memainkan tongkat besar fadil sampai keluar, selalu seperti itu setiap mandi bersama dipagi hari, ntah karna pengen atau sudah tidak tahan tidak ada yang tau, bahkan author pun tak tau😅


Setelah mereka selesai berganti pakaian, kedua insan itu melangkah kelantai satu, dan sudah disambut oleh pengawal sentia dan lima orang wanita muda yang akan bekerja disini..


''Selamat pagi tuan Fadil Dan tuan putri..'' sapa mereka serempak, fadil dan sentia hanya menganguk sambil tesenyum.


''Hari ini adalah hari peresmian pavilium, sebarkan berita pada seluruh benua pusat, bahwa pavilium kita akan menjual pil tingkat tinggi..'' titah Fadil terlihat beribawa.

__ADS_1


''Baik tuan Fadil, akan segera kami laksanakan..'' ucap mereka serempak.


''Ambil ini untuk biaya pemberitaan itu, sisanya jadikan untuk keuangan pertama pavilium, kalau bisa coba kalian tanyakan toko atau pedangang yang menjual tanaman herbal dalam jumlah banyak, kalau ada lansung saja beli untuk persedian membuat pil nantinya..'' titah Fadil sambil memberikan satu cincin ruang kepada salah satu wanita itu, dia bisa merasakan aura kultivasi dari wanita itu.


''Kamu pasti tau cara menggunakannya kan..'' tanya Fadil lalu diangguki oleh wanita itu yang bernama sisi.


Sisi berada diranah inti perunggu tahap menengah.


''Baiklah, pavilium sudah resmi dibuka, mohon kerjasamanya teman-teman..'' ucap Fadil lalu diiringi tepuk tangan dari mereka.


Berita sudah tersebar keseluruh benua pusat, semua yang diperintahkan fadil tadi sudah mereka laksanakan, tanaman herbal untuk membuat pil sudah dibeli lalu disimpan diruangan lantai dua, lumayan banyak yang membeli dihari pertama.


Fadil memperoleh keuntungan penjualan pil dihari pertama sebesar 500 juta.


Sebenarnya saat waktu senggang Fadil selalu membuat pil, dia sudah menghabiskan semua herbal yang dia dapatkan selama perjalanannya dulu, dan dibuat kan menjadi pil sebanyak 1000 masing-masing pil


Pembeli masih berdatangan sampai sore,


Sedangkan siang harinya Fadil dan sentia serta beni dan bawahannya berada dilantai dua, Fadil mengajarkan pengawal itu dasar-dasar kultivasi selama beberapa jam, setelah mereka mengerti, dia membiarkan pengawal itu untuk mencoba menerobos tingkat kultivasi mereka.


Fadil dan sentia kembali turun dan duduk disofa sambil melihat pembeli yang sedang mengantri....


*


Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya..


*

__ADS_1


__ADS_2