
Fadil terus melesat menelusuri lorong-lorong itu sambil melihat sekitarnya, siapa tau ketemu harta lagi.
Dalam perjalanan melewati lorong itu, Fadil selalu meningkatkan kewaspadaannya, karna siapa yang tau bahaya yang akan, apalagi dia sudah ditargetkan oleh para tuan muda keluarga besar.
*
Ditempat lain, para tuan muda itu juga mencari keberadaan Fadil, mereka saling berbagi informasi untuk menemukan Fadil dengan cepat.
''Jangan lupa memberi informasi kalau bocah itu sudah ketemu'' ucap tuan muda keluarga fang yang memang terdengar sangat arogan, dia bernama fang lin.
''Baik tuan muda, kami akan mencari bocah itu kesegala penjuru reruntuhan kuno ini'' ucap bawahan fang lin.
''Aku tidak butuh omongan, aku butuh tindakan, cepat pergilah, aku tidak kata gagal'' teriak fang lin geram.
''Baik tuan muda, ayo kita bergerak'' ucap pemuda itu lalu memberikan perintah pemuda lainnya untuk bergerak.
Begitulah sifat para tuan muda keluarga besar itu, mereka hanya mengandalkan nama besar keluarganya saja.
*
Kembali ketempat Fadil.
Fadil saat ini sudah dekat dengan pintu besar itu, tidak jauh didepan nya Fadil melihat seperti ruang kendali dan terlihat sebuah kartu yang tergantung disana, kartu itu sebesar kartu pelelangan yang biasa dia gunakan.
Terlihat kartu itu berwarna biru dengan pola-pola aneh dipermukaan kartu, dan setiap polanya akan memancarkan warna berbeda secara bergantian, Fadil mengambilnya dan memaaukan nya kedalam cincin, siapa tau kartu itu dapat mempermudah perjalanannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Fadil sudah sampai didepan pintu besar itu, tingginya hampir 4 meter dan lebarnya 2 meter.
''Apakah tempat ini dihuni oleh ras raksasa, sehingga pintunya angat besar'' pikir Fadil sambil memperhatikan pintu besar itu.
Disudut pintu terlihat seperti panel, Fadil bejalan kesana, lalu memperhatikan permukaan panel itu.
''Apakah kartu tadi adalah akses untuk membka pintu ini'' pikir Fadil sambil memegang kartu setelah mengambil dari cincin ruangnya.
Lalu Fadil mencoba menempelkan kartu itu pada panel didepannya.
Ting
Swooossshh
Terdengar seperti gas dilepaskan saat panel itu bereaksi saat kartu tadi ditempelkan, perlahan pintu besar itu terbuka dengan sendirinya, lalu Fadil melangkah masuk dengan hati-hati sambil memperhatikan sekitarnya dengan mata cahaya.
Fadil mebuka lemari kaca dengan mudah, lalu memperhatikan armor itu dengan mata cahaya, dia bisa melihat kalau bahan yang digunakan untuk membuat armor itu tidak ada dibumi ini, dan bisa dipastikan kalau reruntuhan kuno ini adalah peradaban yang berada diluar angkasa sana.
Tanpa sengaja Fadil menyentuh armor itu, terlihat perubahan setelah Fadil menyetuhnya, armor itu memancarkan warna emas dan terpecah menjadi serpihan rubix dengan ukuran kecil, lalu mengelilingi tubuh Fadil.
''Kenapa ini, ada apa dengan armor ini'' ucap Fadil panik karna armor itu terpecah dan mengelilingi nya.
Fadil mencoba keluar dari pecahan armor itu dengan segenap kekuatannya, tetapi tidak berhasil, secara perlahan sepihan rubix itu mulai menempel pada tubuh Fadil, semakin banyak dan semakin cepat serpihan rubix itu menempel, sampai akrhirnya Fadil sudah ditutupi oleh armor itu.
Fadil melihat seperti hologram yang terpampang didepannya, tapi sebenarnya hologram itu hanya dia sendiri yang melihatnya, setelah itu muncul hologram wanita didepannya.
__ADS_1
'' Halo tuan, saya adalah sistem pemandu armor dewa emas ini, dan nama saya adalah Re'' ucap Re memperkenalkan dirinya.
'' Aah, kamu mengagetkanku saja, apakah armor ini sangat kuat'' tanya Fadil sambil melihat tangannya yang dibungkus armor.
''Armor ini sangatlah kuat tuan, pertahanan armor ini mencakup 100% melindungi tubuh tuan tampa celah'' ucap Re menjelaskan, Fadil sangat takjub mendengar penjelasan Re tadi.
'' Oh ya Re, apakah aku dapat membawa semua harta disini termasuk kelima armor itu'' tanya Fadil yang terdengar serakah.
'' Tuan bisa mengambil semua yang ada disini, karna semua harta ini sudah ditinggal mati oleh pemiliknya ''ucap Re menjelaskan kalau dulu reruntuhan ini mempunyai penghuni.
Fadil hanya mengangguk lalu menyerap semua harta disana termasuk kelima armor itu kedalam cincin ruangnya.
''Apakah aku harus berpenampilan seperti ini Re'' tanya Fadil sambil mengankat kedua tangannya.
'' Tuan bisa mengubah armor ini menjadi cincin atau jam, karna armor ini sudah menyatu dengan tuan, dan armor ini akan terpasang dengan sendirinya saat sensor armor merasakan bahaya'' jelas Re pada Fadil.
Lalu Fadil merubah armor itu menjadi jam tangan yang sangat keren. tapi Fadil masih bisa berkomunikasi dengan Re, walaupun armor berubah menjadi jam.
*
*
Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya...
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komen dan vote yah, karna itu sangan author butuhkan, terimakasih... *_*