
Menjelang malam, Fadil dan sentia sudah bangun merekapun membersihkan diri bersama dikamar mandi, layaknya suami istri, setelah mandi mereka memakai pakaian, setelah itu mereka turun ke lantai satu.
Dibawah, mereka sudah ditunggu oleh beni dan bawahannya.
''Apakah tuan Fadil dan tuan putri mau berangkat..'' tanga beni sambil berdiri dari duduknya dan diikuti bawahannya yang lain.
''Iya kak beni, tolong jaga toko ini selama kami keluar yak kak..'' ucap Fadil minta tolong pada beni untuk menjaga tokonya.
''Serahkan saja pada kami tuan Fadil, oh yah tuan fadil, tadi saya mendapat berita kalau malam ini juga ada acara lelang dipusat kota, tuan putri juga tau tempat lelang itu..'' ucap beni memberikan informasi yang dia dapatakan tadi.
''Baiklah kak, terimakasih infonya kak, kami pergi dulu..'' ucap Fadil lalu melangkah keluar dengan sentia menggandeng lengannya.
Mereka diantar oleh beni dan yang lainnya sampai ke mobil sentia.
Fadil membukakan pintu untuk sentia layaknya melayani tuan putri, sentia hanya tersenyum manis mendapat perlakuan seperti itu.
Kali ini Fadil yang membawa mobil, sebenarnya fadil sangat mahir membawa mobil, karna dulu sebelum kerja direstoran dia adalah joki balap liar yang sering diadakan oleh anak orang kaya dan fadil selalu diminta untuke jadi joki mobilnya.
Mobil mereka melaju sedang membela keramaian pusat kota yang terlihat hidup walaupun malam hari.
''Apakah sen'er tau dimana letak rumah lelang itu, gege rasa kita akan mendapatkan barang bagus malam ini..'' ucap fadil menanyakan arah tempat lelang.
__ADS_1
''Tau gege, karna rumah lelang itu milik orang tua teman sen'er gege..'' jelas sentia sambil memeluk lengan Fadil.
''Baiklah,, tunjukan jalannya sen'er..'' ucap Fadil dan diangguki oleh sentia.
Belasan menit terlewati, mereka sudah sampai diparkiran rumah lelang, setelah memarkirkan mobilnya, mereka turun dari mobil dan belangkah menuju tempat masuk rumah lelang dengan sentia menggandeng lengan Fadil dengan manja.
Sampai didepan pintu masuk, mereka dihentikan oleh petugas yang menanyakan indentitas mereka.
Sentia memberikan kartu warna ungu yang bertuliskan nama rumah lelang, RUMAH LELANG PUSAT, petugas yang melihat kartu itu langsung bersikap hormat, dan mengulurkan tanganya menyuruh mereka masuk.
Sampai didalam, mereka diarahkan oleh pelayan wanita menuju salah satu ruangan vip disana.
''Silahkan tuan muda dan nona muda masuk kedalam..'' ucap pelayan dengan ramah menyuruh mereka masuk.
Dia lansung duduk dengan sentia yang duduk diebelahnya sambil menggandeng lenganya dengan manja.
Karna para tamu masih belum datang semua, mereka hanya mengobrol sambil sesekali berciuman karna sentia sudah kecanduan ciuman dengan gadil.
Selang beberapa menit, semua tamu sudah datang, mereka merupakan orang-orang kaya yang berpengaruh.
Tampak seorang seorang wanita berpakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya melangkah keatas panggung.
__ADS_1
''Selamat malam semuanya, selamat datang dirumah lelang pusat, nama saya adalah luci, saya pembawa acara lelang malam ini, mohon kerjasamanya untuk tetap bermain aman disini..'' ucap luci menjelaskan dan memperingati agar tidak mencari masalah didalam rumah lelang.
''Baiklah, kami akan melelang 10 item berbeda, lima item merupakan properti dan lima item lagi untuk para pejuang, mari kita masuk item pertama..'' teriak luci sambil bertepuk tangan tiga kali.
Terlihat seorang wanita membawa kotak yang lumayan panjang, dan meletakannya diatas meja disana.
Luci membuka kotak itu terlihat sebilah pedang dengan panjang sekitar 70 centimeter dengan gagang berbentuk kelopak mawar.
''Ini adalah pedang mawar, pedang ini kami temukan didalam makan kuno, kualitas pedang ini sangat bagus, pedang ini sangat cocok digunakan oleh wanita, untuk harga pertamanya adalah 10 juta rupiah, untuk kenaikannya adalah 1 juta tidak boleh kurang,,, dengan ini lelang dimulai..'' teriak luci dengan semangat.
Sentia yang melihat pedang itu dengan mata yang berbinar lalu melihat kearah Fadil sambil mengedip-ngedipkan kan matanya sambil memelas.
Fadil terkekeh melihat sentia seperti itu, sebenarnya dia juga berniat menghadiahkan pedang itu untuk sentia.
Perang harga pun dimulai...
**
Seperti apakah kelanjutannya, mari ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita serunya Fadil dan Sentia....
*
__ADS_1
*
**Yuk koment biar autor semangat upload**