KULTIVASI MODERN

KULTIVASI MODERN
Sampai Dibenua Pusat


__ADS_3

Pagi harinya, Fadil sangat terkejut mendapat sentia sudah tidur dengan lelap dipelukannya, dia ingin membangunkannya tapi diurungkan melihat sentia tertidur dwngan lelap, Fadil pun menikmati pelukan hangat sentia sambil melihat wajah cantik yang sudah meluluhkan hatinya.


Nampak sekali wajah sentia sangat damai dalam lelapnya, Fadil mengecup kening sentia dengan lembut tapi setelah itu Fadil mendapatkan sentia sudah menatapnya dengan hangat lalu sentia mencium bibir Fadil dengan intens, Fadil mendapatkan perlakuan seperti itupun membalas ciuman sentia.


Mereka berciuman dengan ganas, tapi Fadil segera menyadarkan sentia.


''Sen'er, sudah cukup untuk hari ini, jangan dilanjutkan dulu yah, gege takut kebablasan, gege ingin menjaga kamu sampai kita menikah..'' ucap Fadil setelah melepas ciumannya.


''Baiklah gege, itu adalah ciuman pertamaku..'' balas setia, dia paham kenapa Fadil tidak mau melanjutkan ciumannya.


''Gege mau mandi dulu..'' ucap Fadil sambil berdiri, sentia melihat tubuh berotot Fadil tampa berkedip.


''Gegeee,, boleh kah aku ikut mandi bersama gege..'' ucap sentia sambil memelas yang terlihat sangat imut.


''Boleh,, tapi sesudah kita menikah, oke..'' balas Fadil terkekeh lalu berlari kekamar mandi, meningalkan sentia yang menggembungkan pipinya.


''Qwas saja gege nanti..'' ucap sentia dalam hati, dia berniat mengoda Fadil nanti.


**


20 menit kemudian Fadil keluar dari kamar mandi, dia hanya menggunakan handuk yang terlilit dipinggangnya, tapi baru selangkah keluar dari kamar mandi, Fadil lansung didorong oleh sentia kedalam kamar mandi.


Setelah Fadil kembali masuk dalam kamar mandi, sentia juga ikut masuk, dia juga hanya memakai handuk yang terlilit diatas dadanya.


Fadil yang melihat sentia hanya memakai handuk, dia menelan ludahnya, sentia menyeringai melihat Fadil tergoda olehnya.


Sentia maju perlahan kedepan Fadil, sontak juga Fadil mundur perlahan dan berbicara.


''Sen'er, kendalikan dirimu..'' ucap Fadil menenangkan sentia.


''salahkan diri gege karna sering mengodaku..'' balas sentia santai sambil menyeringai.


Fadil kembali menelan ludahnya.


Sesampai didepan Fadil, sentia lansung memeluk Fadil dan mencium perut dan dada Fadil, Fadil pun hanya pasrah saat sentia seperti itu, percuma Fadil bicara sentia tidak akan mendengarnya.


Sesudah sentia menciumi dada dan perut Fadil, sentia mencium bibir Fadil dengan bergairah, Fadil pun spontan membalas ciuman itu, sesuatu suda menonjol dari bawah, sentia merasakan sesuatu yang menusuk atas pahanya, tangan sentia mulai beraksi dia memasukan tangannya kedalam handuk Fadil, dia memegang sesuatu yang sebesar lengannya yang sudah sangat keras lalu memainkannya dengan lembut.

__ADS_1


Fadil dibuat tidak karuan akibat perlakuan sentia, dia sudah tidak bisa menahan hasratnya, tangan Fadil yang belum tebiasa akan hal itupun seperti punya pikirannya sendiri, dia meremas bokong sentia dan menciumi sentia dengan gairah yang sudah diubun-ubun.


Sentia yang mendapatkan respon dari Fadil pun semakin menjadi, dia membuka handuk Fadil dan memainkan tongkat Fadil dengan tempo yang sedang, Fadil sangat menikmati permainan sentia, dia juga *******-***** pantat sentia sesekali jarinya memasuki lembah surga yang sudah mulai basah.


Sambil berciuman, Fadil dan Sentia melakukan perannya masing-masing, selang beberapa lama, Fadil sudah sampai kepuncaknya karna sentia terus memainkan tongkatnya dengan lebut.


''Sayang, aku sudah mau keluar..'' ucap Fadil melepaskan ciumannya dan melihat sentia menikmati tokatnya yang dimainkan.


Mendengar ucapan Fadil, Sentia mempercepat tempo nya, lalu sentia berjongkok kedepan tongkat Fadil.


''Punyamu sangat besar gege..'' ucap sentia melihat tongkat Fadil berdiri dengan. sombongnya


Fadil hanya menikmati tampa mereapon ucapan sentia.


Selang beberapa waktu, tongkat Fadil menyemburkan cairan putih tepat kemulut sentia, terlihat sentia masih memainkan tongkatnya dengan tempo yang lambat.


Nafas Fadil terengah-engah usai dia keluar.


''Apakah gege menikmatinya..'' ucap sentia berdiri, terlihat sekitar mulutnya penuh dengan cairan putih.


''Sangat nikmat sen'er, terimakasih..'' balas Fadil sambil tersenyum dan diangguki oleh swntia sambil tersenyum.


Mereka berdua mandi bersama, setelah melakukan hal semi.


Setelah mandi, mereka mangganti pakainnya, setelah itu mereka pergi mencari sarapan direstoran kapal.


''Gege mau pesan apa..'' tanya sentia.


''Gege pesan nasi goreng spesial saja dengan minuman teh hangat..'' balas Fadil.


Selama menunggu makanan, Mereka mengobrol santai dan sesekali mereka tertawa bersama, tidak lama kemudian pesenan mereka datang, lalu mereka makan bersama.


**


Ditempat lain, anggota mafia naga hitan yang disuruh atasannya untuk melacak keberadaan sentia mulai menyebar, mereka terbagi menjadi 5 kelompok sesuai banyak atasan mereka yang merupakan petinggi mafia naga hitam.


Mereka memakai pakaian hitam dengan kacamata hitam sebagai ciri khas mereka, biar nyali orang yang melihatnya menjadi ciut.

__ADS_1


Kelompok itu saling bekerja sama untuk melacak dan menangkap sentia, karna mereka tau, menangkap sentia cukup sulit karna sudah pasti sentia memiliki pengawal disampingnya.


Kembali ketempat Fadil dan sentia.


''Gege sebentar lagi kita akan sampai dipelabuhan benua pusat, apakah gege singgah kerumahku atau gege lansung melihat toko yang aku miliki..'' tanya sentia sambil memeluk tangan Fadil dengan manja.


Memang sejak mereka berdua melakukan hal itu, mereka terlihat lebih menempel.


''Hmm, kita lansung ketoko saja dulu, gege ingin melihat apa saja yang perlu ditambahkan untuk membuka pavilium..'' jawab Fadil santai sambil mengelus pipi sentia dan diangguki oleh sentia.


''Baiklah, sen'er akan mengikuti kata gege..'' ucap sentia dengan manja.


Setelah mereka selesai makan, mereka hanya mengobrol santai, sesekali tertawa bersama.


Setelah satu jam lebih setelah mereka sarapan, kapal yang mereka tumpangi sudah bersandar dipelabuhan, Fadil dan Sentia memasuki mobil mulai keluar dari dalam kapal.


Setelah memasuki jalan raya, mobil sport sentia melaju cukup cepat menuju toko yang sentia tawarkan kepada Fadil.


Dalam mobil mereka kembali mengobrol santai, tentang apa saja yang paling menonjol dibenua pusat, Sentia menceritakan semuanya kepada Fadil, terutama tentang nama mafia naga hitam yang sudah semua orang dibenua pusat tau akan nama geng mafia itu.


Sentia juga bercerita tentang pengalaman nya yang pernah dikejar oleh geng mafia itu saat ingin menculik dirinya, beruntung saat itu sentia ditemani oleh salah satu jendral ayanya sehingga aksi penculikan itu gagal, namun tampak sentia terlihat ketakutan saat dia menceritakan kisahnya itu, Fadil yang melihat sentia ketakutan pun mulai berbicara untuk menenangkan sentia.


''Sen'er tenang saja, selama gege hidup, tidak seorang pun yang gege biarkan berniat atau bahkan menyetuh sen'er..'' ucap Fadil menenangkan sentia sambil mengelus pipi gadis itu.


''Uum um,, sen'er percaya sama gege..'' balas sentia mangut-mangut sambil tersenyum manis.


''Nanti setiap hari gege akan mengajarkan sen'er cara belkultivasi, supaya sen'er bisa membela diri..'' ucap Fadil sambil mengelus pucuk kepala sentia.


Sentia sangat senang mendengar Fadil akan mengajarinya berkultivasi.


''Apakah gege serius..'' ucap sentia memastikan dan dianguki oleh Fadil, lalu sentia menarik lengan Fadil lalu memberikan kecupan manis dibibir nya.


Fadil hanya tertawa kecil melihat kelakuan Sentia yang seperti itu..


**


Bagaimana kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnya.

__ADS_1


**Yuk koment biar author semangat upload**


__ADS_2