
Sehabis membuat pil untuk persedian perjalanan nya, Fadil teringat cincin yang dia ambil dari lima pemuda yang menghadangnya dulu.
Fadil mengeluar kan lima cincin emas, lalu mengeluarkan semua isinya, beberapa gepok uang tunai dan tanaman langkah serta emas yang berasal dari pemimpin kelompok itu, total uang yang Fafil dapatkan sekitar 100 juta lebih, belum tanaman serta emas itu.
Dari kejauhan, terdengar suara orang bertarung dan suara tembakan juga sesekali terdengar, Fadil menyimpan semua uang dan tanaman nya kedalam cincin ruang nya sediri lalu bergegas kesana dengan jurus langkah cahaya nya.
Sampai disana ternyata dijalan raya ada dua mobil sedan yang melindungi satu mobil sport yang dihadang oleh dua mobil jeep , Fadil melihat 20 orang menyerang tiga mobil itu, ada yang bertarung dengan mengunakan pukulan dan ada yang memakai senjata tajam sejenis katana dan pistol, para pengawal mobil sport juga demikian ada yang memakai katana dan juga senjata api.
Tembakan serta teriakan masih berlanjut, sudah ada beberapa orang yang tumbang dari kelompok pengawal itu, dan hanya menyisahkan 6 orang saja, sedangkan kelompok perampok itu belum ada yang tumbang, hanya terkena tembakan dikaki dan disebelah lengan saja.
Melihat perampok yang mendominasi, wanita yang didalam mobil sport itu keluar, dia berniat membantu para pengawal itu.
''Tuan putri, sebaiknya ada didalam saja, diluar sangat berbahaya..'' ucap salah satu pengawal pada wanita muda yang ternyata adalah Tuan Putri dari pusat.
''Tidak apa-apa paman, saya akan membantu dari sini, berikan aku pistol paman..'' ucap tuan putri meminta pistol pada pengawal itu.
Dengan ragu pengawal itu memberikan pistol pada Tuan putri itu.
**
Balik lagi ke Fadil, dia mulai melangkah dari belakang sambil memegang samurainya dan 4 buah pisau cahaya melayang-layang disekitarnya, Fadil mulai dengan menggabungkan langkah bayangan dengan jurus pedang bayangan serta jurus pisau cahayanya.
''Pedang bayangan..'' ucap Fadil dalam hati terlihat dua cahaya pedang melesat kearah perampok itu.
Sreett..
''Arrgggg..'' teriak perampok kesakitan karna tebasan pedang Fadil memutulkan tangan nya.
''Hati-hati dan tetap waspada, ada pejuang yang menolong mereka..'' ucap pemimpin perampok itu.
Para bawahan perampok itu mulai waspada dari dua arah yang berbeda.
Fadil mulai menyerang dari jarak dekat dengan langkah cahaya dipadukan dengan pedang bayangan, tidak lupa Fadil mengotrol 4 pisau nya yang melayang disekitarnya, pisau itu mulai menyerang para perampok.
Dengan mudah Fadil membunuh para perampok itu dengan serangan pedang dan pisau terbang nya, Fadil hanya menyisahkan pemimpin yang sedang tergeletak dijalan karna kaki serta tangan nya sudah berlubang akibat serangan pisau cahaya fadil.
__ADS_1
**
Dikelompok Tuan Putri itu, nampak mereka terkejut disertai dengan helaan nafas lega karna ada seorang pejuang yang menolong mereka.
''Paman, apakah paman mengenal pemuda itu, apa dia ditugaskan untuk menjadi pengawal bayangan ku..'' tanya Tuan Putri pada pengawal didekat nya.
''Saya tidak tau Tuan Putri, sebaiknya ayo kita kesana dan bertanya padanya..'' balas pengawal itu dan mulai berjalan kearah Fadil.
Tuan Putri hanya mengikuti pengawal itu dari belakang, sampai disana, tuan putri angkat bicara.
''Tuan pejuang, teeimakasih karna sudah menolong kami..'' ucap tuan putri sambil menundukan kepala sedikit melihat kearah Fadil yang membelakanginya karna mengintrogasi pemimpin perampok itu.
Fadil berbalik kebelakang, sontak semua orang serta Tuan putri tekejut, karna yang menolong mereka masih sangat muda, apalagi tuan putri melihat ketampanan Fadil sangat terpesona sampai wajahnya memerah.
''Tidak masalah, kebetulan saya juga lewat disekitar tempat ini, lalu bergegas kesini saat mendengar suara pertempuran..'' jawab Fadil menjelaskan dan tersenyum hingga pandangannya berhenti ketika tatapannya betemu dengan tuan putri.
''sangat cantik..'' puji Fadil dalam hati mengagumi kecantikan wanita didepannya.
Tuan putri yang ditatap oleh Fadil sampai salah tingkah dengan wajah yang memerah nya, namun dalam hati dia membatin.
''Terimakasih sekali lagi tuan pejuang, perkenalkan nama saya Sentia, saya berasal dari kerajaan pusat..'' ucap sentia sambil mengulurkan tangannya.
''sama-sama nona sentia, nama saya Fadil..'' balas Fadil sambil tersenyum tampannya sontak saja sentia lansung luluh melihat Fadil tersenyum.
Karna seorang pengawal tampa sadar batuk, sentia kaget lalu buru-buru melepaskan tangannya dengan wajah memerah seperti tomat.
''Hmm, karna urusan saya disini telah selesai, saya pamit dulu..'' ucap Fadil bebalik dan mulai melangkah, namun langkah terhenti saat suara merdu menhentikannya.
''tunggu tuan Fadil..'' teriak sentia lalu berlari kecil kearah Fadil..''boleh kah saya meminta bantuan tuan Fadil sekali lagi..'' ucap sentia dengan tampang memelas tapi sangat imut dan cantik, Fadil ingin sekali mencubit hidung sentia saking gemesnya.
''Umm, bantuan seperti apa yang nona sentia inginkan..'' tanya Fadil sambil tersenyum canggung.
''Maukah tuan Fadil ikut denganku ke benua pusat, aku masih takut kalau ada perampok yang menghadang kami lagi..''jelas sentia berharap Fadil ikut dengannya satu mobil.
''Apakah tidak masalah saya ikut dengan nona sentia..'' balas Fadil tapi sebenarnya dia sangat senang diajak lansung oleh sentia.
__ADS_1
''Tidak masalah tuan Fadil, saya malah merasa senang kalau tuan Fadil ikut dengan kami..'' jawab sentia sangat senang.
Sentia dan Fadil berjalan kearah pengawal itu.
''Paman, tuan Fadil akan ikut saya ke benua pusat, dan akan satu mobil dengan saya..'' ucap sentia pada pengawal itu lalu diangguki oleh pengawal itu.
''Apakah benar tuan Fadil ikut dengan kami ke benua pusat, kalau iya maka perjalana kita lanjutkan..'' tanya pengawal itu lalu diangguki oleh Fadil.
''Paman, tolong ikat dan bawa pimpinan perampok itu, nanti suruh ayah yang mengintrogasi dia..'' ucap sentia sambil menunjuk kearah pemimpin perampok.
''Baiklah tuan putri..'' balas pengawal lalu menyuruh pengawal lain mengikatnya.
Setelah semua urusan selesai, Fadil dan sentia memasuki mobil sport. sentia yang mengemudi dan Fadil jadi penumpang nya.
''Jadi Tuan Putri habis dari mana, sampai dikejar oleh perampok itu..'' ucap Fadil tiba-tiba memanggil dengan sebutan tuan putri.
''Tolong Jangan panggil tuan Putri tuan Fadil, panggil sentia saja atau kalau tuan Fadil mau, panggil aku sen,er saja..'' ucap sentia dengan wajah tomat nya.
''Umm, baiklah sen'er, tapi kamu juga haru manggil aku dengan sebutan gege bagaimana..'' balas Fadil sambil tersenyum.
''Um um baiklah gege,sepakat..'' ucap sentia senang dan manguk-manguk.
Sambil membawa mobil, sentia bercerita kenapa dia disini.
''Gege, sebenarnya sen'er disini karna lari dari rumah, itu semua gara-gara ayah menjodohkan sen'er dengan laki-laki yang tidak sen'er cintai..'' ucap sentia menjelaskan, terlihat sentia sangat sedih.
''Terus siapa yang sen'er cintai..'' ucap Fadil menggoda sentia.
''um...adadeh, nanti gege juga tau sendiri..'' jawab sentia sambil cekikikan.
Fadil hanya tersenyum canggung sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, niat hati ingin menggoda eh malam digoda. hahahahahha.
*
*
__ADS_1
**Yuk koment biar author semangat upload**