
Setelah item kedua terjual sangat mahal, luci segera melanjutkan untuk menjual item ketiga mereka.
''Baiklah, kita akan melanjutkan acara lelang ini, item ketiga yang akan kita lelang adalah..'' teriak luci sambil bertepuk tangan tiga kali.
Seorang pelayan wanita membawa kotak kaca yang didalamnya berisi sebongkah batu warna biru langit.
Luci menjelaskan benda itu.
''Kami menemukan batu ini dari penggalian tambang disebelah utara benua pusat, kami juga tidak mengetahui kegunaan batu ini, harga awal untuk batu ini adalah 10 juta rupiah, untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 500 ribu rupiah..'' ucap sentia menjelaskan item yang mereka jual.
Semua hening, karna untuk apa membeli kalau tidak tau manfaatnya, berbeda dengan fadil, dibisa melihat dengan jelas berkat mata cahayanya, didalam batu itu mengandung elemen api biru yang sangat bagus untuk pejuang.
''10.500.000 juta..'' ucap Fadil santai karna tidak ingin terlalu memperlihatkan ketertarikannya.
Benar saja, setelah fadil menawar banyak yang mulai berbisik, untuk apa membeli mahal kalau tidak tau manfaatnya.
Fadil tampak acuh tah acuh sambil mengelus pipi sentia yang terlihat lebih manja dari sebelumnya.
Batu itu dimenangkan oleh fadil tampa perlawanan.
__ADS_1
''Baiklah, sepertinya tidak ada yang tertarik lagi dengan item ini, makan item ketiga ini dimenangkan oleh tamu vip nomor 3, tok,tok,tok..'' ucap luci lesu karna dia sudah menduga hal ini.
Item itu diantarkan ke tempat Fadil, dia lansung membayar harga batu itu, lalu dia menyuruh pelayan itu untuk melelang pil buatannya, pelayan itu meminta Fadil menunggu sebentar karna dia akan memanggil manajer rumah lelang.
Tidak butuh waktu lama untuk manajer itu sampai disana, disegera melihat pil yang akan Fadil jual, matanya terbelalak karna pil itu merupakan pil tingkat tinggi.
''Tuan muda, saya akan sendiri yang akan menjual pil ini nanti diatas panggung, tuan muda tenang saja, kami akan menjual pil ini dengan harga tinggi..'' ucap manajer itu senang menjual pil itu, berbeda dari property yang mereka jual, modal untuk membuatnya pun membutuhkan modal banyak, sedangkan pil bisa dibilang tampa modal.
''Baiklah pak,,, tomas, sebelum Fadil menjawab, manajer itu buru-buru memperkenalkan dirinya..
''Baiklah pak tomas, nama saya Fadil dan disebelah saya ini, mungkin pak tomas sudah tau kan tentang dia..'' ucap Fadil sambil memperkenalkan dirinya dan sentia.
''Maaf tuan putri, saya tidak melihat tuan putri sedari tadi..'' ucap pak tomas menundukan kepalanya, dia berharap sentia tidak mengambil hati atas sikapnya.
''Tidak apa-apa pak tomas..'' ucap sentia sambil terseyum manis dan pak tomas hanya mengangguk.
''Baiklah tuan muda Fadil dan tuan putri, saya kembali terlebih dahulu kebelakang panggung untuk melanjutkan acara ini..'' ucap pak tomas dan diangguki oleh mereka berdua
Tidak lama setelah pak tomas kembali kebelakang panggung, acara lelang pun dilanjutkan.
__ADS_1
''Maaf semuanya, tadi ada penambahan item lelang dari salah satu tamu kita disini..'' ucap luci.
''Kita masuk ke item keempat yang akan kita lelang hari ini..'' ucap sentia sambil bertepuk tangan tiga kali.
Seorang wanita membawa mapan berisi kunci dan beberapa lembar kertas diatasnya.
''Item kali ini berupa satu unit rumah bertingkat 3, dengan luas tanah 1000 meter persegi, rumah ini terletak di bagian selatan benua pusat, untuk harga awalnya adalah 1 miliar dan untuk kenaikannya tidak boleh kurang dari 100 juta..'' ucap luci menjelaskan item yang akan dilelang.
Perang harga dan perang gensi para keluarga besar pun terjadi.
Fadil sama sekali tidak tertarik membeli gedung atau rumah untuknya, dia malah mesra-mesraan dengan sentia, karna dari tadi sentia selalu menggoda Fadil dengan memasukan tangannya kedalam celana Fadil dan memainkan tongkat besarnya yang sudah berdiri kokoh.
*
Seperti apa kelanjutan ceritanya, yuk ikuti terus novel ini biar tidak ketinggalan cerita seru lainnyaa.
*
*
__ADS_1
**Yuk koment biar author semangat upload**