
Malam harinya Fadil sudah keluar dari Hotel tempat dia menginap, Fadil berjalan menyusuri jalanan Kota Baja, terlihat masih banyak yang berlalu lalang menikmati suasana dimalam hari, ada yang berjalan kaki, memakai sepeda motor bahkan mobil-mobil sport jaman sekarang.
Sebenarnya Fadil berniat mendirikan sebuah pavilium untuk menjual pil atau obat yang dia suling nanti, tapi bukan disini tempatnya, dia berencana akan mendirikan pavilium di Benua Tengah nanti.
Selama dijalan Fadil tidak melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, yang dia lihat hanya keramain Kota Baja saat ini, mungkin karna akan diadakan perekrutan murid baru makanya banyak pengunjung yang datang ke Kota Baja.
Fadil menlanjutkan perjalanan nya, dia mampir disebuah toko yang terlihat kuno, dia melihat banyak sekali berbagai macam senjata jarak dekat maupun jarak jauh terpajang disana dan banyak juga kitab yang dijual disana.
Setelah masuk, Fadil disambut seorang pelayan wanita.
''Ada yang bisa kami bantu tuan, disini kami menjual berbagai macam keperluan untuk pejuang dengan harga yang bersahabat, tergantung kualitas dan tingkat barang yang tuan-tuan ingin beli..'' jelas pelayan itu dengan ramah.
''Saya ingin membeli sebuah kitab tentang pedang, apakah disini menyediakan kitab seperti yang saya inginkan mbak..'' balas Fadil menjelaskan tujuan nya.
''Mari ikuti saya tuan..'' ucap pelayan itu Sambil mengajak untuk Fadil mengikuti nya.
Pelayan itu membawa Fadil kesebuah rak buku.
Terlihat banyak sekali buku/kitab yang tersusun dengan rapi, Fadil mencari kitab yang berhubungan dengan pedang, Fadil masih belum menemukan kitab yang cocok untuk nya, tapi dia melihat ada satu kitab bewarna putih yang agak tipis, Fadil mengambil kitab itu dan membukanya.
Terlihat didalam kitab itu tertulis nama dan beberapa tingkatan jurus dikitab itu.
Kitab Pedang Banyangan:
Kitab ini terbagi menjadi 5 jurus saja.
1.Pedang Banyangan.
Jurus ini mampu menjadikan serangan tunggal menjadi 2 serangan sekaligus.
2.Pedang Pemusnah.
Jurus ini sangat bagus jika digunakan untuk menyerang skala besar, karna jarak jangkauan serangan cukup luas seiring meningkatnya kultivasi pengguna.
3.Pedang Jiwa Naga.
Jurus ini bisa menjadi seekor naga bila diayunkan ke arah musuh, efek serangan nya sagat hebat dan kuat, jurus ini sangat bagus untuk menghancurkan pertahan lawan.
__ADS_1
4.Pedang Bayangan Cahaya.
Jurus ini bagus untuk serangan tunggal, karna kecepatan dan kekuatan serangan nya mampu membunuh lawan yang kekuatannya satu tingkat dari pengguna.
5.Pedang Pembelah Raga.
Jurus ini mampu membuat sepuluh banyangan pengguna dengan kekuatan yang sama, tapi jurus ini sangat menguras energi qi.
Karena merasa jurus ini sangat cocok untuk nya, Fadil membeli kitab ini.
''Saya ambil yang ini saja mbak..'' ucap Fadil sambil memberikan kitab itu keoada pelayan.
''Harga kitab ini cukup murah tuan, tuan cukup membayar 1 juta rupiah saja tuan..'' jawab pelayan menjelaakan harga kitab.
Fadil memberikan uang sesuai yang diucapkan pelayan, dan diterima oleh pelayan itu, segera membungkus kitab pesanan fadil tadi.
''Ini barang yang ada beli tuan..'' ucap pelayan ramah sambil memberikan barang yang fadil beli.
''Terimakasih mbak..'' balas Fadil sambil mengambil bungkusan itu dan diangguki si pelayan.
Karna suda tidak ada lagi yang menarik perhatiannya, Fadil kembali ke Hotel untuk mempelajari kitab yang dia beli tadi.
Fadil mulai mempelajari teknik-teknik gerakan pedang bayangan, awal-awal Fadil sangat kesusahan, berhubung selama ini Fadil belum berpengalaman dalam menggunakan pedang, tapi karna semangat juang yang Fadil miliki, perlahan dia mulai memperhalus gerakan bermain pedang nya, dan pemahaman nya dalam bermain pedang mulai meningkat selama fadil berlatih kitab pedang bayangan.
Karna sudah memahami dua jurus pedang bayangan, Fadil menyudahi latihan nya dan bejalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuh nya yang lelah karna berlatih pedang pertama kali.
Fadil pun tertidur dengan lelapnya.
***
Pagi harinya Fadil ingin melihat berjalannya proses perekrutan murid baru, setelah berganti pakaian, Fadil keluar dari kamar dan memesan sarapan di reatoran hitel berupa bubur ayam.
''Mbak, pesan bubur ayam sama minuman teh panas yah mbak..'' ucap Fadil memesan sarapan kepada pelayan restoran.
''Mohon ditunggu sebentar yah tuan..'' balas pelayan ramah dan bergegas menyiapkan pesanan Fadil.
Sambil menunggu pesanan, fadil mendengarkan percakapan pengunjung yang lain.
__ADS_1
''Hey, apa kalian suda tau kalau acara perekrutan murid baru akan dilaksanakan satu jam dari sekarang..'' tanya seorang pengunjung kepada teman nya.
''Iya aku suda dengar, dan untuk mengetes para peserta, para tetua dari sekte pedang cahaya memberikan dua tes agar bisa lulus..'' jawab pengunjung kedua.
''Apa saja tes yang diberikan kepada peserta itu..'' jawab pengunjung pertama tadi.
''Kalau tidak salah, tes pertama untuk mengukur tingkatan kekuatan para peserta, untuk tes kedua adalah tes bakat, rincinya saya kurang tau..'' jawab pengunjung kedua lagi.
Fadil yang mendegar itu cukup tertarik untuk melihat seperti apa tes yang akan dijalani peserta.
Tidak lama kemudian pesana Fadil suda datang, tampa menuggu lama Fadil lansung menyantap makannya dengan lahap.
Selesai makan dan membayar makanan nya Fadil berjalan keluar restoran, dia lansung menuju ketempat acara dilansungkan.
Sampai disana sudah banyak yang memasuki arena perekrutan, Fadil juga lansung masuk dan mencari tempat duduk dikursi penonton.
Tidak lama kemudian, acara perekrutan pun dimulai, para peserta disuruh berkumpul di tengah arena sekitar 1000 orang peserta dan mengambil satu lembar kertas yang digulung oleh panitia.
Panitia acara berdiri dan menjelaskan fungsi kertas itu dan dua macam tes yang akan dilakukan.
''Selamat pagi semuanya, saya selaku tetua sekte oedang cahaya dan juga panitia penyelenggara acara ini mengucap terimakasih karna sudah menyempatkan hadir disini..'' ucap tetua sedikit berpidato.
''Saya akan menjelas kan dua macam tes harus dilewati oleh peserta, Tes pertama adalah mengukur tingkatan kekuatan para peserta, Tes kedua adalah untuk mengukur bakat para peserta dan untuk kertas itu adalah nomor urut kalian untuk melakukan tes ditempat yang ditentukan..'' jelas tetua panjang lebar.
''Karna saya sudah menjelaskan tes nya, maka acara melakukan tes pertama DIMULAIII..'' teriak tetua itu.
Seorang pemuda yang berumur 20 tahun dengan nomor urut petama maju ke meja nomor 1, disana terlihat satu bola kristal, pemuda itu menempelkan tangan nya, otomatis bola kristal bercahaya kuning.
''Tingkat inti perak, lulus tes pertama. Selanjutnyaa.'' teriak panitia mangut-mangut kecil.
Seorang wanita berumur 21 tahun maju kedepan meja dan meletakan tangan nya dibola kristal, bola itu bercahaya kuning terang.
''Tingkat inti perak, lulus tes pertama. Selanjutnyaaa..'' teriak panitia yang tampak senang dengan dua peserta yang lulus.
Acara perekrutan masih berjalan dengan lancar dan beberapa orang yang sudah lulus tes pertama dan cukup banyak yang tidak lulus.
*
__ADS_1
*
**Yuk koment biat author semangat upload**