
Tidak lama kemudia, Fadil dan Sentia sudah sampai didepan toko milik sentia, toko itu sangat besar, posisinya sangat strategis sangat cocok untuk membangun pavilium.
Sentia mangajak Fadil untuk masuk kedalam toko, didalam toko terlihat sangat terawat, banyak sekali lemari-lemari kaca serta rak-rak yang masih kokoh.
Toko itu memiliki 2 lantai, lantai pertama sangat bagus untuk ruangan penjualan dan lantai kedua akan dijadikan tempat tinggal oleh Fadil nantinya.
''Apakah gege menyukai toko ini..'' tanya sentia kepada Fadil.
''Toko ini sangat bagus sen'er, gege sangat menyukainya, apakah sen'er akan membantu gege untuk membuka pavilium..'' tanya Fadil balik sambil mengelus pipi sentia dan diangguki oleh sentia sambil tersenyum manis.
''Baiklah, sekarang kita akan membersihkan toko ini dahulu, pengawalku akan membantu kita membersihkannya..'' ucap sentia sambil meminta pengawal nya membantu membersihkan toko.
Fadil dan para pengawal itu sangat bersemangat membersihkan toko,
meja lemari kaca serta rak-rak sudah bersih dari debu dan meja kasir masih terlihat sangat bagus..
Fadil mulai menyusun pil serta tanaman herbal yang akan dia jual nantinya, dan juga beberapa jenis senjata yang dia rampas atau dapatkan dari perjalanannya.
Sisanya hanya tinggal membuat papan nama toko, setelah lantai satu bersih, Fadil dan sentia naik ke lantai 2, dilantai dua hanya ada dua ruangan kamar dan satu ruangan yang cukup luas untuk berlatih dan membual pil nantinya.
Fadil masuk kedalam kamar, terlihat kasur disana sangat bagus dengan kualitas yang sangat tinggi.
''Apakah kita akan mencoba kasur ini gege..'' ucap sentia sambil menyeringai.
''Apa sen'er ingin melakukannya lagi, kali ini geGe tidak akan tinggal diam..'' balas Fadil sambil sambil tersenyum jahat.
Sentia sempat membayangkan tongkat besar Fadil yang pernah dia mainkan, membayangkan tongkat itu akan membelah dirinya, membuat sentia lansung kikuk.
''Hehehe,, maaf gege, sen'er hanya menggoda gege saja..'' ucap sentia sambil mundur perlahan.
Fadil yang melihat sentia seperti itu lansung menyeringai.
''Ohh, apakah sen'er ku sangat senang mengoda gege, gege ingin melihat seperti apa wajah sen'er saat gege mulai serius nanti..''balas Fadil sambil berjalan kearah sentia sambil menyeringai.
Sentia yang mundur perlahan hingga sampai ketembok, Fadil sudah didepan nya sambil menyeringai, Fadil mengangkat dagu sentia lalu mengecup bibir nya dan berbisik.
''Gege akan melakukanya dengan lembut, apakah sen'er bisa menahannya..'' ucap Fadil sambil berbisik ditelinga sentia.
Tubuh sentia bergetar saat merasakan napas Fadil dilehernya.
__ADS_1
''Apakah gege ingin melakukannya sekarang..'' jawab sentia sambil menundukan wajahnya.
''Tidak, sen'er sudah melakukannya pagi ini, kita akan melakukannya saat sen'er ingin..'' ucap Fadil lalu mengecup bibir sentia.
Sentia hanya mengangguk.
''Ayo kita kebawah, apakah sen'er tidak pulang kerumah..'' tanya fadil sambil melangkah.
''Sen'er ingin tinggal dengan gege, apakah boleh gege..'' tanya sentia dengan muka memelasnya.
''Baiklah, gege malah senang ditemani bidadari cantik..'' jawab Fadil sambil mencubit pipi sentia.
''Yeeyy,, terimakasih gege..'' ucap sentia sambil memeluk lengan Fadil dengan manja.
Fadil hanya mengangguk sambil tersenyum.
Sampai dibawah, sentia menugaskan para pengawalnya untuk membeli apa saja yang diperlukan untuk membuka pavilium, Fadil sudah mencatat apa saja yang akan dibeli, lalu memberikan kepada sentia.
''Paman, tolong belikan ini semua, serta beberapa vas beserta bunga, jangan lupa untuk membeli sofa serta televisi,.Gunakan kartu ini untuk membayar swmua yang dibeli..'' ucap sentia menjelaskan lalu memberikan kartu warna hitam dengan garis emas.
Kartu itu adalah kartu black gold yang merupakan kartu tertinggi, yang memeang kartu itu hanya ada beberapa orang saja.
**
Ditempat lain diistana Raja, permaisuri berbicara kepada raja tentang putrinya yang kabur.
''Sayang, apakah putri kita sudah ditemukan.'' tanya permaisuri yang bernama yueyin.
''Kamu tenang saja yu'er, saat ini putri kita sedang berada ditoko yang dia beli, dia bersama seorang pemuda yang menolongnya dari para perampok dibenua barat, sepertinya putri kita sudah menentukan pilihannya..'' jawab Raja senlong sambil tersenyum menceritakan perihal putrinya.
''Apakah menurut gege pemuda itu tepat untuk bersama putri kita..'' tanya yueyin kepada raja senlong.
''Menurut para pengawal yang bersama putri kita, pemuda itu adalah pejuang tingkat tinggi, dibisa mengalahkan hampir 20 orang dengan senjata lenkap seorang diri, bahkan pemuda itu bisa mengendalikan 4 pisau terbang, siapa yang bisa melakukan itu selain pejuang tingkat tinggi..'' ucap Raja Senlong panjang lebar, Raja senlong sangat kagum dengan bakat Fadil, dia sangat penasaran dengan pemuda itu.
''Menurut gege, apakah putri kita akan mengenalkan pemuda itu kepada kita, setelah kita memaksa menjodohkan nya dengan pemuda lain..'' balas yueyin, dia takut kalai putrinya membenci mereka karna memaksa kehendaknya.
''Cepat atau lambat putri kita akan membawa pemuda itu kepada kita, biarkan dia melepaskan kekesalan hatinya, gege percaya kalau putri kita akan aman bersama pemuda itu..'' ucap Raja Senlong meyakinkan istrinya dan diangguki oleh yueyin.
**
__ADS_1
Kembali ketempat Fadil.
Saat ini Fadil mengajarkan cara berkultivasi kepada sentia, serta membantu sentia membuka meridianya, agar energi qi bisa masuk dengan lancar ke dantiannya.
Setelah sentia merasakan energi qi dan cara menyerapnya, dia lansung duduk bersila sesuai petunjuk yang Fadil ajarkan, perlahan energi qi mulai memasuki pori-pori tubuhnya dan mengalir dimeriiannya lali menuju le dantian.
Sentia merasakan tubuhnya sangat ringan dan nyaman, setia terus menyerap qi alam secara perlahan, sudah hampir satu jam meditasi, dantian sentia bergejolak, tidak lama setelah itu, terdengar ledakan teredam dari dalam tubuh sentia, menandakan dia sudah memasuki ranah inti perunggu tahap awal.
Ini adalah langkah pertama untuk para pejuang.
Fadil menyurh sentia agar melanjutkan meditasinya untuk memperkuat fondasinya.
Dia juga ikut bermeditasi setelah menelan pil penempa tulang, setelah 20 menit dia merasakan rasa sakit yang teramat dari dalam tubuhnya, fadil merasakan tulang-tulangnya retak dan hancur secara bergantian, lalu kembali menyatu dengan warna tulang perak, Fadil sudah menaikkan kualitas tulangnya menjadi tulang perak.
Dia menyudahi meditasinya dan menuju kamar mandi karna pakaianya sudah basah karna keringat.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Fadil kembali memperhatikan sentia yang sangat dokus dalam meditasinya.
Fadil mengeluarkan cemilan dari dalam cincin ruangnya lalu memakanya sembari menunggu sentia selesai meditasi.
Tidak lama kemudian sentia menyudahi mesitasinya, melihat kearah fadil yang menatapnya dengan bangga.
''Apakah sen'er merasakan sesuatu..'' tanya Fadil pada sentia setelah menjadi pejuang pemula.
''Sen'er merasakan tubuh sen'er sangat ringan dan nyaman..'' ucap sentia sambil tersenyum.
''Itu karna sen'er sudah menjadi pejuang, besok gege akan mengajarkan jurus pisau cahaya kepada sen'er..'' ucap Fadil lalu mendapat respon sentia yang seperti sudah menantikan jurus itu.
''Benarkah gege..''tanya sentia lalu diangguki oleh Fadil sambil tersenyum.
Sentia lansung memberikan ciuman hangat kepada fadil sambil meraba-raba tongkat Fadil.
**
*Apakah yang akan terjadi selanjutnya, ikuti terus novel ini agar tidak ketinggalan*
*
**Yuk koment biar author semangat upload**
__ADS_1