Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Menerima tuan Samurai sebagai Suami


__ADS_3

LANTAI 1-16 BAGIAN TIMUR


Menerima tuan Samurai sebagai Suami


Chelsea Tsugumi seorang gadis cantik usia 17tahun yang tengah duduk di kelas 11/2-1, Chelsea sering di-bully oleh teman sekelas perempuannya karena kecantikan wajahnya, dada yang besar(berukuran E) dan kebaikannya. Meski sering di bully.. Chelsea memilih tetap diam agar reputasinya yang sebagai seorang siswi sebatang kara tidak tersebar kepada para teman kelas laki-lakinya.


Suatu sore, Chelsea di ancam di tengah hutan oleh teman kelasnya~


Bugh..


"Ach.." lirihnya yang tersungkur di tanah.


"Diam!.. jangan keluarkan suara itu!. Oh Chelsea yang malang, apa kau puas mengadukan ku kepada ayahku tadi pagi?, Apa kau puas menerima permaafan dariku tadi pagi?.." tanya Mimi yang mendongkak dagu Chelsea dengan kuat.


"Ti..tidak.. aku.. aku.. minta maaf nona Mimi.. aku.. aku.. bersalah.." getir Chelsea yang sangat ketakutan.


"Apa kau lupa dengan ancaman yang ku ucapkan berkali-kali hah!, Coba lihat apa yang telah dilakukan Zuzu di apartemen mu!." Ucap Mimi yang menghempaskan wajah Chelsea, Mimi mengambil hp yang ada di sakunya. Ia menelfon Zuzu teman pengikutnya.


"Hai nona Mimi, aku sudah, sampai di depan ruangan apartemen Chelsea bersama Zack.. apakah aku boleh masuk sekarang?" Tanya Zuzu yang memperlihatkan pintu ruangan Chelsea dan Zack di belakang Zuzu.


"Tentu, jangan lupa bawakan barang yang di pinjam oleh Chelsea oke." Ucap Mimi yang menatap sinis kearah Chelsea.


Chelsea terkejut mendengar ucapan dari Zuzu dan Mimi, pastinya ada rasa ketidak percayaan tentang adanya Zack yang ikut bersama Zuzu.


Melihat Chelsea terkejut tak percaya, Mimi memperlihatkan keadaan yang sedang direkam oleh Zuzu melalui Video call.


Sontak Chelsea berciut nyali melihat adanya Zack di layar hp Mimi, terlebih lagi Chelsea familiar dengan pemandangan yang ada dibelakang Zack.


"Bukankah kita harus menunggu Chelsea sampai pulang?, Zuzu" tanya Zack yang memecah keheningan.


*Ruangan apartemen Chelsea di ganti dengan rumah saja biar enak dibaca nya.


"Itu tidak perlu, barang yang di pinjam Chelsea lebih diperlukan sekarang juga. Lagian ... Apa kau tidak merasa ingin tahu apa yang ada di rumah Chelsea?.." goda Zuzu yang mencoba meyakinkan ucapannya.

__ADS_1


Seketika seluruh tubuh indah Chelsea terlintas dibenak Zack, Zack menjadi gugup mencoba mengelak apa yang sedang di pikirannya.. Karena yang dipikirkannya adalah dada Chelsea yang berbeda dari teman-temannya.


"Ah ... Pa..pastinya orang tua Chelsea yang berada di dalam rumah.." ucap Zack yang terlihat gugup.


"Apa kau tahu, orang tua Chelsea sudah lama meninggal loh, sekitar 3 tahun yang lalu.. jadi, apa kau tidak curiga bagaimana cara Chelsea mendapatkan uang untuk membayar biaya sekolah." Ucap Zuzu yang mulai membuka pintu rumah Chelsea.


Sontak Chelsea terkejut mendengar ucapan Zuzu, Mimi tersenyum merendahkan melihat wajah Chelsea yang begitu terkejut, Zuzu juga melihat ekspresi wajah Chelsea dari balik layar hpnya hanya menyelipkan senyuman merendahkan. Chelsea menebak-nebak kalau semua itu sudah direncanakan Mimi dan Zuzu dari awal.


Zack terdiam tak berbicara, dia hanya mengekor Zuzu dan langsung duduk di sofa Chelsea dengan wajah yang ingin bertanya-tanya.


Chelsea seakan ingin menangis melihat wajah Zack yang merasakan kejanggalan tentang kehidupan nya, bagaimana tidak ... Chelsea takut kalau jawaban yang dipikirkan Zack negatif tentang menjual diri, mengingat kalau Zack itu orang yang sensitif. Meski begitu, Chelsea mencoba menahan air matanya dan mencoba menepis apa yang ada di benaknya.


Zuzu tertawa kecil melihat ekspresi wajah Chelsea yang mencoba bersikap dewasa tidak menangis.


Mimi menarik hpnya dan menatap muka Zuzu..


"Taruh barang itu di meja belajarnya, Dan taruh gelang sunflower itu di dalam lemari pakaian dalamnya. Buat Zack memikirkan yang tidak tidak." Ucap Mimi dengan senyum sinis.


Chelsea bertanya tentang benda apa yang di maksud Mimi dengan nada suara yang tinggi.


"Apa yang kau lakukan Mimi!, Hentikan!.. hukum saja aku!, Cambuk saja aku!, Jangan bocorkan tentang rahasia keluargaku!.." ketus Chelsea kepada Mimi.


Zuzu mengecilkan volumenya, Mimi menekan of tombol voice nya.


Plak!!..


Mimi menampar pipi Chelsea sampai Chelsea tersungkur.


"Diam bodoh! ... Aku ingin kau merasakan apa yang tadi ku alami!!.." pekik Mimi yang tak tahan amarah.


Chelsea memegangi pipinya yang terasa panas, darah menetes dari ujung bibir Chelsea. Wajah cantik yang tadinya putih bersih, kini terlihat merah sedikit memar.


Tak hanya melakukan tamparan, Mimi menjambak rambut pirang panjang Chelsea, membenarkan posisi Chelsea.

__ADS_1


"Lihat baik-baik!.." ketus Mimi yang menjambak rambut Chelsea.


Chelsea menahan rasa sakit dan gemuruh di hatinya, Chelsea langsung membenarkan posisi duduknya, Chelsea juga melihat kembali ke layar hp Mimi.. meski sebenarnya Chelsea ingin berpaling dan ingin berlari dari wajah Mimi. "Apalah dayaku~" gumam Chelsea dalam hati.


Chelsea mendengar Zuzu mulai memanggil Zack dengan teriakan kecilnya.


"Zack, kemarilah.. bantu aku cari barang yang di pinjam oleh Chelsea." Ucap Zuzu yang memanggil Zack yang sedang tenggelam dalam lamunannya.


Sontak Zack langsung menghampiri Zuzu tanpa pamrih.


Terlihat kalau Zack sedang berjalan mendekati Zuzu.


"Kamu telfon siapa?" Ucap Zack yang merasa terganggu dengan hp Zuzu yang terlihat merekam dirinya.


Sontak Mimi menarik Hp yang dibawa Chelsea, membuat jari cantik Chelsea tergores kuku Mimi yang panjang.


"Ini Mimi.." ucap Zuzu yang memperlihatkan layar hpnya kepada Zack.


"Loh, Mimi kenapa kamu kok sepertinya ada di hutan?" Tanya Zack yang menyadari suasana sekitar Mimi.


"Aku sedang berjalan menuju rumah Chelsea, ibuku menanyakan gelang sunflower yang aku pinjamkan kepada Chelsea kemarin lusa." Ucap Mimi yang terlihat berjalan di tempat.


"Oh, jadi barang yang dimaksud Zuzu itu gelang pemberian dari ibumu.. oke nih aku kembalikan ke Zuzu lagi." Ucap Zack yang mengembalikan hp Zuzu.


"Iya, kamu tolong bantu Zuzu cari gelang itu ya.. soalnya nanti harus aku pake. Harus ketemu loh Zack!" Ketus Mimi yang terdengar di telinga Zack.


Zack tergerak hati ingin membantu Mimi karena barang yang dipinjam Chelsea itu penting bagi Mimi.


"Iya, aku bantu cari kok." Jawab Zack yang mulai berjalan menuju meja belajar Chelsea.


"Zuzu, cepat cari gelang sunflower ku." Titah Mimi pada Zuzu yang memperlihatkan hpnya pada Chelsea.


"Baik Mimi.." jawab Zuzu yang menuju lemari Chelsea.

__ADS_1


__ADS_2