Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Drama Lonte:v #part 8


__ADS_3

Drama *****:v #part 8


Jam 9.00 pagi di apartemen Vale


Tepatnya di ruang tamu~


Nampak Nana sedang memakan permen Lollipop yang tersisa satu kemarin(karena kemarin Vale membeli 2).


Bummm


Nasha datang di hadapan mereka bertiga.


"Cepat sekali.." lirih Vale yang menampakkan wajah malasnya.


Nasha langsung memeluk Lu Han yang berada dekat dengan adiknya.


"Mama . . . Nana. . ." Ucap riang Nasha yang memeluk erat Lu Han dan adiknya.


Nasha, Lu Han dan Nana seperti melepas rindu selama 1 tahun tak bertemu.


Setelah merasa puas berpelukan, akhirnya Nasha bersikap normal.


"Baiklah, dengan berat hati aku akan membawa adikku pergi sekarang." Ucap Nasha yang sedang merangkul adiknya tetapi tetap berdiri tegak.


Vale dan Lu Han menganggukkan kepalanya, mereka berpelukan untuk terakhir kalinya.


Dalam sekejap...


Nasha dan Nana menghilang terbawa angin entah kemana.


Ada rasa sedih di hati Vale dan Lu Han, pada akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di sofa sembari mendekap dan memberi kehangatan masing masing.


Jam mulai pukul 11.00 AM.


BUMMM

__ADS_1


Nasha, Nana dan seorang golden peri datang tepat di hadapan Vale dan Lu Han.


"Nana!.."


"Nasha!.."


"Yey, Papa..."


"Mamaku yang cantik.."


Nana langsung memeluk papanya, Nasha juga tak kalah peluk dengan mamanya.


"Bagaimana bisa kalian kembali kesini, dan . . . Dimana sayap kalian?" Tanya Vale yang menggendong Nana bak bayi koala.


"Aku dan kak Nasha terbebas dari kehidupan peri. Sekarang aku dan kak Nasha bisa tinggal selamanya bersama papa dan mama." Celoteh Nana yang merasa sangat senang.


"Iya, kekuatan kerajaan sudah kami berikan kepada peri takdir belok yang tidak lain adalah teman masa kecilku." Jelas Nasha yang menunjukkan kepada peri golden, Neha Braid.


"Halo, senang bertemu dengan kalian.." sapa Neha kepada Vale dan Lu Han.


"Sekarang, hubungan antara Nasha dan Nana kepada keluarga Peri sudah terputus. Tetapi mereka masih di beri sedikit kekuatan, setidaknya itu bertahan sampai 3 tahun." Jelas Neha dengan senyum tipis seperti terpaksa(karna neha ga punya rasa humoris [ya karna dia peri takdir belok:v]).


"Baik-baik"


"Oh ya, Nana ... Ku beri satu permintaan" ucap Neha yang memandang Nana.


"Bolehkah. . . Kalau begitu, aku ingin seorang adik dari Mama." Ucap Nana sembari menyatukan tangannya bak berdoa Budha.


Vale dan Lu Han terkejut mendengarnya.


"Na. .Nana. ." Ucap Lu Han yang terperanga tak tahu harus apa.


"Hmm... Aku setuju, neha... Kabulkan permintaan Nana." Ucap polos Nasha yang memeluk erat Lu Han.


"Agak sulit, tetapi ... Ya sudah aku kabulkan." Ucap Neha yang mulai menjentikkan jarinya.

__ADS_1


Ctaak~


Tak ada sihir yang terlihat.


"Apakah sudah?" Tanya Lu Han dengan polosnya.


Mereka(Vale,Nasha,Nana, dan neha) tersenyum menyeringai kepada Lu Han.


"Mari kita coba."


"Silahkan di coba."


"Coba saja dahulu."


Ucap mereka serentak yang berhasil membuat Lu Han semakin tak berdaya.


Oke dari sini kita bisa melihat kalau mereka ber empat hidup seperti manusia sederhana lainnya, dari sini ibu Vale sudah pulang ke rumah nya.


Ia sempat terkejut karena melihat cucu angkatnya kehilangan sayapnya dan sinar berkilau mereka.


Tetapi Vale langsung menjelaskan apa yang terjadi.


Ok sampai sini mungkin kalian masih ingat berapa usia Vale?(Lha bukannya Thor hanya menyebut Vale seorang remaja?) Oh ya.. hehe, baiklah aku jelaskan nih ya.


Vale: 20tahun baru lulus SMA.


Lu Han: 18 tahun ga sekolah(imut banget dia pokoknya).


Ibu Vale: 37 tahun, janda di tinggal mati suaminya, tidak kerja.


Nasha: 103tahun, cuman ku buat keliatan gadis cebol yang kini mulai usia 16 tahun.


Dan sumber uang mereka adalah ibu Lu Han: 35tahun, ahli mentransfer uang ilegal ke akunnya(semacam black hat hacker).


Baiklah. . . Sampai jumpa di episode selanjutnya. Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2