Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Drama Lonte #part 10


__ADS_3

Drama *****:( #part 10-end?


Paginya~


Sekitar jam 6.50 a.m


Hoekk. . . Hoeekk. . .


Suara mual Lu Han terdengar lagi, dan itu berhasil menarik perhatian ibu Vale.


"Nak... Kalau sakit kenapa tidak periksa ke dokter saja?, Kasihan anak-anak ikut terbangun malam hari~" ucap lembut ibu Vale.


"iya, dari kemarin mama gitu Mulu. Nana semalam sempat terbangun karena mama." Celoteh Nana yang merasa kesal.


Lu Han langsung mengelus-elus kepalanya Nana sembari menyelipkan tawa kecil.


"Maaf kalau mama mengganggu tidur Nana dan kak Nasha." Ucap Lu Han yang merasa bersalah.


Nasha yang berada di sisi kiri Lu Han langsung memeluknya.


"Mama kalau sakit bilang saja, lihat bibir mama sampai pucat begitu. Dan mama juga tersenyum tidak enak di pandang... Nasha ga suka kalau mama maksa kayak gitu. Pokoknya mama harus pergi sekarang, sama papa." Ucap Nasha yang merasa sedih.


Lu Han juga membelai rambut panjang Nasha..


"Baik-baik. . . Nasha jaga Nana sebentar sama nenek ya, mama akan pergi periksa sama papa." Jawab lembut Lu Han yang menampakkan wajah sedihnya.


"Tenang saja Ma. . . Nasha akan selalu jaga Nana, dan juga nenek ku tersayang." Jawab Nasha yang melepaskan pelukannya.


Lu Han langsung bersiap siap pergi ke klinik terdekat bersama sang kekasih.


2 jam kemudian...

__ADS_1


"Papa pulang~" ucap Vale yang membukakan pintu.


Nampak ibu Vale sedang mengajarkan cucu bungsunya menulis di buku, juga ada ibu Lu Han yang mengajarkan cucu sulungnya memakai tablet favoritnya.




Beberapa menit kemudian..


Nana bergegas memeluk papa nya.


Kegembiraan Nana dan Vale saat mereka bertemu terasa sampai di setiap sudut ruangan. Sedangkan Lu Han berlalu berjalan lemas tak memperhatikan siapa yang ada di ruang tamu, menyapa saja tidak.. apa lagi melihat.


Ibu Lu Han langsung berdiri di tempat, terlihat wajahnya sangat mencemaskan putra satu-satunya.


"Uke Han-Han. . . Ada apa? Apa ada masalah yang serius saat di periksa tadi?, Katakan saja berapa biaya yang harus ibu keluarkan." Ucap lembut ibu Lu Han yang sangat mencemaskan putranya.


Sejenak Lu Han berhenti, tetapi tidak ingin memandang siapapun.


"Katakan nak, ibu pasti akan menjawab dan memberikan jawaban yang pasti." Sela ibu Lu Han yang menaikkan nada suaranya tetapi tetap lembut.


"Apakah... Aku punya rahim bawaan sejak kecil?..." Ucapnya yang sontak membuat ibu ibu itu terkejut.


"Tidak nak!, Memang kamu lahir di bulan Juli dan sejak usia kandungan ibu 7 bulan harusnya sudah tahu apa jenis kelamin mu.. tetapi kakimu menghadangnya, ibu dan ayah tidak tahu apa kamu laki-laki atau perempuan. Jikapun ada rahim atau kamu punya dua kelamin, ibu akan mengangkatnya satu agar itu terlihat jelas. Tidak akan menjadi beban untukmu!.." jelas ibu Lu Han.


"Ta-tapi . . . Bagaimana aku bisa ha..mil" ucap Lu Han yang menoleh ke wajah ibunya.


Sontak, ibu ibu itu terkejut. Terutama ibu Lu Han. . . Ia langsung menghampiri anaknya.


"Bagaimana bisa nak?" Tanya cemas ibunya yang menggenggam kedua tangan putranya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu Bu, apa yang harus ku lakukan?. Aku belum siap, aku bukan wanita.. aku l@ki-l@ki." Ucap Lu Han yang ingin menetaskan air mata.


Ibunya memeluk anaknya sebagai sandaran menumpahkan apa yang sedang di deritanya, Lu Han menangis di pundak ibunya... Tetapi Lu Han tidak mengeluarkan suara yang keras.


Akhirnya ibu Lu Han memutuskan untuk memapah putranya ke kamar menantunya.


20 menit telah berlalu~


Ibu Lu Han keluar dari kamar menantunya, tak lupa ia menutup pintu. Lalu ia menuju ke ruang tamu berkumpul bersama yang lainnya.


"Lu Han butuh istirahat, tenang saja... Ia hanya ingin sendiri dan mencerna semuanya dulu." Ucap ibu Lu Han yang tersenyum masam.


Nasha langsung memeluk neneknya yang sedang memendam rasa sedih.


"Ibu tenang saja, aku pasti akan bertanggung jawab!." Ucap Vale yang meyakinkan tekadnya.


"Terserah kamu nak, jika sudah sampai sini... Ini keputusan Lu Han, aku akan memberikan restu sebanyak-banyaknya untuk kalian berdua." Ucap ibu Lu Han yang menghela nafas panjangnya.


Vale menampakkan wajah yakinnya.


"Aku akan membobol uang 21 juta, semoga itu cukup untuk biaya pernikahan dan bulan madu kalian." Ucap ibu Lu Han yang mulai memainkan tablet favoritnya.


Nasha terkagum melihat betapa lihainya nenek dari Mama nya itu.


Sedangkan Nana melanjutkan cara menulisnya itu, sedangkan Vale menyiapkan teh di dapur kecilnya.


Hmm...


Sedih gak?, Sedih gak?, Kalo aku sih sedih ya, masa ngga.


Kasihan uke nya, sekarang ia lagi mikir *bagaimana nantinya kalau ia melahirkan bayi yang ia kandung itu, apakah operasi atau secara paksa?* Atau . . . Ia harus menggugurkannya?.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode selanjutnya...


Sayonara~


__ADS_2