Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Penghuni apartemen lantai 3-18 bagian barat #2


__ADS_3

Warning!, di episode ini mengandung konten 18+ bijaklah dalam membaca!.


Suatu malam~


Daisuke pulang dengan aroma alkohol yang kuat, dia di papah oleh seorang wanita yang tidak tahu entah siapa.


Saat sudah sampai di depan pintu rumah Daisuke.. Daisuke menyuruh wanita itu pergi, sayangnya wanita itu menolak. Wanita itu malah meraba-raba dada Daisuke. Deru nafasnya kini menjadi tidak stabil, akhirnya Daisuke membentak wanita itu.


"Pergi dasar jalang!!" Bentak Daisuke dengan lantang.


"Eh, Daisuke berbicara dengan siapa?" Gumam kaoru yang langsung menuju keluar kamar Daisuke.


Kaoru membuka pintu, dia melihat Daisuke sedang dipapah oleh wanita.


"Daisuke!, Ada apa denganmu?" Tanya kaoru.


Daisuke langsung melemparkan dirinya ke pelukan kaoru.


"Dia..dia.. tidak mau melepaskan ku.. usir dia.. huhf..huhf..." Lirih Daisuke di telinga kaoru.


Wajah kaoru seketika memerah mendengar deru nafas Daisuke.


"Ma..maaf nona, maaf tadi temanku membentakmu.." ucap kaoru yang merasa bersalah dan blush~


"Iya, aku Miya.. bisa dikatakan aku seorang yang tahu segalanya, tentang temanmu itu. Dia terkena obat perangsang yang kuat di sebuah alkohol, entah dia sengaja atau tidak.. aku memperingatkan kepadamu dia butuh seorang penolong. Ingat, jangan tinggalkan dia di saat-saat seperti ini. Karena mungkin dia tidak akan bertahan lama. Obat perangsang itu juga bisa membuat keadaannya semakin buruk.. bisa jadi nama baiknya itu tercemar jika tidak segera ditolong." Jelas wanita itu, Miya [sang Chara baru yang akan mengikuti semua cerita].


"Baik, terimakasih telah memberi pencerahan. Sekali lagi saya mewakili teman saya meminta maaf sebesar-besarnya." Ucap kaoru yang membenarkan posisi Daisuke.


"Ya, sampai jumpa." Ucap Miya yang berlalu.


Kaoru langsung memapah Daisuke, menutup pintunya tanpa mengunci.


Kaoru memapah Daisuke sampai ke kamar Daisuke, berada di dalam kamar, Daisuke menendang lembut pintu kamarnya.. kini pintunya menjadi tertutup.


Kaoru merebahkan tubuh Daisuke.

__ADS_1


"Tunggu di sini, aku akan ambilkan air hangat." Ucap kaoru yang mencoba berjalan selangkah.


Sebelum kaoru pergi, Daisuke menarik tangan kaoru.


Bugh~


Tubuh kaoru tertarik tangan Daisuke.. berada di bawah lingkaran tangan Daisuke.


Keringat mulai menetes dari wajah Daisuke, menandakan kalau Daisuke sudah mulai terangsang.


"A..apa yang kau lakukan?.." tanya kaoru yang terkejut melihat tingkah laku Daisuke.


Sejenak kaoru melihat wajah Daisuke yang mencoba menahan rasa gairahnya, wajah Daisuke sangat terlihat tidak tahan.. warna merah di pipinya terlihat sangat jelas. Kaoru tertegun melihat wajah Daisuke, bukan karena pertama kalinya.. dia mengingat ucapan miya tentang penolong itu.


Kaoru tersenyum manis dan rona merah di pipinya terlihat jelas. Kaoru melingkarkan kedua tangannya di leher Daisuke.


"Sudah waktunya aku menjadi penolongmu. Go ahead~" ucap kaoru dengan tatapan penuh kelembutan.


Daisuke yang sedikit sadar itu tertegun melihat apa yang dilakukan kaoru, memang ada cara lain selain melakukan hal ini.. tapi mungkin Daisuke tidak akan menahannya.


Daisuke hanya melempar senyum ketulusan yang berarti "terima kasih sudah mengerti~".


Mereka benar-benar sudah menyatu tanpa pamrih, mungkin bagi kaoru pertolongannya ini sudah melebihi batas. Dirinya yang terlalu sensitif terhadap sesuatu kini sudah tidak berlaku lagi untuk sekarang.


Beberapa menit telah berlalu~


Keringat mulai membasahi tubuh kaoru yang sedang terlan***g, Daisuke merasa cukup.. tidak ingin membuat hubungan pertemanannya menjadi putus hanya karena ini. Dengan kata lain Daisuke sudah cukup tersadar.


Cup~


Daisuke mengecup kening kaoru, kaoru mencoba mengatur nafasnya.


Daisuke mulai menarik selimut yang ada di dekatnya, merebahkan tubuhnya di sebelah kaoru dan tak lupa ia menyelimuti tubuh kaoru.


Daisuke langsung membalikkan badannya, menghadap ke sisi tembok sebelah kanannya.

__ADS_1


"Tidurlah!" Ucap Daisuke yang merasa bersalah.


Kaoru memaklumi perlakuan Daisuke, bukan kaoru yang sebenarnya terpukul.. tapi Daisuke, banyak memori di benak Daisuke tentang apa yang akan dihadapinya besok.


Kaoru memeluk Daisuke dari belakang punggungnya.


"Tidak perlu menyesalinya, aku sudah merelakannya kok." Ucap kaoru yang memecah pikiran Daisuke.


Daisuke hanya bisa menelan Salivanya kasar-kasar, dia mencoba membalikkan badannya, membalas pelukan dari kaoru.


"Terimakasih dan maaf~" lirih Daisuke.


Kaoru hanya menyelipkan tawa kecil.


"Iya tidak apa-apa, apa rasa obatnya di tubuhmu sudah hilang?" Tanya kaoru.


"Ma..masih terasa sedikit.." ucap Daisuke yang masih merasa pusing.


Kaoru mencoba bergerak, kaoru menyodorkan tubuhnya di atas tubuh Daisuke. Melingkarkan kedua tangan Daisuke di punggungnya.


"Apa begini sudah cukup?" Tanya kaoru yang terbaring di atas tubuh Daisuke bak kucing yang ingin tidur di atas majikannya.


Daisuke membalas dengan senyuman.


"Iya, begini saja sampai selamanya." Ucap Daisuke yang memejamkan matanya.


"Jangan bercanda, sudah tidur gih. Besok Senin.. harus berangkat!" Ucap kaoru yang memperingatkan.


Daisuke hanya menghela nafas panjangnya, masih sempatnya kaoru mengingatkan hari esok yang harus berangkat sekolah.


"Zzz"


Kaoru mulai tertidur tak ingin berdebat dengan Daisuke.


Sesekali Daisuke mengelus punggung kaoru agar dia tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Perlahan Daisuke ikut tertidur.


Mimpi indah kaoru, Daisuke besok harus tanggung jawab yah:v..


__ADS_2