Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Menerima tuan Samurai sebagai Suami #3


__ADS_3

Pagi hari pun tiba~


Jam 06.45


Chelsea sudah memakai seragam hari Selasa.


Kini Chelsea sedang menyiapkan roti panggang dengan selai 3 rasa di atas meja.


"Apa hanya itu sarapan paginya?, Miskin sekali.." ketus lelaki itu yang berjalan menuju meja makan tanpa baju atasan.


"Aku hanya sedia ini saja, makanlah jika mau.." ucap Chelsea yang masih sibuk menata roti di atas piring.


"Eh.."


Chelsea menoleh mencari sumber suara itu.


Kyaaaa!!!


"Ke..kenapa tidak memakai baju atasan?!" Tukas Chelsea yang terkejut melihat tubuh lelaki itu tanpa baju, Chelsea menutup kedua matanya dengan tangannya. Tentunya Chelsea tidak boleh melihat tubuh lelaki yang tidak dikenalnya.

__ADS_1


Lelaki itu mengabaikan apa yang sedang dilakukan Chelsea, dia menarik kursi lalu duduk di kursi.


"Jangan sok jual mahal, dimana bajuku yang ku pakai kemarin?" Tanya lelaki itu dengan wajah yang acuh tak acuh.


"A..aku sedang merendamnya, ba..banyak noda.. darah di baju itu." Ucap Chelsea yang menarik kursi lalu duduk dengan mata tertutup.


Lelaki itu menatap jengkel melihat apa yang dilakukan Chelsea.


"Buka saja, tidak ada yang melihat." Ucap lelaki itu yang mulai memakan roti.


"Ah, ba..baiklah." gugup Chelsea yang perlahan membuka matanya.


"Kau ini siapa?, Berani sekali membawaku pulang ke rumahmu!." Ucap lelaki itu yang menatap tajam Chelsea.


"A..aku Chelsea Tsugumi, aku tidak ingin membiarkan orang lain terluka di depan mata." Ucap Chelsea yang merasa tersipu.


"Baik sekali kamu Sea." Ucap lelaki itu yang melihat wajah Chelsea, mengamati dengan baik.


"Itu!!" Ketus lelaki itu.

__ADS_1


"Luka ini darimana?!, Apa kemarin mereka berani menyentuhmu?, Padahal aku sudah berlari cukup jauh!." Ketus lelaki itu dengan ekspresi wajah yang serius mencemaskan Chelsea. Lelaki itu memegangi pipi Chelsea yang terlihat sedikit memar.


"Bu..bukan, A..apa terlihat jelas?" Gugup Chelsea yang ikut terkejut.


"Tsk! Aku tidak akan membiarkan organisasi mereka bersenang-senang di atas kesedihaan mu!." Ketusnya lagi.


Mata Chelsea membulat sempurna, ada rasa terharu dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.


"Ka..kamu tahu tentang Mimi?!" Tukas Chelsea yang bergetar ketakutan.


Melihat kalau Chelsea terlihat serius dengan perkataannya, membuat lelaki itu mengingat kembali kejadian kemarin malam.


"Aku bukan bermaksud membahas masalah pribadi nya, Pasti orang itu yang membuat Chelsea menangis ditengah malam!, Sungguh tidak bisa dibiarkan. Sebaiknya aku berpura-pura tahu. Memasang umpan dahulu~" Gumam lelaki itu dalam hati.


"Iya, sebelum aku pingsan kemarin aku melihatmu dan dia menganiaya mu,dia gadis yang jahat. Aku pasti akan memberinya pelajaran. Apa itu benar?" Ucap lelaki itu yang memalingkan wajahnya.


Chelsea semakin terlihat aneh mulai dari tubuhnya dan nada suaranya.


"I..itu memang benar, to..tolong jangan memberinya pelajaran." Ucap Chelsea yang terpancing ucapan lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2