
Drama *****:v #part 6
Setelah berdiskusi tentang permainan panas mereka, akhirnya Vale melanjutkan perjalanannya bersama Nana dan kekasihnya menuju toko permen di seberang jalan itu.
Seperti yang di pesan ibunya, Vale hanya membelikan 2 Lollipop yang harganya 1000,- dan Nana juga tidak minta yang aneh-aneh/lebih.
Setelah itu mereka pergi ke taman anak-anak yang berada tak jauh di sekitar arah jalan.
Vale dan Lu Han membiarkan Nana berinteraksi dengan anak-anak lainnya.
Sampai jam 4 sore tiba...
Nampak Nana sudah kelelahan, dan teman-temannya juga sedang berjalan pulang. Kecuali teman Nana yang satu ini.
"Nana, kamu mau pulang?" Tanya Sea, teman baru Nana yang ber-umuran sama.
"Emm... Kalau kamu mau pulang, sea?" Tanya Nana balik.
"Emm..." Sea melihat ke sekeliling bangku di sebelah taman.
Lalu seorang Wanita berjalan mendekati Sea.
Tap ... Tap ...
"Putriku, apa kamu sudah lelah?, Ayo kita pulang..." Ucap lembut wanita itu pada sea.
Sea langsung menggenggam telapak tangan kanan wanita itu.
"Iya, Mama . . . Perkenalkan dia teman baruku, namanya Nana." Ucap Sea yang memperkenalkan ibunya kepada Nana.
Wanita itu membelai pipi Nana, merasa terganggu dengan gerak gerik dari seorang wanita muda... Vale dan Lu Han berjalan mendekati Nana.
__ADS_1
"Halo Nana, aku adalah ibu dari sea... Apa kau senang bermain dengan putriku?" Ucap lembut wanita itu.
Nana merasa tangan wanita itu lembut saat membelai pipi mungilnya, Nana langsung berbinar-binar dan menjawabnya dengan sangat riang.
"Iya Mama Sea, Sea sangat membantu Nana saat bermain tadi." Ucap Nana yang sangat senang.
"Oh ya. . . Lalu, dimana orang tua Nana?" Tanya wanita itu.
"Nana, ayo kita pulang." Ucap Vale yang mulai menggendong Nana.
"Papa.." ucap Nana yang memeluk erat Vale.
"Mama... Siapa papa Nana??" Tanya polos Sea.
Wanita itu juga terdiam, hanya memberikan senyuman pada putrinya.
"Maaf nona, apakah tadi Nana menyusahkan putri kecilmu?" Tanya Lu Han kepada wanita itu.
"Oiya Mama Sea, perkenalkan. Ini adalah papa ku." Ucap Nana yang mengalihkan perhatian sea dan ibunya.
"Dan ini adalah mama ku." Tambah Nana yang menunjukkan ke Lu Han, yang sempat membuat ibu sea terkejut.
"Hmm... Nana, mama kamu laki-laki?" Tanya polos Sea.
Ibu Sea langsung menjawab pertanyaan polos dari putrinya.
"Tidak penting ibu Nana seorang laki-laki, yang penting ia menyayangi Nana dengan sepenuh hati. Kalau begitu, ayo kita pulang nak." Jelas ibu Sea pada anaknya yang merasa canggung.
"Baiklah, Nana .. besok kita bertemu di sini lagi ya." Ucap Sea kepada Nana.
"Iya sea, sampai jumpa." Ucap Nana.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pergi dulu.." lirih ibu Sea yang mulai berjalan pergi.
"Iya, hati hati nona dan nona kecil." Ucap Lu Han.
Setelah kepergian Sea dan ibunya, Vale dan Lu Han juga mulai berjalan pulang.
Sesampainya di apartemen Vale.
Vale dan Lu Han memilih untuk memberi lebih banyak wawasan pada Nana, Nana pun mendengar kan ucapan dari Papa dan Mamanya. Semakin mereka bercerita, semakin hati Nana kuat untuk tidak mau meninggalkan mereka. Nana hanya bisa membalas senyuman manis meski di hati kecilnya sudah mendapat jawaban yang pasti.
Saat malam tiba~
09.00 di ruang tamu...
Di sofa panjang, Nampak Lu Han bersandar di bahu Vale, Vale juga tak lupa untuk mendekap tubuh kekasihnya. Sedangkan Nana sudah tertidur di kamar Vale.
"Darling, apa kamu besok bersedia berpisah dengan Nana?" Lirih Lu Han yang merasa tidak terima.
"Sweetie. . . Aku sebenarnya juga tidak tega, Nana masih kecil. Meski kita telah mengajarkan semua yang kita tahu, dia mungkin tidak akan melepaskan kita semudah itu. Entah lah . . . Kita tunggu saja keputusannya itu~" ucap lembut Vale yang menciumi kepala Lu Han.
"Iya, semoga ada jalan lain~" jawab Lu Han.
"Jika sweetie tidak mau Nana pergi, maka ayo kita buat anak seperti Nana." Ucap Vale yang mulai menindih tubuh Lu Han, yang berhasil membuat Lu Han terkejut dan merona.
"T-tapi aku tidak bisa!.." ucap Lu Han yang merasa malu.
"Ayolah... Mari kita coba~" lirih Vale di telinga Lu Han yang berhasil membuat Lu Han semakin tersipu.
Mereka pun melakukan kegiatan panas mereka.
...Note: aku tahu judul cerita ini kena sensor kata oleh pihak developer, kenapa kok ngga ganti judul aja?, ngga papa lah judulnya beda dari isi cerita ... toh Thor masih belum bisa menemukan judul yang pas buat cerita Drama ***** ini....
__ADS_1