
Warning!, di episode ini mengandung konten 18+ bijaklah dalam membaca!.
Sesampainya di apartemen biru,
Rumah Chelsea~
"Aku akan pergi dalam waktu 2 hari lagi, aku juga akan mengirim satu anak buah favoritku untuk melindungimu." Ucap Kenzo yang duduk di sofa Chelsea.
"Aku sudah cukup kuat kok, jangan pedulikan aku, itu hanya akan mengundang daya tarik musuhmu.. dan aku hanya akan menjadi beban hidupmu." Ucap Chelsea yang berjalan menuju kamarnya, merapikan baju yang baru dibelinya.
"Omong kosong, tanpa ku beri pengawal pribadi pun dirimu sudah memilik daya tarik yang kuat.." ejek Kenzo yang berjalan menuju kamar Chelsea.
"Dasar cabul, apa semua pria itu di otaknya hanya ada da-"
Cup~
"Jangan samakan aku dengan mereka, jelas aku ini berbeda~" lirih Kenzo di telinga Chelsea.
Seketika wajah Chelsea merona.
"Oh benarkah, coba aku tes~" ucap Chelsea yang melepaskan dasi sekolahnya.
Chelsea membuka seragamnya tanpa pamrih, dia membalikkan badan menghadap ke Kenzo.
"Apa kau tidak tergoda?.." ejek Chelsea yang menatap Kenzo.
"Oh, jadi kau menyodorkan dirimu untuk ku nikmati." Goda kenzo yang menjulurkan lidahnya.
"O..omong kosong, aku hanya mengetes kamu kok." Ucap Chelsea yang langsung membalikkan badan dan sangat merasa malu.
"Heh, menarik..." Ucap Kenzo yang tersenyum miring.
Chelsea merasa tubuhnya bergetar hebat, entah karena rasa takut atau rasa malu yang terbayang di benak nya.
__ADS_1
Kenzo memeluk erat Chelsea dari belakang, ia memindahkan rambut Chelsea ke sisi kanannya, ia menyandarkan kepalanya di bahu kiri Chelsea.
"Lihat.. siapa yang tergoda~" lirih Kenzo yang membuat Chelsea menatap kearah cermin di depannya.
Terlihat kalau Chelsea lah yang wajahnya memerah merona.
Jari-jari Kenzo mulai meraba di perut Chelsea, dia juga meninggalkan tanda kissmark di bahu kiri Chelsea.
"Di sini, aku akan menitipkan benih cinta kita di sini~" ucap Kenzo yang fokus terhadap belaian ke perut Chelsea.
Chelsea hanya bisa tersenyum mendengar hal itu.
"Kita baru bersama beberapa waktu, dan kau sudah membahas tentang hal ini.. tidakkah itu terlalu cepat?" Ucap Chelsea yang ikut tersenyum sembari ikut menggenggam tangan Kenzo yang masih melingkar di perutnya.
"Aku juga tidak tahu, perasaan ini tiba-tiba datang.. aku yang selama ini tidak pernah bersikap sebodoh ini, kini aku luluh karenamu. Jika di pikir-pikir... Ini bukanlah hal yang buruk." Ucap Kenzo yang mengeratkan pelukannya.
"Omong kosong, membuatmu bodoh bukanlah hal yang bisa ku lakukan!, Jauh-jauh dariku sana!" Ketus Chelsea yang merasa jengkel dengan ucapan Kenzo.
Kenzo memoles senyum miring diwajahnya. Ia langsung membopong tubuh Chelsea di atas ranjang.
Kenzo berada di atas Chelsea, Chelsea berada di dalam lingkaran lengan Kenzo.
Dia mulai menelusuri leher putih Chelsea, Chelsea hanya terdiam .. pastinya Chelsea ingin memberontak Tapi, rasanya tubuh Chelsea tak bertenaga.
Saat Kenzo hendak melepas tali yang mengikat kedua dada Chelsea itu, tiba tiba...
"Chelsea!.." pekik Zack yang berjalan memasuki rumah Chelsea tanpa mengetuk pintu. *Itu karena Kenzo lupa menutup pintu, pintu kamar pun Kenzo lupa menutup nya:v.
Sontak Kenzo langsung menyibak selimut yang berada di sebelah bantal Chelsea, menutupi tubuh Chelsea tanpa terlihat sedikitpun.
Zack membulatkan matanya melihat Kenzo berada di kamar Chelsea, Zack juga melihat gundukan panjang seperti manusia di sebelah Kenzo.. Terlebih lagi mata Zack tertuju kepada meja rias Chelsea yang tergeletak sebuah seragam perempuan. Zack yakin kalau itu adalah seragam Chelsea, Dan gundukan manusia yang tertutup selimut itu adalah Chelsea.
Sontak Zack langsung menarik kerah jaket yang di pakai Kenzo. Dengan rasa marah yang sangat besar.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan kepada Chelsea!, Dasar pria busuk kurang ajar!!" Ketus Zack yang mulai membentak Kenzo.
"Menurut apa?, Kau ini siapanya Chelsea hah!, Kau itu cuma sebatas teman. Tidak lebih!!" Ketus Kenzo yang tak kalah garang.
"Lalu kau adalah orang baik yang ditakdirkan oleh Chelsea gitu?, Kau itu orang yang membuat Chelsea menggugurkan kandungannya!, Kau menjebak Chelsea dengan ancaman menikahinya kan!, Aku akui.. drama mu ini lebih hebat dari aktor pria hidung belang di luar sana!" Ucap Zack yang membalas kemarahan Kenzo.
"Oh, jadi kau termakan umpan oleh wanita busuk itu!" Ucap Kenzo yang menepis tangan Zack dengan keras.
"Tanyakan pada Chelsea jika benar dia pernah menggugurkan sebuah nyawa yang sudah bersatu dengan darah dagingnya!, Apakah dia akan rela!. Chelsea itu baik dan dia tidak akan melakukan hal seburuk itu. Kau pikir baik-baik siapa dalang dari semuanya!." Jelas Kenzo yang berhasil membuat Chelsea tertegun.
"Tidak mungkin ini rencana Mimi, ini semua karena kau yang mendorongnya melakukan hal semacam aborsi!" Jawab Zack dengan lantang.
Chelsea langsung bangkit dan terduduk di ranjang itu, dia masih menggenggam erat selimutnya.
"Aku tidak akan pernah menggugurkan seorang bayi yang sedang ku kandung, menggugurkan sama dengan membunuh, aku tidak bisa membunuh bayiku sendiri. Aku..aku.. aku tidak tega membunuhnya! Aku tidak ingin membunuhnya! Aku tidak ingin membunuhnya..." Lirih Chelsea yang meneteskan air mata.
Sontak Kenzo menjadi geram karena melihat istrinya menangis karena teman bodohnya.
"Sialan kau, apa ucapan Chelsea belum cukup bukti untuk mu?, Baik.. dalam satu bulan ini, aku akan buktikan kalau Chelsea itu hanya bisa menjadi istriku seorang!, Hanya bisa mengandung anakku!. Pergi sana!!" Ketus Kenzo yang membentak Zack.
Zack hanya menyelipkan wajah sedih ketika melihat Chelsea menangis, tak ingin berdebat lama dengan pria yang tidak dikenalnya itu, Zack berlalu tanpa pamit. Dia berlari secepat mungkin meninggalkan Chelsea dan Kenzo.
Sedangkan Kenzo mengelus-elus kepala Chelsea dengan lembut.
"Tenang saja, aku tidak akan membiarkan seorang bayi yang masih dalam kandungan terbunuh oleh siapapun!." Ucap Kenzo yang serius.
Chelsea memeluk erat Kenzo, ia menumpahkan semua bebannya melewati air matanya.. ingin sekali Chelsea menceritakannya tapi, mengingat kalau Kenzo itu memiliki banyak musuh membuatnya ragu mengatakannya.
Kenzo hanya bisa membalas pelukan dari Chelsea, sesekali dia mengecup kening Chelsea dengan lembut.
Mungkin... Kedatangan takdir itu tidak bisa ditebak, jika memang dia takdir Chelsea, Chelsea hanya bisa pasrah~
Mengingat kalau dirinya memiliki beban yang tidak diketahui orang lain . . . kini hanya dialah yang mengetahui apa yang ditakuti Chelsea selain membunuh sebuah bayi!. Meski membahas tentang bayi itu adalah hal yang belum pasti, jika di perhatikan secara seksama.. seorang Chelsea yang berparas cantik diluar ini terasa rapuh didalam tapi tidak akan membunuh yang namanya sebuah bayi.
__ADS_1
*Membunuh/Menggugurkan
Semangat.. Chelsea!!!