
"Ternyata memang benar gadis jahat yang dipanggil Mimi itu menghantui pikiran Chelsea." Gumam lelaki itu dalam hati.
"Entahlah, aku punya batas kesabaran sendiri. Kamu juga punya batas kesabaran sendiri, sudah sampai tahap ini.. kenapa tidak membalasnya saja?!" Ketus lelaki itu yang merasa kasian kepada Chelsea.
Chelsea hanya menyesal terduduk lemas tak berdaya mendengar apa yang dikatakan lelaki itu.
Lelaki itu mengusap lembut rambut Chelsea. Chelsea tertegun dengan apa yang dilakukan lelaki itu.
"sudahlah jangan dipikirkan lagi, ini sudah pagi. Ayo cepat dimakan." Ucap lembut lelaki itu yang berhasil mendebarkan jantung Chelsea.
"Ba..baik, tetapi ... Siapa namamu?" Tanya Chelsea dengan senyum masam.
Lelaki itu langsung menarik tangannya, lelaki itu tersipu karena merasa tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan nya.
"Aku Kenzo, tak banyak ku sukai. Percaya saja padaku." Ucap lelaki itu yang mencoba bersikap acuh tak acuh.
"Salam kenal, Kenzo. Maaf tentang bajumu, nanti akan ku cuci." Ucap Chelsea.
"Tidak perlu terburu-buru, nanti kita beli yang baru saja. Dan kulihat bajumu sangat ketat.. apa itu tidak mengganggu?" Ucap Kenzo yang melirik dada Chelsea yang terlihat besar.
Kyaaaaa!!!
"Dasar cabul!!" Ketus Chelsea yang langsung menutupi dadanya dengan tangannya.
Chelsea merasa sangat malu dengan perlakuan Kenzo yang keterlaluan.
"Chelsea, ada apa?!" Tukas Zack yang berada di depan rumah Chelsea.
"Zack!!" Pekik Chelsea yang tersadar mendengar suara Zack, sahabat nya.
__ADS_1
Chelsea berlari menuju pintu, lalu membuka pintu. Chelsea seakan melupakan Kenzo yang sedang duduk di kursi satu meja makan dengannya.
"Apa kamu baik-baik saja?!" Cemas Zack yang memegang kedua pundak Chelsea.
"A..aku baik-baik saja, ku..kumohon lepaskan tanganmu.." ucap Chelsea yang merasa gugup dan masih tersipu malu dengan kejadian kemarin.
Sontak Zack langsung melepas tangannya yang menggenggam pundak Chelsea, Zack juga merasa tersipu tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskannya.
"A..anu.. maaf kemarin aku.. a..aku.. mengukur bra mi..likmu.." lirih Zack yang terlihat sangat malu.
"Tidak disangka Zack mau membahas hal ini begitu saja~"gumam Chelsea, "ti..tidak apa-apa, tolong jangan sebarkan rahasiaku tentang kedua orang tuaku.." ucap Chelsea yang mencoba bersikap dewasa.
Zack tercengang mendengar ucapan Chelsea, mungkin bagi Zack sulit untuk mengatakan dia juga melihat cd Chelsea.
"Iya, tapi.. teman-teman di kelas.. ingin tahu juga tentang u..kurannya, a..apa boleh a..aku menjelaskan kepada me..reka?" Tanya Zack yang terbata-bata.
"Apa!, Dasar mimi sialan!, Apakah ini juga termasuk salah satu rencananya?. Dari kata-kata Zack yang terbata-bata pasti Zack di ancam oleh Mimi, huh!! Kenapa dia selalu menghantuiku seperti hantu?, Apa salahku?" Gerutu Chelsea yang merasa tidak tahu harus apa.
"Gila.. Chelsea tetap tersenyum meski salah satu dari tubuhnya tersebar di kalangan remaja lelaki!, Sungguh gadis yang baik hati." gumam Zack dalam hati.
Zack membalas senyuman Chelsea.
"Ayo berangkat bersama!" Ajak Zack pada Chelsea.
"Ba"
"Dia akan berangkat bersamaku!" Ucap Kenzo yang membuat Chelsea terkejut.
"Kamu!!" Ucap Chelsea yang merasa ada kejanggalan.
__ADS_1
Tiba-tiba atmosfer menjadi mencekam.
"Pria sixpack ini siapa Chelsea?" Tanya Zack dengan tatapan yang serius.
"A.. di..dia.."
"Aku suaminya." Ucap Kenzo yang menatap maut Zack.
"Omong kosong!, Chelsea tidak suka dengan orang yang berterus terang seperti kamu!" Ucap Zack yang melirik ke arah tubuh Kenzo yang tidak memakai baju.
"Tapi dia menikmatinya, kau mau apa jika kami sudah sedekat ini!?" Ucap Kenzo yang merangkul Chelsea tapi masih menatap tajam Zack.
Chelsea tersipu berada di dekapan lelaki yang tidak dikenalnya itu, terlebih lagi Kenzo tidak memakai baju sedikitpun.
Kenzo tersadar jika ada sesuatu yang menjanggal di dekapan Chelsea.
Chelsea melihat dada bidang milik Kenzo terlalu lama, dia baru sadar kalo Kenzo sudah memilik perut sixpack yang berhasil membuat Chelsea mimisan(biasa, cewek masih suci kalo di peluk cowok cool yang tidak memakai baju hanya bisa apa selain tersipu lalu mimisan:v).
"Chelsea, hidung mu!." Ucap Zack yang mencemaskan keadaan Chelsea.
Chelsea mendorong tubuh Kenzo dengan malu. Chelsea mengelap darah mimisan nya.
"A..aku tidak apa-apa, Zack.. pinjamkan jaket yang kamu pakai kepada Kenzo. Besok akan ku kembalikan oke." Ucap Chelsea yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tentu saja, aku akan berikan jika kau yang meminta." Ucap Zack yang memberikan jaket itu kepada Kenzo.
Kenzo menerima jaket yang diberikan Zack. Lalu dia memakainya, wajah nya mulai berubah acuh tak acuh.
"Baiklah, ayo kita berangkat!" Ucap Zack pada Chelsea.
__ADS_1
"Tunggu, aku ambil tas dulu." Ucap Chelsea yang masuk ke dalam rumahnya.
Kenzo dan Zack melanjutkan tatapan maut mereka.