Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Drama Lonte:v #part 7


__ADS_3

Drama *****:v #part 7


Pagi hari pun tiba~


Nampak Lu Han sedang memeluk Nana, karena semalam Vale sempat memindahkan tubuh Lu Han karena tidak tega tidur di luar.


Sedangkan Vale sudah memainkan dapur kecilnya untuk menyiapkan sarapan pagi untuk kekasih dan putri angkatnya.


Tap ... Tap ... Tap


Vale berjalan menuju kamarnya sembari membawa sup ginseng yang masih hangat.


"Sweetie, ayo bangun . . . Biarkan energi mu kembali penuh seperti semula." Ucap lembut Vale yang menaruh sup ginseng itu di meja makan di sebelahnya.


"Uhm~"


Perlahan Lu Han membuka matanya, lalu ia mencoba mendudukkan tubuhnya.. Vale membantu kekasihnya duduk di sebelahnya (di tepi ranjang).


Vale mengambil kembali sup gingseng itu, lalu ia membantu meminumkannya kepada Lu Han.


"Bagaimana perasaanmu, apa masih sakit?" Tanya lembut Vale yang mengelus lembut punggung kekasihnya.


Lu Han menyelipkan senyum kecil sembari menaruh sisa sup gingseng itu di meja nakas tepat di sebelah nya.


"hi..hi..hi.. Darling ini, semalam darling melakukannya dengan sangat lembut.. itu tidak meninggalkan bekas apapun, t-tapi aku ingin keluar lagi." Lirih Lu Han yang memerah merona.


"Lagi?, Padahal aku semalam sudah membersihkan nya." Ucap Vale yang mulai menggendong Lu Han seperti bayi koala.

__ADS_1


"Uhm. . . Mungkin darling tidak terlalu bersih membersihkannya." Jawab Lu Han yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Vale.


"Iya, aku takut Nana akan terbangun karena suara guyuran air di kamar mandi. Maafkan aku ya~" ucap Vale yang mulai berjalan menuju kamar mandi di sebelah ruang kamarnya.


Vale mengecupi kening kekasihnya, sedangkan Lu Han memeluk erat tubuh kekasihnya... Mereka saling memberi kenyamanan.


Setelah mengantar Lu Han ke kamar mandi, Vale kembali menuju kamarnya... Ganti membangunkan gadis kecilnya yang sedang tertidur pulas, bahkan ia terlihat imut meski sedang tertidur.


"Nana sayang, bangun yuk . . . Sarapan pagi bersama." Ucap lembut Vale yang mengangkat tubuh Nana dan mendekapnya.


Tubuh Nana masih terasa lemas, perlahan ia membuka matanya.. mengumpulkan nyawanya yang berlarian kesana kemari, merasa nyawanya sudah terkumpul.. ia langsung memeluk erat papa nya.


"Selamat pagi, papa!" Celoteh Nana yang merasa semangat.


"Selamat pagi, putri kecil Papa." Jawab Vale yang memberikan kecupan kepada Nana.


Sesampainya di meja makan, nampak ada berbagai macam makanan 4sehat 5 sempurna(kamu pasti tahu).


"Papa, dimana mama?" Tanya Nana yang mulai meminum susu di gelas yang sudah di persiapkan.


"Mama sedang mandi, kita makan dahulu oke." Ucap Vale yang meminum susu yang sudah disiapkan nya.


"Baiklah, tetapi... Apa Nana jadi memiliki seorang adik?" Tanya polos Nana yang mulai menyendok nasinya.


Uhuk..uhuk..


Sontak Vale tersedak mendengar ucapan dari Nana.

__ADS_1


"i.. itu, mama seorang laki-laki... Mungkin tidak akan bisa, lagian. . . Aku dan Lu Han belum resmi menikah." Jawab Vale yang merasa canggung.


"Apa harus menikah dahulu baru Nana bisa memiliki adik?"


"Sayang... Tidak begitu peraturan nya, jika membahas tentang sebuah buah hati... Itu sudah di garis dari buku kehidupan kami. Tetapi, meski kami saling mencintai dan itu sudah di garis, garis itu bukan garis lurus... Tetapi garis belok."


"Lalu kenapa kalau garis itu adalah garis belok?, Pokoknya Nana ingin seorang adik!" Ucap Nana yang menaikkan nada suaranya.


Chu~


Satu kecupan mendarat di kening Nana.


"Iya, itu jika mereka berkehendak. Kita berdoa saja agar mama bisa memberikan adik untuk Nana dan Kak Nasha." Ucap lembut Lu Han yang mendekap tubuh mungil Nana dari belakang.


"Mama... Uwaaa, papa tidak ingin nana punya adik.." rengek Nana pada Lu Han.


Lu Han langsung melirik Vale, Vale merasa bersalah.


"Maafkan aku sweetie, aku hanya mencoba menjelaskan." Lirih Vale.


"Tidak apa-apa, memang cinta kita adalah cinta garis belok. Dan mungkin itu adalah takdir kita." Lirih Lu Han yang tersenyum Masam.


Nana sempat ikut sedih melihat kedua orang tuanya bersedih.


"Tenang saja, mama papa. . . Nana akan merubah sedikit takdir kalian!" Ketus Nana yang merasa yakin.


Vale dan Lu Han merasa tergerak hati mendengar ucapan dari Nana.

__ADS_1


Vale dan Lu Han memeluk Nana, berharap yang dikatakannya itu menjadi kenyataan... Karena dia seorang yang SPECIAL.


__ADS_2