
"Kak Hanaby!" Pekik Kiky yang berlari mendekati Hanaby yang sedang terkurung.
"Kiky malaikat kecilku~, huhu~ akhirnya ada yang datang menyelamatkan sang pro player ini( ≧Д≦)." Lirih Hanaby yang sangat-sangat merasa senang.
"Menyebalkan!, Sedang di kurung saja masih bisa membawa status duniawi yah. Dasar perempuan." Ucap Kiky yang berjalan perlahan menyesal karena mendekati Hanaby.
"Haish~ jangan begitu lah, 7 hari lagi aku ada final di wisteria. Dan untungnya sangat lumayan, lepaskan aku nanti aku bagi dua deh uangnya."ucap Hanaby yang masih berdiri di depan jeruji biru itu.
"Tidak perlu, Tanpa kau suruh pun aku sudah berniat untuk membebaskan mu." Ucap Kiky yang berhenti di tempat.
"Bebaskan aku juga~" ucap seorang wanita yang menepuk pundak Kiky.
Sontak Kiky mencari arah sumber suara di belakangnya.
"Mi..Miya.." ucap Kiky yang terpana melihat kecantikan Miya.
"Kamu mengenalku, pasti kita sudah berjodoh di reinkarnasi sebelumnya!." Ucap Miya yang matanya berbinar binar.
"A..aku..", "orang tuaku lah yang mengenalkan namamu padaku.." lirih Kiky yang masih tersipu.
"Benarkah~" ucap Miya, setelah merasa senang.. Miya meneteskan air mata.
__ADS_1
Tik~
"Kamu menangis?!" Tukas Kiky yang langsung menyeka air mata Miya.
"Ma..maaf.." ucap Miya yang menepis tangan Kiky. Entah mengapa seketika aura Miya menjadi serius.
"Tsk!, Tidak ada waktu lagi. Jika benar takdir mempertemukan kita, aku akan mencoba mencintaimu.. entah kamu nyata atau tidak!." Ucap Kiky yang menutup matanya, mengambil kertas jimat di sakunya.
"Atas nama semua temanku.. Bereinkarnasi adalah Tujuanmu!. Atas nama ku, ku bebaskan jiwa serta dunia mimpi ini!. Capai lah tujuanmu ... Miya!!!!" Pekik Kiky yang melemparkan kertas jimat Taoisme ke dada Miya.
Jeritan Kiky membuat tubuh Miya bersinar, bersinar terlalu terang hingga dunia yang tadinya berwarna.. menjadi putih bersih menyilaukan semua mata.
"Tidak!..." Ketus Miya yang sontak terbangun dari tidurnya dan menggenggam dadanya yang terasa sakit.
"Tidak, aku hanya terbawa suasana karena ucapan tuan Kenzo." Ucap Miya yang mulai menyibak selimutnya, duduk di tepi ranjang merapikan bajunya dan mengatur ekspresi wajahnya.
"Jangan terlalu menarik perhatian di sana, cukup memantau dari iPad milikmu saja." Ucap asisten Kenzo yang berjalan keluar.
"Baik." Jawab Miya.
Sementara di apartemen biru, mereka sudah tersadar.
__ADS_1
"Miya!!" Tukas Kiky yang terbangun dan berteriak.
"Ada apa nak?" Ucap ibu Kiky yang langsung memeluk Kiky.
Kiky baru tersadar jika dirinya sedang berada di dunia nyata.
Kiky meneteskan air mata mungkin selama ini Kiky tidak pernah menangis karena hal kecil tapi, jika berpisah dengan Miya tanpa mengucapkan selamat tinggal membuat hal itu membekas di hati Kiky.
Rasanya Kiky tak bisa menahan tangisnya, bulir-bulir air mata membasahi pundak ibunya. Ayah Kiky hanya bisa ikut memeluk istri dan anaknya, entah apa yang telah membuat putranya yang genius pendiam itu menangis.. lebih baik ikut menenangkan putra nya.
Hana mulai terbangun, lalu Hanaby, lalu Aoda. Setelah 5 menit berbincang bincang.. akhirnya kirara terbangun.
Setelah hal itu, mereka pulang ke rumah masing-masing.. kirara hanya bisa mengenang mimpi indahnya bisa bermain sepuasnya di rumah kecil Hanaby. Sedangkan Kiky hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang terlihat pucat tak memiliki tenaga.
Oke sampai disini kalian tahu potongan kisah kecil Miya, setelah ini Miya akan berpindah ke cerita MtSsS[Menerima tuan Samurai sebagai Suami].
Nantikan kelanjutan kisah Kiky dan Miya yang bertemu di apartemen biru dengan tema BERMAIN JALANGKUNG.
Ayo tebak siapa yang merekomendasikan permainan menyeramkan ini!... Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya.
Jangan lupa vote,Like, dan favoritkan karya ini~
__ADS_1
Happy enjoy...