Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Menerima tuan Samurai sebagai Suami #8


__ADS_3

Matahari sudah mulai terbenam, waktu sedang menjelang malam..


Kini Chelsea dan Kenzo sedang bersiap untuk dinner mereka.


"Kita tidak perlu boros dengan benda yang namanya uang, aku bisa memasakkan makanan khusus untuk kita berdua." Ucap Chelsea yang sedang menata rambutnya.


"Itu akan membosankan, sekali-kali kau juga harus mencapai impianmu dengan sepeser uang. Lagian... Uang ini jerih payahku sendiri." Ucap Kenzo yang mengencangkan dasi merahnya.


"Jerih payah omong kosong, pasti uang dari habis membunuh para bangsawan di luar sana." Ucap Chelsea yang menampakkan wajah malas.


Kenzo langsung memeluk Chelsea dari belakang, ia menempelkan bibirnya di telinga kiri Chelsea... Chelsea merasa geli melihat tingkah laku Kenzo dari pantulan cermin di depannya.


"Jangan bahas darimana aku mendapatkannya, atau ... Aku tidak akan mengampunimu malam ini." Lirih Kenzo di telinga Chelsea.


Chelsea langsung memutar wajahnya menatap Kenzo.


"Iya, sebaiknya jangan ampuni aku. Atau .. aku yang tidak akan mengampunimu!" Ucap Chelsea yang tersenyum jahat dengan aura merendahkan yang kuat.


Kenzo terbungkam dengan ucapan dan ekspresi wajah Chelsea, ia menyelipkan senyuman kecil lalu mengecup kening Chelsea agar dia tidak bersikap arogan seperti itu lagi.


Chu~


Satu kecupan mendarat di kening Chelsea, Chelsea yang tadi memancarkan aura yang merendahkan kini dia terpojok menahan rasa malu yang kuat.


Terlihat jelas jika wajah Chelsea merah merona. Ia langsung mendorong tubuh Kenzo dan berkata "jauh-jauh sana!" Ucap Chelsea yang terbata-bata dengan rasa malu yang berlebihan.


Hahaha...


Kenzo tertawa melihat tingkah laku gemas Chelsea, meski dia melihat yang begini di pagi tadi .. tapi rasanya berbeda, godaan ini lebih melekat daripada yang di sekolah tadi.


Skip malamnya~


Mereka sudah sampai di restoran mewah khusus couple pasangan. Mereka datang secepat kilat karena apa?(karena loncat dari atas pohon) okey kamu benar.


Kenzo memilihkan pesanan makanan yang tertera di buku label yang sudah tersedia berbagai macam makanan, karena Chelsea tetap menolak untuk memboros uang.


Selama menunggu, seorang gadis muda berbaju hitam yang terlihat misterius yang berUsia sekitar 15 tahun itu mendatangi meja Kenzo dan Chelsea.


"Senang bertemu denganmu lagi Tuan." Ucap gadis itu yang berdiri di antara Kenzo dan Chelsea. Gadis itu tak lain adalah Miya, gadis serba bisa yang juga seorang anak buah andalan Kenzo saat bertugas.


"Oh, kamu sudah datang. Sudah ku bilang jangan menarik perhatian orang." Ucap Kenzo yang menghela nafasnya dengan berat.


"Ma..maaf tuan, ini hanya jaket. Di luar sangat dingin, jadi aku masih memakainya. Sekarang aku akan melepasnya." Ucap Miya yang terbata-bata sembari melepas jaket hitam itu.


"Ya, apa kau membawa barang yang kau butuhkan, karena aku akan pergi mulai besok." Ucap Kenzo pada Miya.


"Iya, saya selalu membawanya." Jawab Miya yang masih berdiri.


"Baguslah, jika tidak membawa akan sangat merepotkan." Ujar Kenzo.

__ADS_1


"Membawa apa??" Tanya Chelsea yang membuat mereka saling menatap Chelsea.


"iPad kesayanganku." Ucap Miya manis yang menunjukkan iPad-nya.


Sontak Chelsea terkejut melihat sebuah iPad keluar dari jaket gadis itu.


"Ha... Keluar dari mana iPad itu." Tanya Chelsea yang sempat terkejut.


"Ini aku taruh di belakang dalam jaket(di dalam punggung jaket)." Ucap Miya yang menjelaskan.


"Ah begitu, omong-omong nama kamu siapa?." Tanya Chelsea.


"Salam kenal aku Miya, mulai sekarang aku akan mengabdi kepada nona Chelsea yang cantik ini." Ucap Miya yang mencium punggung tangan Chelsea dengan lembut, sebagai tanda kehormatan.


"Mulutmu sangat manis, tapi jangan terlalu formal begini, kita menjadi teman saja oke." Ucap Chelsea yang merasa senang dengan Miya.


"Baiklah, tapi nona sangat cantik, aku tidak bisa berhenti memandang nona~" ucap Miya yang masih menggenggam tangan Chelsea dengan perasaan senang.


Chelsea bangkit dari tempat duduknya, dia membalas genggaman tangan Miya.


"Kamu ini sangat pandai berkata-kata, ayo kita berpelukan." Ucap Chelsea yang mulai memeluk Miya dengan lembut.


"Te.. terimakasih~" jawab Miya yang terpana. Miya tidak menyangka jika dirinya akan diperlakukan baik oleh istri tuannya itu, karena selama Miya membaca novel tentang istri CEO yang selalu modus dan sangat arogan... Sungguh, Chelsea jauh lebih baik dari pada mereka.


Ehem~


Chelsea langsung kembali duduk.


"Ayo ikut makan bersama kami." Ajak Chelsea dengan senyum manis.


"Itu tidak perlu, aku hanya akan menjadi penghalang untuk makan malam pertama kalian. Tugasku bertemu dengan Tuan dan nona sudah selesai.. menemani kalian makan bersama bukan termasuk di misiku, kalau begitu saya akan menunggu di apartemen biru kalian saja." Jelas Miya yang menyimpan iPad-nya dan memakai jaket hitamnya itu.


Chelsea sempat terkagum dengan ucapan Miya, memang.. tugas seorang anak buah tidak boleh mengganggu waktu berdua tuannya. Chelsea menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti, tetapi mengingat kata 'malam pertama' dari Miya.. otaknya berpikiran kemana-mana.


"Baiklah, sampai jumpa Miya." Ucap Chelsea yang melambaikan tangan.


"Sampai jumpa, nona." Jawab Miya yang mulai berjalan meninggalkan Kenzo dan Chelsea.


Setelah kepergian Miya yang menghilang meloncat ke atas pohon, makanan baru sampai. Pelayan itu langsung menyerahkan 2 piring daging panggang dan 2 gelas alkohol merah yang tidak terlalu berbahaya.


Saat Kenzo dan Chelsea memakan hidangan mereka, Kenzo menyelipkan pertanyaan tentang anak buahnya itu. 3 pertanyaan selama kenzo berbicara.. Chelsea menyadari sesuatu.


"Apa Miya tahu dimana letak rumah kita?" Tanya Chelsea yang mencemaskan Miya.


"Entah, Miya sangat pandai berkata-kata dan menghack apapun yang ku suruh. Mungkin dia sudah tahu dimana rumah kita." Ucap Kenzo yang melanjutkan makannya.


"Baiklah aku percaya padanya." Ucap Chelsea yang melanjutkan makannya.


Sementara di depan apartemen biru, Miya baru menyadari kalau dirinya lupa menanyakan dimana letak rumah Chelsea.

__ADS_1


"Sial, kenapa aku lupa menanyakan hal itu kepada nona?" Ketus Miya yang mengusap kasar wajahnya.


Kringg~


Nona Chelsea tinggal di apartemen 06 lantai 1 bagian timur, tempatmu 07 lantai 1 bagian timur tepat di sebelah rumah nona Chelsea.


Pesan yang muncul di iPad Miya.


"Baiklah, terimakasih asisten tuan!" Ucap Miya yang menghela nafas lega.


Selangkah Miya saat mau masuk pintu loby apartemen, dia melihat dua orang.. wanita yang memapah pria yang terlihat sedang mabuk. Sontak Miya langsung mendekati dua orang itu.


"Lepaskan dia!" Tukas Miya.


"Siapa kamu, aku adalah pacarnya.. oh, kau itu selingkuhannya ya~ dasar wanita rendahan!." Ketus wanita itu dengan arogan.


Miya tersenyum menyeringai


"Permainan nya akan dimulai, darling ... Aku dan temanmu sudah menunggumu sejak tadi di dalam apartemen, ayo kita masuk." Ucap Miya dengan manis.


Pria itu tersadar mengingat ucapan teman dari Miya, pria itu langsung melemparkan dirinya kepada Miya.


"Kamu pendek sekali~" lirih pria itu yang merasakan kependekan fisik Miya.


Pipi Miya merah merona, baru kali ini dia dipeluk dan di anggap pendek oleh seorang pria, mungkin secara fisik pria itu tinggi dan Miya dianggap pendek karena sedang dalam masa pertumbuhan.


"Dasar perebut pacar orang!" Ketus wanita itu yang membentak Miya.


"Omong kosong, kau yang selingkuhannya!, Apa matamu buta! Apartemen ini suci tidak untuk menikmati malam pemanasan seperti hotel lainnya!" Ucap Miya dengan wajah malas meladeni wanita itu.


"A..apa kau dan Daisuke sudah sampai tahap itu." Tanya wanita itu yang tercengang tak bergerak.


Miya tersenyum menyeringai wanita itu.


"Oh ya... Dibandingkan denganmu yang arogan tidak tahu malu, aku terlihat seperti gadis loli yang di dambakan para pria." Tukas Miya yang merendahkan wanita itu. Wanita itu terdiam tak bergerak, Miya berlalu memapah pria itu yang bernama Daisuke.


Agak kesulitan Miya berjalan sembari memapah seorang pria Remaja, selama berjalan menuju lift apartemen.. miya mulai menanyakan sesuatu.


"Dimana tempat tinggalmu?" Tanya Miya yang mulai menekan tombol buka pintu lift.


"18 lantai... 3 bagi..an barat.." lirih pria itu.


"Baiklah, maafkan aku soal tadi." Ucap Miya yang menekan tombol lift lantai 3.


Pria itu tidak menjawab.


Baiklah kalian pasti tau siapa pria ini... Yang tidak tahu siapa pria ini bisa menanyakan nya kepadaku, caranya tinggal tulis di kolom komentar, jika kalian tahu siapa nama pria itu tinggalkan Like karena pria itu juga bagian dari cerita sebelah.


Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2