Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Menerima tuan Samurai sebagai Suami #6


__ADS_3

Setelah Chelsea bersiap rapi dan bersiap untuk pergi.


"Kenzo, kamu bagaimana. Mau jaga rumah atau gimana?" Tanya Chelsea yang hendak mengunci pintu.


"Aku tidak akan membiarkanmu diganggu oleh orang yang bernama Mimi itu, tentu aku akan pergi bersamamu." Ucap Kenzo.


"Ah, ya sudah. Tapi jangan terlalu menarik perhatian di sekolah oke." Ucap Chelsea yang mengunci pintu rumahnya.


Mereka bertiga mulai berjalan menuju sekolah Chelsea dan Zack.


Chelsea berada di tengah diantara Zack dan Kenzo. Takutnya mereka berdua jika berdekatan akan membuat atmosfir yang tadinya tenang menjadi menakutkan.


Pertama Chelsea memasuki ruang utama dasar kelas 1, Chelsea berhasil menarik perhatian para siswa siswi yang berjalan di koridor dasar itu.


Tak kalah heboh dengan adanya Kenzo pria tampan yang berasa di sisi kanan Chelsea berhasil menarik perhatian para siswi di sana.


"Tampan sekali, apakah dia murid baru?"


"Mungkin iya"


"Tapi dia sudah ada yang jaga tuh"


"Kakak dada besar itu siswi dari kelas 2-1 kan ya.."


"Ku dengar sih begitu."


"Lalu yang di kiri itu adalah sahabat kakak dada besar itu kan ya.."


"Iya, sahabatnya juga tak kalah tampan."


"Beruntung sekali kakak dada besar itu mendapat dua pria sekaligus."


"Iya"


"Mungkin dadanya itu dia melakukan spa khusus."


"Omong kosong, kudengar kakak dada besar itu miskin."


"Lalu bagaimana dia bisa masuk sekolah besar ini?"


"Mungkin dia menjual diri."


"Jangan menyebar informasi seperti itu, mungkin itu adalah pemberian sejak lahir."


"Iya, mungkin kakak itu melakukan pekerjaan sampingan untuk membiayai sekolahnya."


Begitulah obrolan dari mereka. Kenzo semakin menebar aura tak suka.


"Sea, ayo antarkan aku keruang kepala sekolah!" Ucap Kenzo yang menggendong Chelsea ala-ala penculikan yang seperti; Chelsea di bopong tubuhnya ditaruh di bagian pundak kanan kenzo. Chelsea tersipu.. wajahnya memerah, kerah baju bagian dasinya seketika melonggar saat Kenzo mulai menculiknya:v, Chelsea menutupi kerah baju atas yang memperlihatkan kedua dadanya yang terlihat kenyal. Rok mini Chelsea hampir mencapai batasnya, namun Kenzo tetap menjaga kedua paha Chelsea yang terlihat indah dan mulus itu dengan tatapan maut yang dimilikinya.


Para siswa yang sedang lewat salah fokus dengan keromantisan yang ditebarkan Chelsea dan Kenzo.


Rasanya Chelsea tak bisa bergerak bebas karena tangannya yang memeluk erat bahu Kenzo. Sedangkan Zack mendengus kesal dengan tingkah laku tak wajar dari pria yang mengaku sebagai suami Chelsea.


Kyaaaa!!


"Turunkan aku, sudah kubilang jangan mencari perhatian!" Ucap Chelsea berkali-kali.

__ADS_1


Kenzo mengacuhkan ucapan Chelsea.


"Hei, turunkan Chelsea sekarang!. Tindakanmu terlalu kelewatan batas!" Tukas Zack yang merasa kesal.


Sejenak Kenzo membalikkan tubuhnya dan memberikan ekspresi merendahkan.


"Yang kelewatan batas itu kamu, kamu yang membuat istriku semalu ini. Hubunganmu dengan sea hanya sebatas sahabat.. tidak boleh lebih!" Ucap Kenzo yang terlihat sangat arogan.


"Kenzo .. Zack, hentikan.." ucap Chelsea yang terdengar serius.


Namun mereka berdua mengabaikan ucapan Chelsea.


Mereka memulai membuat atmosfir sekitar menjadi area pertarungan.


Chu~


Cium kecil Chelsea di telinga Kenzo, seketika Kenzo melepaskan semua ekspresinya menjadi ekspresi terkejut..


Karena ada kelonggaran di pelukan penculikan Kenzo.


"A..apa yang kau lakukan, Chelsea?.." tanya Zack yang merasa terganggu dengan yang dilihatnya.


"Ma..maaf, bisakah kalian hentikan pertengkaran konyol ini?, Sebenarnya apa tujuan kalian bertengkar?" Tanya Chelsea yang tak tahu harus apa.


"Tentu saja pertengkaran ini membahas tentangmu, sea"ucap Kenzo yang memeluk Chelsea dari belakang.


"Kamu ini siapa?, Jangan sembarangan menyentuh orang!, Aku tidak jatuh cinta padamu." Gerutu Chelsea.


"Oh ya.. kalau begitu kita panaskan suasananya." Bisik Kenzo yang berhasil membuat Chelsea memerah.


Zack tak tahan dengan tingkah laku keterlaluan dari Kenzo, akhirnya dia memutuskan untuk pergi dahulu..


"Zack~" lirih Chelsea.


Chelsea menggandeng tangan Kenzo, mereka menuju ke koridor selatan sekolah.. dimana tempat kantor kepala sekolah berada.


"Masuk saja, aku akan pergi dahulu!" Ucap Chelsea yang bepaling tubuh dari Kenzo.


Baru selangkah Chelsea berpaling, Kenzo mulai bersuara.


"Sudah sampai sini... Apa kau tidak malu dengan orang-orang tadi?" Ucap Kenzo yang memperingatkan.


Sontak Chelsea terdiam hati, di hati Chelsea sekarang merasa malu.. jika kabar kedekatannya dengan Kenzo sampai terdengar ditelinga Mimi, hancur sudah masa Hidupnya.


"Ini semua salahmu!, Sudah kubilang jangan mencari perhatian.. tapi ... hancur sudah reputasiku." Lirih Chelsea yang masih terdiam tak bergerak.


"Aku akan membuat reputasimu tetap terjaga, setelah pulang sekolah nanti ikut aku membuat sertifikat pernikahan.. keuntungannya sangat besar. Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.. termasuk musuh bebuyutan ku." Jelas Kenzo.


Chelsea membalikkan badannya dengan ekspresi yang marah.


"Omong kosong, kamu pasti bercanda!, Aku hanyalah seorang gadis biasa.. jika menikahi ku... Aku hanya akan menjadi beban hidupmu." Ucap Chelsea.


"Apakah aku terlihat bencanda?" Ucap Kenzo dengan serius.


Wajah Chelsea seketika memerah, Chelsea mendorong tubuh Kenzo.. masuk ke kantor kepala sekolah.


"I..itu terserah kamu, jika kamu serius maka aku akan menghormati niat baikmu. Aku akan menunggu diluar!" Ucap Chelsea yang mendorong tubuh Kenzo.

__ADS_1


Skip setelah Kenzo dan Chelsea pergi dari ruang kepala sekolah, mereka langsung pergi ke kelas Chelsea. Selangkah memasuki ruang kelas yang ada di lantai dua.. Chelsea disambut ucapan gila dari teman lelakinya, juga Mimi dan Zuzu yang sudah berada duduk di bangku Chelsea seperti tidak punya dosa.


"Ah.. besar sekali, tak heran jika dia hanya memilik teman yang sensitif seperti Zack."


"Iya, mungkin ada maksud lain."


"Oh, bukankah ini nona dada besar yang baik hati?" Ucap Mimi yang duduk manis di atas bangku Chelsea.


Chelsea hanya mengabaikan ucapan Mimi.


"Lalu kenapa?" Jawab Chelsea singkat.


Zuzu menggertakkan gigi karena tingkah laku Chelsea yang keterlaluan, dia berjanji akan membalas apa yang telah dilakukan Chelsea kepada Mimi sekarang.


"Apa pelajaran kemarin kurang untukmu?" Ucap Chelsea yang mencoba bersikap dewasa.


Mimi mendengus kesal mendengar apa yang di ucapkan Chelsea.


"Bagaimana kau melakukan hal semacam itu kepadaku, apa salahku?" Tanya Mimi yang turun dari meja.


Lalu Kenzo pun datang langsung mendesak Mimi.


"Pertama kau masuk ke rumah Chelsea dengan sengaja, kedua kau selalu menjahili Chelsea di balik layar.. ah, tidak menjahili, lebih tepatnya menganiaya. Masih ada alasan ke tiga bahkan sampai ke seratus..." Ucap Kenzo yang menatap tajam Mimi.


Sontak semua orang yang dikelas itu terkejut, mereka seakan tidak percaya dengan kata-kata lelaki yang memakai jaket Zack itu.


"Omong kosong!, Kapan aku menganiaya Chelsea?" Ketus Mimi yang merasa sangat marah. Zuzu mencoba menghalangi lelaki itu menatap Mimi.


Phak!


Zuzu tersungkur tergeletak karena hempasan dari Kenzo.


"Zuzu!"


"Kenzo!.. apa yang kamu lakukan?!" Tukas Chelsea yang terkejut melihat tingkah laku Kenzo.


"Tentu saja ingin mengupas tuntas masalahmu dengannya!" Ucap Kenzo yang masih menatap maut Mimi.


Mimi merasa ketakutan karena tatapan Kenzo. Chelsea menggenggam tangan Kenzo sebagai tanda dia harus berhenti.


Kenzo menarik senyum di ujung bibirnya, ia mulai membisikkan sesuatu kepada Mimi.


"Sekali lagi~ jika kau berani menyentuh istriku, aku tidak akan berbuat sebaik Zack!" Bisik Kenzo pada Mimi.


Kenzo langsung menghampiri Chelsea, menarik tangan Chelsea menuju meja guru.


"Duduk!" Titah Kenzo.


Chelsea langsung duduk di kursi guru, tidak berani menentang perintah Kenzo yang sedang marah besar. Meski aslinya Chelsea yang harus marah pada Kenzo.


Kenzo langsung menghampiri tempat duduk dan meja yang tadinya di duduki Mimi.


Dia mengangkat kedua nya dengan sangat mudah, Kenzo menghampiri jendela kaca yang kotak tak bisa dibuka atau ditutup.


"Siapapun yang berani menyentuh atau menyakiti istriku, aku akan pastikan hidup kalian tidak akan mudah begitu saja!." Ucap Kenzo yang siap membuang kursi dan meja Chelsea.


Pyarr!!..

__ADS_1


Seketika kursi dan meja itu melayang melewati kaca bak terhempas angin yang kuat. Meja dan kursi itu jatuh dari lantai dua, suara jatuhnya pun terdengar jelas.


Mereka hanya menelan Saliva dengan kasar.. mengetahui kalau pria itu adalah suami Chelsea, meski sedikit dari mereka tidak menyakini nya. Melihat kalau ekspresi Kenzo seserius itu membuat mereka yakin dengan ucapannya.


__ADS_2