
Sore hari pun tiba~
Di rumah Kirara dan Kiky..
"Ayah, ibu.. aku akan kerumah Aoda teman kelasku. Aku tidak akan pulang malam." Ucap Kirara yang memakai jaket hitam dan membawa satu kartu tarot yang tidak di lihat nya.
Ibu dan Kiky hanya memutar bola mata malas nya, mereka berdua tahu apa yang di maksud tidak pulang larut malam.. karena kirara akan bermain game di rumah Hanaby sampai jam 5 pagi baru pulang. Terkadang di sekolah kirara tertidur pulas, dia mengandalkan kartu tarot nya untuk menebak situasinya sendiri.
"Iya, hati-hati di jalan ... Dan jangan lupa nanti untuk main bareng sama ayah." Ucap ayahnya yang mengingatkan kirara sekali lagi.
"Iya ayah.."
"Kak, nanti aku datang agak terlambat. Aku dan ibu harus menelusuri permainan ini lebih dalam." Ucap Kiky yang mulai duduk bersila di atas tikar yang ada sekotak dupa yang mau di bakar ibunya.
"Iya, aku pergi dulu~" ucap Kirara yang berlalu meninggalkan mereka.
Sesampainya di apartemen Aoda🌆..
Ting.. tong..Ting..tong..
"Kirara tuh, bentar aku buka pintu dulu~" ucap Hana yang berjalan menuju pintu.
Hana membuka pintu dan kirara pun masuk.
"Oh.. Hanaby sudah sampai duluan yah, baiklah kita mulai sekarang saja." Ucap Kirara yang berjalan menuju Hanaby dan Aoda.
"Kiky tidak ikut?" Tanya Hanaby yang menyimpan hp nya.
Kirara terlihat sedih melihat hp Hanaby di simpan di saku jaketnya.
"Huff~ biar ku baca apa yang akan terjadi nanti.." ucap Kirara yang mulai mengambil kartunya.
Hanaby, dan Hana penasaran dengan gambar kartu itu, Aoda menyiapkan tikar dan satu lilin merah yang tadinya dibelikan oleh Hanaby. Kirara merasa ada yang janggal dengan kartunya..
Phak!
"Eh ... Kartu baru itu Ra?" Ucap Hana yang mencoba menebak kartu itu.
"Kartu ini.. apakah ibu sengaja menggantinya!." Gumam Kirara dalam hati.
Kirara terdiam memikirkan makna dari kartu itu, jujur .. kirara belum pernah melihat gambar kartu itu, di situ terlihat ada wanita membawa payung dan dikelilingi kertas Taoisme yang melayang. Meski belum pernah melihat, kirara tetap menjelaskan makna dari kartunya itu.
"Wanita ini pemilik permainan itu, sepertinya dia sangat ahli dalam ilmu Taoisme.. 30% kekecewaan, 40% kesenangan, 29% bersama mereka. 1% Kemungkinan besar hal itu hanya sebuah ilusi. Apa kalian ingin tetap main?" jelas Kirara yang menyimpan kembali kartu itu.
"Tentu saja, kenapa tidak. Ayo mulai." Ucap Hanaby yang mengabaikan ucapan kirara.
"Baiklah" jawab Hana yang mulai menyahutkan api kepada lilin itu.
Mereka mulai mengitari lilin itu, Hanaby membaca mantranya. Mereka semua memejamkan matanya.
"Mimpi tiga hari.. aku datang padamu~" ucap Hanaby.
Whusss~
__ADS_1
Terasa api lilin tadi tertiup angin kencang entah dari mana.
Di saat yang sebenarnya tubuh mereka berempat terbaring tertidur ditempat.
Dan~
Permainan sudah dimulai!.
Hana mencoba membuka matanya, tubuhnya terasa sedang berbaring di tikar itu.
"Uhm~ bukannya tadi kita sedang main?, Sayang.. bangun~" ucap Hana yang mencoba membangunkan Aoda.
Beberapa kali Hana menggoyangkan lengan Aoda, tapi Aoda tetap tidak bangun. Kirara mulai bangun sembari memegangi kepalanya yang merasa pusing.
"Aduh, rasanya kepalaku habis dipenggal... Sayang, apa kau tidak apa-apa?" Ucap Kirara yang mencoba duduk dan membuka mata.
"Kirara, siapa yang kamu panggil sayang?" Tanya Hana yang merasa bingung.
"Tentu kamu sayang, Hana.. apa kamu ti-" ucap Kirara yang tersadar ada sesuatu di tubuhnya. Kirara membulatkan kedua matanya, dia melihat tangannya yang terlihat familiar, baju yang dikenakannya, juga rambut panjang yang menempel di kepalanya, dia juga meraba-raba wajah dan kedua dadanya.
Kyaaaaa!!
"OMG, aku siapa?, Aku kenapa?" Pekik kirara yang wajahnya memerah merona.
"Kirara, kamu kenapa?, Jangan nakutin deh!" Ucap Hana yang mencoba menenangkan kirara.
Kirara diam sejenak melihat sekeliling, di sebelah Hana memang ada tubuh Aoda yang terlihat sedang tertidur.
"Apa jangan-jangan aku bertukar jiwa dengan kirara ini?!" Gumam Kirara seribu tanya di hati.
"Uhm~ apa ini sudah pagi?" Tanya Hanaby yang tersadar langsung terduduk di tempat.
Sekilas Hana dan kirara melihat ekspresi Hanaby yang biasa dipakai kirara setiap bangun dari tidurnya.
Sekilas Hanaby melihat ke Hana dan juga kirara.
"Eh.."
"Lho~ kenapa aku bisa melihat tubuhku, apa aku sedang bercermin?" Lirih Hanaby yang meraba wajah kirara.
"Ngapain by!, Jauh-jauh gih najis."ucap Kirara yang masih tersipu memerah merona.
Kata-kata itu terasa familiar di telinga Hana
"Sejak kapan kamu membenci Hanaby, Ra?. Hanaby cuma menyentuhmu doang." Ucap Hana yang merasa ada yang janggal.
"Tubuhku kenapa berbicara kasar seperti Aoda, tunggu-tunggu.." lirih Hanaby yang melihat tangannya, melihat bajunya.
"Ini tubuh Hanaby?!, Tapi kenapa?.. lalu siapa yang ada di tubuhku?" Ketus Hanaby yang menyadari apa kejanggalannya.
"Apa!, Jadi kamu kirara?. Woi .. ini aku Aoda, cepat tukar tubuh lagi!, Najis aku jadi perempuan.." gerutu kirara yang membisikkan kepada Hanaby.
"Jadi benar kamu Aoda!, Lalu .. dimana Hanaby?" Tanya Hanaby yang merasakan Kejanggalan.
__ADS_1
Selintas kirara dan Hanaby melihat tubuh Aoda yang masih terlelap.
"Zzz"
Lalu kirara dan Hanaby saling bertatap, yakin kalau yang ditubuh Aoda itu adalah Hanaby.
"Apa yang sedang kalian bahas?" Tanya Hana yang memecah keheningan.
"Ah tidak apa-apa, aku pulang dulu ya Hana, kirara." Ucap Hanaby dengan senyum manis, tak sebar memainkan game super Mario.
Kirara hanya bisa menggerutu dalam hati, kirara mencoba menenangkan suasana.
"Hana, aku tidur di sini boleh?" Tanya kirara.
"T..tapi hanya ada satu kamar doang, apa tidak keberatan jika kamu tidur di sofa?" Ucap Hana yang merasa tidak enak.
"Ah, te.. tentu saja tidak apa-apa" ucap Kirara. "Lagian, aku tidak tahu dimana rumah Kirara berada. Ah, sungguh malang nasibku!" Gerutu kirara dalam hati.
"Uhm.. kenapa Aoda tidak bangun-bangun?, Apa ini salah satu akibat dari permainan yang kita mainkan?, Tapi ... Apa nama permainan yang sedang kita mainkan tadi?" Tanya Hana yang benar benar lupa.
"Benar juga, tadi kami ber empat sedang bermain apa ya... Kenapa aku lupa¿, Lalu.. kalo aku pindah ke tubuh kirara, kirara pindah ke tubuh Hanaby, Hanaby ... Apakah dia akan terbangun dari tubuhku?!." Gumam Kirara.
"?"
"Apa yang sedang kamu pikirkan, keluarkan kartumu untuk menebak apa yang sedang terjadi kepada Aoda." Ucap Hana yang sangat mencemaskan Aoda.
Kirara langsung merogoh saku kanannya, ia mengeluarkan kartu itu tanpa pamrih.
"I..ini.."
Terlihat ada 2 gambar; di gambar atas ada seorang pria terbaring di sebuah ranjang, lalu di gambar bawah ada seorang wanita yang sedang terkurung di balik jeruji biru yang berkilau.
"Apa maksud kartunya, kirara?" Tanya Hana yang merasa penasaran.
"Aku yang sebenarnya masih hidup, tapi tubuhku masih belum juga bangun. Jika menjelaskan secara teori.." gumam Kirara.
"Kau lihat laki-laki ini.. 50% adalah Aoda, dan perempuan ini... Mungkin ini Hanaby.." jelas kirara.
"Lalu apa maksudnya?" Tanya Hana yang memastikan.
"Aoda hanya perlu di tidurkan di atas ranjang.. sendirian. Itu maksudnya." Ucap Kirara yang menyimpan kembali kartu itu.
"Lalu, apa wanita yang terkurung itu berkaitan dengan Hanaby?" Tanya Hana yang mulai mengerti.
"Ti..tidak, kamu lihat tadi Hanaby baik-baik saja kan.." ucap Kirara yang merasa terpojok.
"Hum~ iya juga sih, ah .. ya sudah, ayo bantu aku memapah Aoda ke kamarnya." Ucap Hana yang mulai menaikkan kepala Aoda.
"Ba..baik" jawab Aoda.
Kirara dan Hana memapah Aoda ke atas ranjang, dalam hati kirara masih ada seribu tanya.
"Kenapa Hana masih bersikap peduli kepada tubuhku?, Apakah Hana benar-benar mencintaiku?. Entahlah mungkin ini adalah yang asli, besok juga dia akan lelah menungguku bangun. Tapi anehnya.. kemana perginya Hanaby??" Gumam Kirara yang terduduk di sofa.
__ADS_1
Hana membersihkan semuanya sendiri, tubuh Aoda masih tertidur, kirara terhanyut oleh pertanyaan di hatinya, Hanaby sibuk bermain super Mario di rumahnya:v.
Sedangkan Hanaby yang asli sedang berada di penjara ... Bersama seorang gadis cantik bernama Miya.