Kumpulan Penghuni Apartemen Biru

Kumpulan Penghuni Apartemen Biru
Drama Lonte:v #part 5


__ADS_3

Drama *****:v #part 5


Akhirnya Nasha pergi tanpa Nana, Vale memutuskan untuk merawat Nana di apartemennya bersama Lu Han(yang berarti ibu Vale harus tinggal di rumah Lu Han bersama ibu Lu Han lagi).


Sesampainya di rumah Vale.


"Han-Han, aku akan memasak dahulu. Kamu jaga Nana dulu ya.." ucap lembut Vale yang mengecup kening Lu Han dan Nana.


"Iya darling~" jawab renyah Lu Han.


"Iya papa~" jawab renyah Nana.


Vale berlalu menuju dapur, sedangkan Lu Han mendudukkan Nana di sofa panjang bersamanya/di sebelahnya.


"Mama. . . Mama tadi ngapain?" Tanya polos Nana.


"Mama tadi habis buat adik dengan papa." Lirih Lu Han.


"Nana akan punya adik??" Celoteh lirih Nana.


"Tidak kok, mama hanya bercanda. Jikapun papa dan mama buat adik sekarang . . . Papa tidak akan setuju, juga karena mama yang tidak seperti mama lainnya." Jawab Lu Han yang menyelipkan senyum masam.


"Kenapa papa tidak setuju?, Dan kenapa mama berkata begitu?" Tanya Nana yang menyandarkan kepalanya di paha Lu Han.


"Papa masih seorang remaja, dan aku laki-laki." Jelas Lu Han dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Lalu kenapa kalau mama itu laki-laki?, Mama kan cantik seperti kak Nasha. Apa masalahnya?"


"Nana, meski aku di panggil mama... Itu tidak akan mengubah jenis kelaminku, tapi suatu hari jika Nana dan Kak Nasha sudah besar. . . Pasti akan menjadi mama yang sesungguhnya."


"Jadi karena beda jenis kelamin?, Memang jenis kelamin mama seperti apa?" Tanya polos Nana.


"Ehmm. . . Intinya sama seperti milik papa deh." Lirih Lu Han yang tersipu.


"Lho ... Kok wajah mama memerah, memang seperti apa jenis kelamin milik papa?" Tanya Nana lagi.


"i. . . Itu..."


"Kelak Nana pasti tahu, sudah ayo makan siang bersama dulu." Ucap Vale yang sedang menata rapih makanan itu.


"Darling. . ."


"Trimakasih sudah menjaga Nana, silahkan duduk." Ucap lembut Vale yang menarik kursi untuk dipersembahkan kepada kekasihnya.


"Iya, trimakasih juga darling sudah memasakkan makan siang ini.." jawab Lu Han yang sedikit merona.


Melihat Lu Han merona lembut Membuat Vale lega, mungkin . . . Kehadiran Nana menjadi pelengkap cinta di antara Vale dan Lu Han yang sejenis itu. Selama 3 bulan ini, meski mereka sudah bersama dan bersatu. . . Rasanya seperti ada yang kurang, meski mereka memuaskan satu sama lain.


Setelah makan siang~


"Oh ya, uang nenek tadi lupa ku kembalikan... Bagaimana kalau kita belikan Nana Lollipop di seberang jalan?" Ucap Vale yang menggendong Nana.

__ADS_1


"Ide bagus.. tapi aku juga mau kasih sayang dari Seme ku." Ucap lembut Lu Han yang menggenggam tangan kanan Vale dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Vale.


Chu~


"Maaf kalo hari ini kasih sayang untukmu berkurang." Lirih Vale yang mengecup kening Lu Han dengan lembut.


Lu Han tersenyum senang mendapat kecupan lagi dari kekasihnya.


"Maafkan Nana juga karena telah merebut kasih sayang papa untuk mama." Ucap Nana yang merasa bersalah.


Lu Han tetap tersenyum lembut kepada Nana, ia juga membelai rambut Nana yang mulai tidak bersinar.


"Ini tidak salah Nana kok, justru . . . Nana lah yang harus mendapat banyak kasih sayang dari papa dan mama." Ucap lembut Lu Han.


"Kalau begitu... Kasih sayang yang ada di Nana ku berikan kepada kak Nasha dan calon adik Nana deh. Biar seimbang." Ucap polos Nana.


Seketika wajah Vale dan Lu Han memerah mendengar kata 'CALON ADIK' itu.


"Hehe . . . Maaf darling, aku hanya bercanda." Ucap Lu Han yang melemparkan wajahnya ke sisi kiri.


"Iya tidak apa-apa... T-tapi tadi aku belum puas. Kamu harus puasin aku nanti malam oke!" Lirih Vale di telinga Lu Han.


Wajah Lu Han seketika tambah merah merona.


"A..aku a-aku akan mempertimbangkan nya lagi.." ucap Lu Han yang terbata-bata.

__ADS_1


Vale menyelipkan tawa kecil melihat tingkah laku gemas dari kekasihnya itu. Mungkin benar, harus di pertimbangkan lagi karena ada Nana di sisi mereka.


__ADS_2