Kutukan Indora

Kutukan Indora
Sidang


__ADS_3

    Kabar tentang Ratu Saina yang menghukum ke tiga selir Raja, menyebar begitu cepat. Tak ada yang menyangka Ratu pendiam dan penakut benar-benar telah bermetamorfosis sempurna.


    Tidak semua yang senang dengan perubahan Ratu yang semakin bijak. Ada juga opnum-opnum yang tak menyukainya seperti para penjabat yang mendukung para selir, selir itu sendiri,  beberapa pelayan istana dan para saudagar atau gubernur yang korupsi dan suka menganiaya rakyat jelata.


    Dan tentunya dari semua yang tak menyukai Ratu. Ada banyak yang sangat senang dengan perubahannya. Terutama para rakyat jelata yang teraniaya baik batin maupun fisik. Rakyat yang dulunya kelaparan dan tak terjangkau pengawasan kerajaan menjadi lebih sejahtera.


     Karena mereka tidak hanya mendapakan sembako gratis tapi juga perawatan atau pengoban gratis bahkan Ratu sendiri pun ikut merawat mereka. Sama sekali tak ada kata jijik atau tak pantas baginya. Semua Lee lakukan dengan senang hati.


****


Bukkk....


Bukkk....


"Ada apa yang mulia?" Galih sang pengawal pribadi raja merupakan salah satu panglima besar Indora yang juga merupakan sahabatnya, terkejut melihat sang Raja yang terlihat marah dengan melempakar semua gulungan-gulungan kertas yang berisi petisi-petisi dari berbagai penjabat daerah dan lainya.


"Dasar manusia-manusia serakah!" Rutuk Raja marah.


"Apa yang terjadi yang mulia?" Tanya Galih lagi.


"Mereka meminta ku menggulingkan Ratu Saina dan menggantinya dengan salah satu selir yang mereka kirim." Sengit Raja.


    Galih tau benar, sang Raja tidak akan melakukan semua itu. Ia tau bagaimana perasaan Raja terhadap Ratunya. Tak ada yang menyangka memang, Raja yang terlihat jelas sangat mengabaikan sang Ratu, Raja yang selalu bersikap ketus didekat Ratu tak jarang juga membentak sang Ratu hingga semua rakyat tak menghormati sang Ratu lagi.

__ADS_1


    Namun taukah mereka alasan dibalik semua perilaku kasar itu? Semua itu hanya satu hal kutukan Indora. Kutukan yang membuatnya trauma berat untuk memiliki hubungan dengan sang permaisuri.


      "Dan mereka menginginkan sebuah sidang untuk mehakimi Ratu Saina." Ucap Raja lirih.


    Galih tak mengerti, sidang? Apa yang dilakukan Ratunya yang pemalu dan penakut itu hingga harus disidang.


"Tapi yang mulia untuk alasan apa Ratu di sidang?" Galih menatap Rajanya menuntut jawaban.


"Ratu Saina mencabuk tiga selirku, dan para menteri yang mendukung mereka marah dan mengirim petisi sialan ini padaku." Umpat Raja.


"Mana mungki yang mukia Ratu...." Galih sangat syok dan tak percaya akan pernyataan itu.


"Kau bahkan tak percaya, bagaimana aku. Sepertinya mereka sedang ingin menguji kesabaranku." Ucap Raja tajam.


    Raja muda itu pun berdiri dari duduknya, berjalan menuju balkon. Tempat dimana ia selalu memerhatikan gadis itu.


"Baik yang mulia"


"Yang mulia apa anda ingin menemui Ratu, sudah beberapa minggu ini semenjak kepulangan anda, yang mulia Ratu belum juga menampakkan diri." Tawar Galih.


"Tidak, sepertinya ia sangat membenciku."


"Tapi waktu itu..." Galih bicara seraya mengingatkan atas kejadian di ruang baca sang Ratu.

__ADS_1


*****


"Bagaimana ini nona? Yang mulia tidak ada dimana-mana bahkan tas aneh itu juga menghilang." Lia panik saat tak menemukan sang majikan.


"Tenanglah mukin yang mulia pergi ke pasar kota bersama Tuan Andi." Terka Tere.


"Nona..! Nona..!" Gina berlari mendekati Dayang Tere Lia dan dayang lainnya yang melayani Ratu.


"Bagaimana kau menemukan mereka?" Tanya Tere to the point.


"Dimana yang mulia?" Kepala pengawal pun datang menghampiri para dayang itu. Melihat siapa yang datang semakin membuat raut wajah mereka saking cemas.


"Tuan Andi anda disini, lalu yang mulia...."


"Apa yang mulia kabur lagi?" Pikir Lia membuat semua semakin khawatir dan takut.


"Tidak mungkin." Ucap Tere mengingatkan.


"Tapi Nona bisa saja, beberapa minggu yang lalu Ratu juga kabur."


"Dayang Lia benar,  Ratu mungkin kabur karena petisi sidang itu." Ucap Andi membuat semua melihat ke arahnya.


"Sidang?" Ucap para dayang  bersamaan.

__ADS_1


"Ya sidang karena insiden selir itu." Terang Andi.


  


__ADS_2