
Dua hari tinggal di istana membuat Lee sedikit merasa senang. Bagaimana tidak Tere dan para pelayan lainnya terus saja melayaninya. Seperti memakaikan baju, menyiapkan makanan, menyediakan air mandi dan masih banyak hal lain lagi. Mereka juga mau diperintah oleh Lee.
Lee serasa bagai putri Raja, eh salah statusnya bahkan lebih tinggi dari itu. Ia seorang Ratu, lebih tepatnya Ratu gadungan.
Tapi lama Lee berpikir, ini tidak benar. Dia bukanlah Ratu seperti mereka tuduhkan. Ia hanya seorang gadis yang kabur karena nggak mau dinikahkan muda.
Ini adalah malam ketiga Lee di istana Indora. Kali ini ia berencana menyelinap pergi. Setelah melirik kiri kanan depan belakang.
"Tak ada Tere dan lainnya, aman." Lee lalu perlahan mengendap-endap menyandang big ransel nya.
Lee mengendap hati-hati melewati para pengawal yang berjaga. Lee sudah berkeliling bangunan ini dan ia menemukan pintu keluar lain di belakang kediaman Ratu.
Lee sudah sampai dipintu gerbang belakang kediam Ratu hingga suara seseorang menghentikannya.
"Leesyiana!" Kaget namanya dipanggil Lee lalu berbalik menatap orang itu. Penasaran karena tak seorang pun yang tahu namanya disini.
"KAKEK KAU!" Teriak Lee tak percaya apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Kau keterlaluan kek, aku meminta mu saran tempat yang aman dimana Iblis itu tak melihatku, tapi bukan menunjukkan tempat yang kumaksud kau memabawa aku keneraka. Kau sadar kek aku hampir jantungan kemaren, bagaimana mungkin seorang perempuan dicambuk hingga sekarat disini bahkan aku dengar rumor bahwa raja membunuh bayinya sendiri. Ini sangat kejam sama sekali tidak ada HAM disini tak ada toleransi tak ada ulas kasih." Kicau Lee tanpa Jeda.
" aku ingin pulang kek, pless bawa aku pulang! Ku mohon aku janji aku akan jadi anak baik, aku akan jadi anak penurut aku juga akan menyetujui permintaan mama untuk menikah muda. Jadi ku mohon bawa aku pulang." Lee luruh kelantai sungguh ia amat menyesal, ia benar-benar menyesal ia ingin pulang dengan derai air mata Lee terus memohon pada kakek itu.
"Tenang Lee kau pasti pulang."
"Benar kek?"
"Tapi setelah misimu selesai." Terang kakek membuat Lee bingung. Perasaan ia sama sekali tak memiliki misi apapun selai kabur dari iblis betina itu.
"Kakek kut...Kekek kau kemana? Kakek! Kakek! Kake!." Teriak Lee mencari keberadaan kakek itu. Dan lagi kakek itu selalu menghilang tampa pamit benar-benar kakek misterius bangkotan jenggot putih uban segunung, rutuk Lee kesal.
"Apa kau dengar Ratu bodoh itu melakukan apa di pasar."
"Palingan mempermalukan dirinya, bukankah itu hobinya."
__ADS_1
"Kau salah, ia membuat saudagar Bejo bertekuk lutut padanya. Ia bahkan merubah pikiran orang-orang tentangnya."
"Ya dia menjadi pahlawan dengan gelar Ratu rakyat nan bijaksana."
"Kalian serius? Bagaimana mungkin?"
"Kita juga tidak tahu."
Lee memasang kupingnya tajam mendengarkan pembicaraan ketiga wanita bergaun mewah dengan dandanan menor dan juga dada besar mereka yang mengintip malu.
"Apa mereka membicarakan aku, tidak lebih tepatnya Ratu Saina." Pikir Lee.
Lee benar-benar tak bisa tidur malam ini. Pkirannya selalu teringat kata-kata kek Joti (jenggot putih) dan menghilangnya Ratu Saina juga tanggapan orang-orang padanya.
Lee berjalan menuju teras kamarnya. Ia menatap mengadah langit. Mengamati kelap kelipnya bintang dan cahaya bulan yang lembut.
"Apa yang harus Lee lakuin ma? Papa udah gak percaya lagi sama Lee, papa juga ngabaikan Lee. Dan sekarang Lee terjebak di negeri aneh ini. Lee kangen mama, andai mama ada Lee mungkin gak akan kayak gini. Mama pasti lindungin Lee, jaga Lee dan nyayangin Lee." Setetes demi setetes bulir mata itu jatuh mengaliri pipi Lee seperti sungai kecil.
__ADS_1
"Apa yang mulia benar-benar bukan ratu, tapi wajah mereka, tunggu! Mata ya mata mereka berbeda bahkan warna rambutnya kenapa aku bisa tak teliti begini. Padahal aku sudah melayani ratu dari kecil." Tere terus menatap wanita mirip Ratunya itu.
Sekarang ia percaya perempuan yang ia layani sekarang bukan ratunya tapi orang yang hanya memiliki wajah yang hampir terlihat sama tidak memang sama hanya beda warna iris dan rambutnya. Lalu kemana Ratunya itu, kenapa ia belum juga kembali. Apa Ratu sudah terkena kutukan Indora?