
Semua berita tentang kebaikan Ratu menyebar begitu cepat. Tak ada yang menyangka Ratu bodoh nan penakut yang amat tak dihormati rakyat sudah bertransformasi menjadi Ratu Rakyat yang bijak.
Semua rakyat kini mulai menyanjung sang Ratu memujinya akan kebaikan, kebijakan dan kebaraniannya. Juga sifat Ratu yang mau berbaur dengan rakyat biasa.
Sudah dua minggu semenjak adegan kuda. Tak menyulutkan Lee untuk pergi berbaur di pasar. Beberapa kali ia menolong rakyat yang mengalami kesusahan. Tak jarang lee juga mengobati yang terluka dan terserang penyakit dengan gratis, bahkan Lee juga menyediakan obat gratis untuk mereka.
Sekarang Lee sangat dikenal di pasar, walau ia tak memakai mahkota, walau tak ada gaun sutra tapi semua sangat mengenali Lee sebagai Ratu mereka. Mereka kadang juga memberikan Lee makanan atau barang dagangan mereka dengan percuma tanpa bayaran.
"Yang mulia ! Yang mulia ratu!" Lia berlari mendekati Lee yang sedang membaca bukunya.
"Ada apa Lia."
"Ya...yang mulia Ra..Raja mengundang anda ke kamarnya." Lee dan Tere menatap Lia melotot tak percaya.
"Untuk apa? Aku sibuk aku akan ke pasar." Lee tak ingin rencana ke pasarnya diganggu.
"Kita harus membatalkannya, yang mulia Ratu harus menemui Raja!" Ucap Tere membuat Lee menatap tajam dirinya.
"Aku tak akan pergi." Tegas Lee.
__ADS_1
"Tapi yang mulia?"
"Aku bilang aku tak akan pergi Tere. Bukankah kau bilang tak ada satupun yang menyukaiku disini, bagaimana jika nanti mereka hanya akan mengejekku. Kau tau aku tak tahan dengan itu. Jadi aku tak akan pergi.!"
"Ratu yang mu...."
"Aku tak akan pergi!"
"Tapi yang mu.."
"Kau menentangku Ter..."
"Kalian keluarlah!" Ucap pria itu lagi membuat semua pelayan dan pengawal keluar dari kamar Ratu menyisakan mereka berdua.
Lee tau siapa pria dibelakangnya, karena melihat reaksi pelayannya yang patuh dan menunduk. Ya dia Raja dari Kerajaan ini Raja Giondra dari Indora.
"Kenapa kau tak ingin menemuiku?" Tanya sang Raja saat mereka sudah duduk disofa yang berada didekat pemanas dikamar Ratu.
__ADS_1
"Kau takut aku akan memarahimu lagi? Atau kau memang tak sudi melihatku? Kenapa kau diam? Apa kau ini patung?" Raja itu terus menuntut jawaban pada Lee.
"Ma..maf Yang mulia, hamba tidak bermaksud.."
Oh Lee kenapa kau jadi gagap begini, ini bukan dirimu. Ayo tatap dan lawan pria ini!
"Lalu, apa kau ingin terang-terangan menentangku?" Tanya Raja itu lagi.
"Kau tahu dari awal kau ku jadikan Ratu hanya untuk pajangan pengisi kursi Ratu yang kosong. Orang tuamu yang bodoh itu sudah menjualmu padaku, tidakah kau ingat. Mereka hanya menjadikan kau tumbal Kutukan itu." Tegas Raja dengan sirat mata tajamnya.
Mendengar kata kutukan yang diucapkan Raja, sontak Lee membalas tatapan tajam Raja itu. Lama mata mereka saling pandang.
"Ternyata rumor itu benar kau berubah, bahkan sekarang kau melotot padaku, Ratu." Ucap Raja terdengar seperti mengejek.
"Bukankankah anda yang terlebih dahulu melototiku yang mulia, aku hanya membalasnya." Jawab Lee berusaha agar tidak tegang.
"mulutmu ternyata sudah tajam sekarang, Ratu. Apakah kau tak takut lagi denganku?"
"Anda manusia saya manusia, kita memiliki jantung yang sama dan paru-paru untuk bernafas jadi untuk apa saya takut dengan Anda yang mulia." Terang Lee tegas menyiratkan keberanian.
__ADS_1
"Akan aku lihat sampai kapan keberanianmu itu bertahan."