
Di sebuah hutan lebat dibagian barat negara Indonesia terdapat sebuah pintu menuju dunia lain. Disana terdapat sebuah kerajaan bernama Indora, kerajaan paling makmur dan sangat berkuasa.
Di balik kemakmuran dan kejayaan Indora menyimpan sebuah misteri. Siapun yang menjadi Ratu akan mati setelah mereka dinyatakan mengandung.
Indora terancam kehilangan keturunan. Namun sang Raja muda yang baru saja berkuasa telah menunjuk beberapa selir untuk melanjutkan keturunannya. Dan benar saja tak ada satupun dari mereka yang meninggal saat mengandung. Tapi kutukan lain terjadi, setiap anak yang lahir berjenis kelamin perempuan dan tak jarang juga mengalami kecacatan.
Raja muda itu sangat marah, ia sungguh murka hingga berkali-kali ia membunuh putrinya sendiri. Sekarang hanya tersisa dua putri dari 18 Putri. Itu karena mereka berparas cantik dan normal, makanya Raja mempertahankan mereka.
Sebenarnya Indora memiliki seorang Ratu, Saina namanya. Gadis lembut, berparas cantik, tubuh tinggi semampai dengan mata biru hazel menawannya. Tapi sayang tak ada satupun dari rakyatnya yang memuja dan menghormatinya. Semua itu tak lepas dari pendiam, pemalu dan penakutnya Ratu itu. Bahkan ia sering dibully oleh selir Raja, sungguh aneh bukan?
Semua orang tau siapa Ratu itu, ia tak lain hanya boneka pajangan sebagai pelengkap Indora. Gadis itu hanya tumbal dari sekian banyak ratu terdahulu yang meninggal.
Raja bahkan bersikap cuek dan dingin pada ratu Saina bahkan secara terang-terangan ia membenci Ratu Saina. Tak ada yang tahu bahkan Ratu Saina sendiri, kenapa Raja sangat membencinya.
__ADS_1
Di balik semua kutukan itu Indora tetaplah kerajaan yang sangat disegani. Tak ada satupun kerajaan lain yang berani mengusiknya. Bahkan hampir semua kerajaan sudah tunduk dan patuh pada kerajaan Indora.
Namun hanya satu kelemahan Indora, hanya satu yang belum bisa di taklukan Indora kutukan itu.
Namun, beberapa tahun lalu sebuah ramalan mengguncangkan kerajaan Indora. Sesaat Indora dapat bernapas lega. Tapi sampai sekarang ramalan itu masih belum menunjukkan kebenarannya, membuat Indora mulai putus asa akan kebenaran ramalan itu.
Hiruk pikuk ketegangan telah terjadi dibagian timur istana kerajaan Indora. Para pelayan yang bertugas disana mulai grasak grusuk mencari seseorang pemilik istana bagian timur itu.
"Bagaimana mungkin kalian kehilangan Ratu? Bukankah seharian kalian bersamanya?"
"Maaf tuan kami sungguh tidak tau, sedari tadi kami berjaga diluar. Dan tak satupun bayangan seseorang keluar dari kediaman Ratu." Terang kepala pelayan yang melayani Ratu.
__ADS_1
"Lalu apa dia menghilang begitu saja. Kalian pikir dia hantu, hah?" Tanya tuan berpakai seragam prajuritnya.
"Sungguh tuan kami tidak tahu." Ucap pelayan itu lagi.
"Sebaiknya kau temukan dia sebelum Raja kembali ke Indora." Tegas pria berpakaian prajurit lalu pergi dengan para bawahannya.
"Ratu kemana sebenarnya kau pergi? Bagaimana terjadi sesuatu padamu?" Ucap dayang itu lirih.
"Ratu ini selalu membuat kita repot, habislah kita saat Raja Gion kembali." Ucap salah satu dayang yang dianggukan lesu oleh yang lainnya.
"Kalian ingin dipenggal sekarang, hah?" Ancam kepala dayang, ia sangat tak terima majikannya dijelekan bahkan dengan dayang berstatus rendah seperti mereka.
"Ti.. tidak nona."
__ADS_1
"Maka jaga ucapan kalian!"
"Baik nona." Ucap dayang yang mengatai ratu tadi.