
"Haha..haha... anda benar jenius Ratu." Puji Lia.
"Iya, kalian ingat bagaimana ekspresi Raja yang kesal berubah kaku saat Ratu berdialeg?" Tambal Gina.
"Sangat Lucu."
"Hahaha...." semua tertawa menanggapinya.
"Pelankanlah! kita bisa dihukum jika ketahuan siapa yang kita ejek." Ingat Tere.
Lee mengemasi beberapa barangnya. Dan memasukannya ke dalam ransel. Tere yang menemaninya hanya menatap penuh selidik majikannya.
"Jangan bilang anda menyerah dan ingin pulang Lee?" Tuduh Tere kecewa.
"Diamlah, gue udah janji dan gak bakal ngingkari." Yakin Lee.
"Lalu ini apa?"
"Kita akan menerobos istana. " jawab Lee semangat.
"Maksud anda yang mulia!"
"Kita akan menyamar dan keluar dari istana, Tere. Jadi sekarang kau carikan aku baju yang bisa kita gunakan!" Perintah Lee.
"Lalu ini?" Tanya Tere menunjuk tas dan beberapa barang yang ia pilih untuk dimasukan ke dalamnya.
"Ini sebagai bekal, jaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan."
"Saya tak mengerti ratu, apa yang bisa kita gunakan dengan air, biji-bijian dan apa didalam kotak ini?" Tere bertanya.
"Tere ini bukan biji tapi pil, dan ini alkohol dan ini kau bisa lihatkan." Terang Lee lalu membuka sebuah kotak yang melihatkan benda-benda aneh dari aluminium dan itu terlihat tajam.
"Untuk apa itu Ratu, apa kau berencana melukai seseorang?" Tere menyipitkan sebelah matanya.
"Ini alat bedah, digunakan untuk membedah tubuh orang."
"Apa?!"
__ADS_1
"Tenang ini adalah salah satu metode pengobatan di tempatku."
"Lalu biji eh pil ini?"
"Ini pil yang dapat menyembuhkan sejenis penyakit."
"Seperti penawar, Ratu?"
"Ya, dan ini alkohol..."
"Ah ini saya tau untuk bersenang-senang kan Ratu."
"Bukan untuk membersihkan luka agar tidak infeksi."
"Infeksi??"
"Ah sudahlah kau terlalu banyak tanya, kita harus cepet nanti ke buru sore. Aku harus ke pasar melakukan beberapa penelitian."
"Maaf Ratu." Sesal tere dengan wajah cemberut.
Sesuai perintah Lee, Tere pun membawakan pakaian rakyat biasa. Tanpa pikir panjang Lee langsung menyambar dan memakainya. Menghias dirinya sedikit dan selesai Lee pun berangkat bersama Tere, dan Andi. Selebihnya jaga-jaga di kediaman Ratu jika ada sesuatu yang mendesak.
"Apa yang akan kita lakukan disini Ratu?" Tanya Andi yang sedikit keberatan membopong tas Lee.
"Tentu saja belanja kita ini di pasar, Tuan." Ingat Tere.
"Aku ingin melihat beberapa obat. Apa kalian tahu tempatnya? " tanya Lee mengeluarkan suara.
"Ini yang mulia." Tunjuk Andi pada sebuah kedai.
Lee pun dengan semangat mendekati pedagang itu. Ia menanyai semua tanaman yang menurutnya asing apa nama? Kegunaan? Efek samping?
Semuanya ia torehkan disebuah buku yang ia dapat diruang baca . Dan pulpen yang ia bawa dari asalnya.
"Ratu benar-benar berubah, ya?ucap Andi pada Tere yang menganggukan.
__ADS_1
"Ia terlihat lebih bersinar, dan berwibawa, ia cerdas dan juga baik." Puji Andi.
"Tuan benar, Ratu sangat bijak dan cerdas ia juga cant..." ucap Tere terpotong saat ia melihat seorang anak berjalan sedangkan dibelakangnya ada kuda yang sedang berlari ke arahnya dengan kencang.
"AWAS!!" Semua melotot dan ternganga menatap anak itu.
Brakk....
"Yang mulia!" Teriak Tere terkejut melihat Lee yang tergeletak ditanah dan si anak tadi.
Untunglah si anak tak terluka karena Lee mendorongnya. Dan Lee juga menghindar tapi punggungnya sedikit tersenggol oleh tubuh kuda itu yang membuatnya terpelanting ke tanah.
"Yang mulia bangunlah! Yang mulia!"
Tere mencoba memanggil-manggil Lee agar siuman sementara Andi mengangkat Tubuh Lee dan segera memebawanya ke tempat tabib terdekat.
Semua rakyat sangat kagum oleh keberanian Lee. Mereka sangat memuja Lee. Tak beberapa dari mereka ikut mengantar Lee ke tabib.
"Bagaimana Tabib?" Tanya Tere cemas.
"Dia baik-baik saja. Dia hanya pingsan karena syok." Terang tabib itu membuat semua orang bernafas Lega.
Andi dan Tere pun duduk diluar gubuk tabib itu, menunggu Lee yang masih belum sadarkan diri. Didepan mereka berdiri beberapa orang termasuk anak dan orangtua anak yang diselamatkan Lee.
"Apa nona itu baik-baik saja Tuan ?" Tanya ibu berpakaian lusu yang merupakan orang tua anak itu.
"Ya, yang...."
"Kau tau siapa dia, hah? Berdoalah ia cepat bangun sebelum kalian kena hukuman!" Bentak Tere memotong Andi.
"Tenanglan nona Tere, ini bukan kesalahan mereka, Ratu sendirilah yang mengorbankan diri menyelamatkan anak ini." Terang Andi sontak memebuat beberapa orang disana terkejut.
"Ratu? Maksud anda nona itu adalah yang mulia Ratu." Tanya seorang rakyat.
"Jadi benar rumor itu kalau Ratu adalah orang baik nan bijak?".
"Ratu?"
__ADS_1
"Nona itu Ratu."