
**pengenalan tokoh;
-Anisa (pemeran utama) baik dan penurut.
-rio (suami pertama anisa, seorang duda) dewasa.
-hafidz (suami kedua anisa) humoris, perhatian dan ramah.
-Ranti (sahabat anisa) agak tomboy.
-via (sahabat anisa) pendiam.
-Fikri (kakak kandung anisa) dingin, cuek, tapi dia adalah pahlawan anisa.
-zahra (adik kandung anisa) manja.
-serly (sangat membenci anisa dan menyukai fikri).
-jeno (anak rio dari istri pertama nya).
-------------------------------------------
Di depan masjid.
"aku akan ke rumah mu nanti". kata ranti, saat mereka sudah bubar an untuk pulang.
"baiklah, hati-hati". jawab anisa.
Lalu anisa memasuki gang, berjalan sambil bersenandung ria. anisa adalah anak yang baik dan juga penurut. keluarga nya bukan lah orang kaya. tapi keluarga nya sangat harmonis meski kadang kakak laki-laki nya membuat onar dan mempermalukan orang tua nya.
"Assalamualaikum..." ucapnya saat sudah tiba di rumah.
"wa'alaikumsalam, gak ke toko kak?". jawab adik nya.
"iya nanti sore, kakak harus pergi ke bengkel ayah memberikan makan siang nya dulu".
"oh baiklah".
Anisa mengganti kerudung nya dulu, setelah itu ia menyiapkan bekal untuk ayah nya. ia pun berangkat, saat di tengah jalan ia berpapasan dengan serly dan teman-teman nya.
"mau kemana lho". tanya serly sambil merapikan rambut nya.
"Ke bengkel ayah".
"Apa itu di tangan mu? wah bau nya enak sekali".
"ini makanan untuk ayah". ucap nya takut.
"teman-teman ambil makanan itu". saat hendak merebut makanan dari tangan anisa, teman-teman serly di kejutkan dengan kedatangan seseorang.
__ADS_1
"Hey!! lepaskan adik ku".
fikri berdiri di depan anisa, melindungi adik nya yang sudah ketakutan. serly dan teman-teman nya gemetaran.
"kalian berani menganggu adik ku lagi!". bentak nya.
"tidak, kami hanya menyapa nya". serli berusaha bersikap tenang. ia sangat menyukai fikri, tetapi fikri sangat membenci nya.
"pergi kalian, dan jangan menganggu adik ku lagi". tegas nya.
"kak jangan berlebihan". ucap anisa merasa bersalah.
Dengan berat hati akhirnya serly dan teman-teman nya pergi. serly kesal dengan anisa dan menyesali dirinya, Ia seharus nya tidak menganggu anisa atau ia seharusnya berhenti menyukai fikri agar ia lebih leluasa menganggu anisa tanpa beban. Serli sangat iri dengan prestasi anisa maka dari itu ia selalu menganggu anisa terus menerus.
"kau ingin ke bengkel ayah? lain kali jangan lewat jalan ini".
"Tapi , ini jalan terdekat menuju bengkel, kak".
"jalan jauh tak apa-apa, dari pada bertemu lagi dengan mereka". ucapnya seraya merampas bekal makanan dari tangan anisa.
"Biar aku yang antar makanan ini untuk ayah, kau pergi lah ke toko ibu. bantu dia".
"baiklah kak, terima kasih". ucap nya tersenyum dan pergi ke toko ibunya.
"anak ini selalu saja baik dan penurut, padahal kakak nya sendiri sangat buruk". guman fikri pelan.
"assalamualaikum bu". ucap anisa sembari mencium tangan ibunya.
"wa'alaikumsalam, akhirnya kamu datang". balas ratna sambil melayani pelanggan nya.
"apakah dia putri mu?". tanya pelanggan itu sambil melirik anisa, di balas senyuman dari nya.
"ya, dia putri kesayangan ku namanya anisa".
"oh, hallo anisa". sapa nya, anisa membalas dengan anggukan kepala sembari tersenyum tulus.
"anisa tolong rapikan baju yang belum di lipat". pinta ibunya
"baik bu".
"ya ampun baju ini bagus untuk ku, aku jadi semakin anggun". ucap pelanggan tadi dengan senang.
"Tentu saja, setiap baju di toko ini tentu sangat cocok untuk semua orang. termasuk untukmu".
"tante bahkan sangat cantik". anisa ikut memuji.
"kamu bisa saja, berapa usia mu?".
"21 tahun".
__ADS_1
"apa kau sudah menikah? atau punya calon?".
"Dia belum menikah, insya Allah jika sudah ada jodohnya pasti dia akan menikah". ucap ibu nya.
"oh. anisa carilah suami yang baik untuk mu". pesannya. anisa tersenyum.
"baiklah karena aku sudah mendapat pakaian yang bagus, aku permisi dulu ratna, anisa. Wassalamualaikum".
"wa'alaikumsalam". balas anisa dan ratna bersamaan. ibunya kemudian mendekati anisa.
"sudah makan, Nak?".
"belum, tapi ibu sudah makan?".
"sudah. ada nasi bungkus di meja, makan lah".
"baik bu". ucapnya seraya beranjak dari tempat nya dan makan.
skip...
"aku menerima lamaran Rio untuk menikahi Anisa".
surya memulai percakapan serius dengan ratna di kamar nya. sedangkan anisa, zahra, ranti, via sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing di ruang tengah. fikri mendengar percakapan orang tua nya di balik pintu.
anisa di lamar rio, dia adalah pemilik sah toko baju yang di jaga ibu nya.
"apa anisa setuju? Dia bahkan hanya diam saat rio melamar nya". tanya ratna sedikit ragu.
"Dia pasti setuju, lagi pula walaupun rio sudah mempunyai anak. namun tetap saja itu bukan penghalang mereka bersatu". ucap surya mantap. fikri terkejut.
ini keputusan terberat surya agar tidak mengecewakan rio dan tetap menjalin hubungan dengan nya. jika mereka menolak, pasti rio akan mengambil toko baju yang sudah lama istri nya kelola.
"aku percaya pada mu". ratna memeluk surya.
sementara di ruang tengah, mereka tengah sibuk mengerjakan tugas nya. Anisa sedikit cemas dengan keputusan ayah nya. Ia tak terlalu mengenal Rio, bahkan bertemu dengan nya pun jarang.
"anisa kami pulang dulu ya, wassalamualaikum". ranti merapikan buku nya, di susul via. mereka berdua pamit pulang.
"wa'alaikumsalam". balas anisa dan zahra bersamaan.
zahra bergegas ke kamar nya, tinggal anisa sendirian.
"aku mendengar ayah menyetujui lamaran rio". fikri menghampiri anisa.
"aku sudah tau". ucap nya menundukkan kepala.
"aku tau bagai mana perasaan mu, jika ingin menolak. katakan pada ayah".
"tidak, aku tak ingin menolak. Lagi pula menerima lamaran seseorang itu di harus kan karena mungkin itu yang terbaik dari Allah swt.". ucapnya tersenyum**.
__ADS_1