La Tahzan, Anisa

La Tahzan, Anisa
Bab 11


__ADS_3

Fikri pulang dengan wajah penuh luka lebam, Anisa yang sedang membersihkan meja kaget dengan kakak nya.


"Kakak? Apa yang terjadi".


Anisa bergegas mencari air hangat dan obat di lemari.


"Apa kakak berantem lagi dengan tetangga?". tanya nya saat membersih kan luka dengan air hangat.


"Tidak".


"Lalu? jangan bilang kakak berantem dengan kak Reno". Anisa menatap khawatir kepada kakak nya.


"iblis itu pantas mendapat kan nya".


"Kakak..." Hal yang ia takut kan malah terjadi.


"Kenapa? Itu tak sepadan dengan apa yang udah dia lakuin ke kamu Nisa".


"Apa dengan balas dendam, kebenaran akan terungkap? Tidak kan".


"Aku tak balas dendam Nisa, aku ini kakak mu. Mana ada seorang kakak membiarkan adik nya menderita hah. Kenapa kau malah menyalah kan kakak".


"Astagfirullah kakk... Nisa bukan nya nyalahin kakak, tapi yang kakak lakuin itu salah. Bukan kah Allah maha besar? Kita hanya makhluk lemah, tak pantas membalas kejahatan orang kak. Biar itu jadi urusan dia sama Allah kak". Anisa tak kuat menahan tangis nya.


"Maaf...". Lirih Fikri tak tega dengan adik nya.


Fikri membenam kan wajah Anisa di dada nya, mengelus pucuk kepala Anisa yang terus menerus menangis.


"sudah lah maaf kan kakak". Anisa mengangguk.


___________________________________________


"Hey Via Ranti.. kalian dari mana?". tanya serli saat mereka berpapasan di persimpangan jalan.


"Apa peduli mu, bodo amat lah kalau aku dari mana pun". Ketus Ranti.


"Hey santai lah, aku hanya bertanya kenapa kalian sewot begini".


"Bukan urusan mu, ayo Via kita pergi". Ranti menarik tangan Via agar menjauh dari serli.


"Dasar sombong belagu banget".


Tiba-tiba serli menabrak seseorang, brukk...


"Hey mata tuh di pake!". teriak serli saat diri nya jatuh terhempas ke tanah.


"Maaf...". Laki-laki yang menabrak nya mengulur kan tangan. Memberi bantuan agar Serli bangun.


"Oppaaa.... ganteng banget sih". Teriak serli saat melihat siapa yang menabrak nya.


Raksa, ya laki-laki yang menabrak nya adalah Raksa.


"Hehe.. mbak gak papa??". Tanya Raksa dengan penuh khawatir.


"Ehh... eunggg.. gak kok gak papa... Oppa mau kemana mau aku anterin". Raksa jadi salah tingkah saat Serli menyebut nya dengan julukan 'Oppa'.


"Nama ku Raksa, aku ke sini mau tanya rumah Anisa". Raut wajah serli jadi pias.


"ouh Anisa yang berhijab itu, ya aku tau. Mau aku anterin". Tawar nya.


"Emmmm boleh, makasih ya".


Serli terus menerus menatap kagum ke arah Raksa, wajah nya yang tampan dan mengemas kan.


"Ahhh... mimpi apa aku semalam, bisa ketemu oppa ganteng, mirip siapa ya??? ya mirip soobin TXT .. uwuu tapi ini mah versi lokal nya". Guman serli dalam hati. Raksa menatap nya bingung.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah Anisa, Raksa berterima kasih sekali lagi pada nya.


"Terima kasih". Serli tak beranjak pergi.


"kok kamu mirip artis korea sih". Tanya nya.


"Ehh.. oh iya, aku juga gak tau hehe". Raksa memang tak tau, ia juga bingung kenapa diri nya tak mirip sama sekali dengan keluarga nya.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya dadah oppa". Serli pun pergi, Raksa masih diam memandang rumah sederhana di depan nya. Ia mengetuk pintu.


"Assalamualaikum...". Sapa Raksa sembari mengetuk pintu.


Pintu terbuka, berdiri lah Zahra dengan wajah bingung nya menatap Raksa.


"Waalaikumsalam, cari siapa ya?". Tanya Zahra. Melirik Raksa dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Kamu adik nya Anisa ya?".


"iya, kakak ini siapa nya kak Nisa".


"Aku adik ipar nya".


"oh.. Kak Raksa kan? Maaf ya gak tau kak abis lupa wajah nya kak Raksa gimana.. hehe. Mari masuk kak".


Raksa mengangguk, mereka masuk ke dalam. Raksa duduk di ruang tamu sedangkan Zahra memanggil kan kakak nya di kamar. Betapa terkejut Anisa saat melihat Raksa.


"Raksa??".


"iya kak Anisa".


"Ada apa??".


"Raksa cuma mau ngomong sebentar sama kak Nisa".


Zahra bergegas pergi ke dapur, ia tak ingin menganggu suasana di sana. Apalagi mereka ingin berbicara penting.


"Benar kah? Apa".


"Bi ijah".


Anisa bingung, kenapa dengan bi Ijah.


"Bi Ijah adalah saksi mata saat kak Reno meracuni makananan Kak Rio". Lanjut nya.


"Jadi itu sebab nya bi Ijah pulang kampung?".


"iya, Kak Reno mengancam bi Ijah agar tak buka mulut jadi dia mengancam akan membunuh bi Ijah".


"Raksa darimana kamu tau kalau bi Ijah juga terlibat".


"Aku tak sengaja membaca pesan di HP kak Reno saat dia tidur kemarin. Aku terkejut saat membaca isi pesan tersebut ter tulis jika kak Reno akan membunuh bi Ijah jika ia buka suara".


Anisa bernafas lega, ternyata Allah swt. Selalu memberi jalan keluar dari setiap permasalahan.


"Aku punya rencana untuk menjebak kak Reno".


"Bagaimana?".


Raksa berdiskusi serius dengan Anisa, ia menawar kan rencana terbaik untuk menjebak kakak nya.


"Semoga berhasil ya Allah".


"Aamiin.. Kalau gitu Raksa pulang dulu ya kak. Titip salam buat keluarga kak Nisa .Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam, Terima kasih Raksa".

__ADS_1


Raksa pergi, Anisa tak henti nya mengucap syukur.


"Lho kak Raksa nya udah pulang, ya padahal Zahra belum ngasih minuman".


"Gak papa lagian dia ke sini nya cuma sebentar doang. Kalau gitu kakak sholat dulu ya".


Zahra mengangguk, perasaan nya tak menentu. Ada rasa berat sekali saat Raksa pergi. Zahra menyentuh dada nya. Detakan jantung nya tak karuan.


"Kenapa sama jantung zahra ya?". Ia bingung sendiri.


"Ah mungkin cuma perasaan aja kali".


________________________________________


Raksa pulang ia akan mencari hari terbaik untuk menjebak kakak nya. Dia ingin menjebak nya sendiri tanpa campur tangan dari Anisa agar Reno tidak curiga.


Skip...


Hari penjebakan di mulai. Raksa menyusun rencana dengan hati-hati.


Raksa menaruh kamera tersembunyi di ruangan agar pengakuan Reno bisa terekam. Kemudian ia menaruh pistol di saku nya, ia berjaga-jaga jika saja kakak nya akan menyerang.


Raksa membangun rencana pada malam hari tepat saat makan malam, agar semua orang berkumpul.


"Kenapa bi Ijah tiba-tiba minta cuti ya, padahal kan gak biasa nya bi Ijah kaya gitu". Raksa pura-pura bertanya agar bisa memancing Reno.


"Sayang, mungkin bi Ijah kangen keluarga nya di kampung". Julia membalas pertanyaan anak bungsu nya.


"Apa mungkin ada sesuatu yang di takutin bi Ijah di sini". Reno menoleh kaget ke arah Raksa.


"ada apa sayang". Julia heran dengan Raksa.


"Mungkin saja ada yang mengancam nya agar dia segera pergi". Reno membanting sendok ke lantai, ia merasa di permainkan oleh adik nya.


"Kenapa kak? apa kau tau kenapa bi Ijah pergi". Raksa bertanya kepada Reno.


"Tidak!". ketus nya, ia beranjak dari kursi menuju kamar nya. Namun Raksa buru-buru mencegat.


"Apa kau ketakutan".


Bruk... Reno meninju wajah Raksa. Semua orang terkejut, Adam menyuruh Jeno untuk pergi ke kamar.


"Ada apa ini". Tanya julia dengan cemas.


"Bi Ijah tau kalau kak Reno yang meracuni makanan Kak Rio!". Tegas Raksa.


"Omong kosong kau". Reno kembali memukuli Raksa.


"Kenapa kau takut? Hahaha".


"Benar kah itu?".


"Benar ibu, aku punya bukti nya". Raksa memutar Audio di handphone nya. Terdengar suara Bi Ijah yang menangis ketakutan.


Iya den raksa, Bibi mau mengakui kalau Bi Ijah lihat den Reno memasukan racun ke makanan tuan Rio. Bibi hanya diam, karena saat itu den Reno membawa pistol ke arah bibi. Jadi bibi hanya diam, bibi takut den. Jadi bibi memutus kan pergi pulang kampung. Titip salam sama non Anisa, Bibi mau minta maaf sama non Anisa.


Julia menutup mulut nya tak percaya, ia terduduk lemas tak berdaya. Adam meninju Reno, merasa kecewa dengan perbuatan anak sulung nya itu.


"Kenapa ayah, kau kecewa dengan ku?!! hahahah!!! perlakuan tak adil dari mu yang membuat ku seperti ini". Teriak nya, Adam diam.


"Apa yang ku lakukan pada mu hah sampai kau jadi iblis seperti ini". Adam mulai emosi, sedangkan Reno menatap Raksa dengan senyum licik nya.


"Hey Raksa, kau tau ada sebuah rahasia yang tak kau ketahui".


"Kau adalah anak pungut, anak haram. Anak yang gak punya harga diri. Hahaha!! ". Lanjut nya.

__ADS_1


"Diam kau!!". Teriak Adam, dan Raksa terkejut ia menatap Ibu dan Ayah nya dengan perasaan hancur. Jadi ini adalah jawaban kenapa Raksa sangat berbeda dari kedua kakak nya.


*Terima kasih sudah baca, jangan lupa like dan kasih vote ya^^ yang mau aja sih gak maksa biar aku semangat up nya.*


__ADS_2