
Sahira membelai rambut Jeno dengan lembut, kedekatan di antara mereka sangat baik. Layak nya adik kakak yang terpisah jauh.
jono menatap heran ke arah sahira.
" kak sahira ngapain di sini?". Tanya Jeno penasaran.
" kakak lagi nyari kak Raksa, kata tante julia dia lagi ada di alamat ini". Ujar Sahira memperlihat kan alamat lewat ponsel nya.
Jeno mengangguk paham, dia kemudian mengajak sahira untuk pergi ke alamt yang di maksud.
" ini rumah mama anisa dia ibu tiri aku, ayo kak ikut Jeno". Jeno bergegas pergi di ikuti Sahira dari belakang.
sesampainya di rumah Anisa, Jeno mempersilahkan Sahira untuk duduk di teras depan. Ia kemudian masuk ke dalam rumah.
" assalamualaikum mamah?". Sapa Jeno saat melihat Anisa tengah berbincang dengan Raksa, Zahra dan Fikri.
" waalaikumsalam". jawab keempat nya dengan kompak.
mata Jeno beralih kepada Raksa.
" om Raksa ada yang nyariin om".
" siapa? di mana..". Tanya Raksa dengan heran karena dia tidak punya janji dengan siapapun.
" Kak sahira mau ketemu sama om raksa, tuh lagi nungguin om raksa di luar". ujar nya, Raksa kemudian bergegas keluar menghampiri sahira.
Semua orang hanya bisa melihat kepergian Raksa, termasuk zahra. hatinya sedikit kecewa ketika mendengar Raksa akan bertemu dengan seorang perempuan di luar.
sesampainya di luar Raksa melihat Sahira sedang menunggu dan tersenyum kepadanya.
" kok kamu tahu aku ada di sini?". tanya raksa dengan penuh kebingungan. sahira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Raksa.
__ADS_1
" ibu kamu yang ngasih tau aku, karena aku gak liat kamu di campus maka nya aku tanya ibu kamu". Jawab nya dengan sedikit heran karena Raksa terlihat sangat tidak suka jika diri nya datang ke sini.
"Yaudah kita pulang aja, gak enak sama kak Anisa". Raksa mengajak Sahira pergi.
di dalam Anisa Zahra dan Fikri menunggu kedatangan Raksa, namun ternyata tidak ada Raksa sama sekali di luar.
" Kak, ke mana ya kak Raksa kok nggak ada di luar?". Tanya Zahra ketika tak di temukan nya Raksa di luar.
" Gak tahu mungkin ada kepentingan sama temennya, kok kamu nanya nya kayak gitu? gak usah cemburu kali Shahira kan cuma temennya Raksa?" Goda Anisa, Zahra hanya cemberut.
"Apaan sih gak lucu deh Zahra kan cuma nanya, siapa juga yang cemburu. Salah sangka aja". Zahra masuk ke dalam dengan perasaan kesal. Anisa bisa merasakan bahwa adik nya itu sedang di landa jatuh cinta.
Fikri melihat Anisa tertawa sendiri merasa penasaran, apa yang sedang di pikir kan adik nya itu.
"Kamu nggak papa kan Nis, kok kamu kayaknya seneng gitu godain Zahra". Tanya nya dengan penuh selidik.
"Nggak ada apa-apa kok lagian kakak mah nggak bakalan ngerti perasaan wanita". Anisa bergegas menyusul Zahra ke dalam. Fikri masih tak mengerti dan sedikit penasaran.
________________________________________
"Raksa... kamu kok jarang angkat telepon aku sekarang, apa ada gadis lain yang udah gantiin posisi aku di hati kamu".
Raksa tak menjawab, dia hanya melihat sekeliling taman.
"Kamu tau kan, aku udah berusaha buat lupain kamu. Tapi kamu malah terus muncul di hidup aku". Raksa merasakan kekecewaan terus menyiksa hati nya.
Sahira menghela nafas dengan kasar, ia melirik Raksa yang terus menatap ke arah lain tanpa mau menatap ke arah diri nya.
"Maaf, aku gak bisa lupain kamu". Sahira terlihat lesu, mata nya sedikit berkaca-kaca.
"Aku udah maafin Kamu, jadi bisa gak kamu juga jauhin aku".
__ADS_1
"Kenapa? apa kamu punya pengganti aku". Kekecewaan terlihat jelas di setiap kata-kata yang terlontar dari mulut nya.
"iya...". Singkatnya dengan pelan. Air mata keluar membasahi wajah putih Sahira, ia menutup mulut nya tak percaya.
"Aku benci kamu Raksa". Teriak nya.
"Seharus nya aku yang membenci mu, kamu lupa siapa yang duluan ngancurin hubungan kita? Kamu kan, kamu yang selingkuh lalu kenapa aku yang salah. Berhentilah menangis, seolah-olah kamu yang paling tersakiti". Luapan Emosi Raksa, dengan menahan amarah di dada. Ia memilih pergi meninggal kan Sahira yang masih terisak.
"Aku gak akan biarin Raksa menjadi milik orang lain. Aku benci". Sahira tersenyum hambar. Bagi nya, Raksa harus jadi milik nya kembali apapun yang terjadi.
__________________________________________
Seorang polisi membuyar kan lamunan Reno yang tengah melamun.
"Hey ada yang mencari mu". Polisi itu pun Membawa Reno untuk bertemu dengan seseorang yang mencari nya.
"Sahira?". Reno menatap gadis itu dengan tak percaya.
"Hallo kak Reno apa kabar". Tanya Sahira dengan sopan.
"Tidak, aku benci tempat ini". Ketus nya.
"Ada apa kau mencari ku?" Lanjut nya dengan nada curiga.
"Bantu aku untuk dapetin Raksa kak, dan sebagai balasan nya aku akan bantu kakak keluar dari penjara ini. Gimana". Tawar nya, Reno menyunggingkan senyum licik nya.
"Bagus, aku ingin membalas kan dendam ku pada keluarga Anisa. Kapan aku akan bebas".
"Entah, tapi aku akan berusaha secepat nya membebas kan Kakak. Ayah ku kan pengacara".
"Bagus, kau memang wanita yang hebat".
__ADS_1
"Aku menjadi jahat karena terinspirasi dari Kak Reno". Bisik nya, Reno pun tersenyum bangga.
Seseorang bisa menjadi jahat hanya karena situasi dan kondisi, bahkan hanya karena ingin memenuhi nafsu sekalian. ya begitulah orang jahat.