La Tahzan, Anisa

La Tahzan, Anisa
bab 7


__ADS_3

Semua orang berkumpul untuk makan, meja makan kini ramai. Anisa duduk bersebelahan dengan raksa karena jeno tak ingin dekat dengan nya. Itu tak membuat Anisa sedih, ia benar-benar di uji hari ini.


"Raksa bagaimana kuliah mu?".julia mengawali pembicaraan, Raksa tersenyum hangat sembari mengambil potongan daging ke dalam piring nya.


"Seperti biasa, tak ada yang istimewa". ujar nya.


"Kau sudah dewasa tapi tak pernah memperkenalkan pacar mu". Anisa hanya diam memperhatikan, jujur mendengar raksa mengatakan tentang kuliah. Itu membuat diri nya sangat merindukan suasana dulu.


"Ibu, raksa gak mau pacaran. Nanti jika raksa udah siap, Oh iya bu nanti malam ada dosen raksa mau berkunjung ke sini katanya mau silaturahmi".


"bagus itu. Apa dia sedekat itu dengan mu, sampai mau berkunjung ke sini?". tanya julia.


"Sudah lah bu jangan banyak bertanya, kasian raksa". Adam menyambar percakapan istri dan anak bungsu nya itu.


"Dosen raksa sangat baik bu, dia memang sering bersilaturahmi ke tempat para mahasiswa nya". balas raksa.


"Wah ibu jadi gak sabar pengen liat dosen kamu". kata julia dengan sumringah, Ia kemudian melirik Anisa yang sibuk melahap makanannya.


"Anisa, setelah selesai makan beres kan semua nya. Bi ijah sedang cuti. Dan kau juga siap kan minuman untuk dosen raksa nanti". Titah mertua nya, Anisa hanya mengangguk kan kepala nya.


Raksa menatap kakak ipar nya dengan kasihan, sebenarnya raksa tak yakin jika wanita se baik Anisa bisa menyakiti apalagi membunuh seseorang. Ia ingin membantu kakak ipar nya tapi tak ada bukti yang kuat. Hingga yang bisa ia lakukan adalah berdoa untuk kebaikan Anisa.


Setelah acara makan selesai, semua orang kembali kepada aktifitas nya masing-masing. Anisa membersihkan meja makan dan mencuci piring.


"Jeno kamu kok gak berangkat ngaji sayang?". Tanya Anisa saat melihat jeno asyik menonton kartun di TV ruang tengah.


Jeno diam, ia mengacuhkan ibu tiri nya. Anisa menghembus kan nafas nya, ia kemudian duduk bersebelahan dengan jeno.


"Jangan ganggu jeno". ketus nya.


"Mamah gak ganggu jeno, cuma bertanya aja kok kenapa gak berangkat ngaji". Anisa mengulang pertanyaan nya kembali. Ia mengusap rambut jeno dengan lembut.


"Bukan urusan mamah". teriak nya.


Raksa kebetulan lewat.


"Paman, lihat lah mamah menganggu ku terus". teriak jeno mengadu. Anisa hanya diam dan merasa bersalah.

__ADS_1


"Aku tidak mengganggu jeno, Hanya bertanya saja kenapa dia tidak berangkat mengaji".


Raksa melirik Jeno, menyuruh nya untuk pergi ke kamar. Jeno pun menurut.


"kak, semenjak kak rio pergi jeno memang tak pernah mengaji lagi. Aku sudah memperingatkan nya berkali-kali tapi ya begitu lah".


"Aku khawatir, tolong bujuk jeno untuk kembali mengaji. Aku sulit mendidik nya sekarang karena hubungan kami sekarang tak se baik dulu". Anisa tertunduk sedih.


"Jangan khawatir kak, aku akan membujuk nya". balas raksa dengan senyum hangat nya, Anisa merasa raksa tak seperti yang lain. Ia menemukan sosok yang baik di dalam penjara ini.


Reno melihat semua nya, ia mengintip dari balik pintu. Ia geram dengan Anisa.


"Kau mencampakkan ku, sedang kan raksa kau layani dia dengan baik. Kini aku harus benar-benar beraksi sebelum seseorang mengambil mu". ujar Reno dengan senyum licik nya.


____________________________________


"bagaimana ini, sudah 1 minggu lebih Anisa tak menelpon kita. Apa di sana baik-baik saja kah? firasat ibu jadi tak enak begini". ucap ratna dengan cemas sambil melirik handphone yang ia pegang.


"Zahra bahkan sudah menelefon kak Anisa berkali-kali tapi gak aktif". kini Zahra tampak frustasi sendiri.


"Aku akan menyusul nya". ucap fikri mantap, kemudian di cegat ibu nya.


Aku yakin pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Anisa, aku akan mencari tahu. batin fikri.


____________________________________


Malam hari...


semua orang berkumpul untuk menyambut tamu yang di maksud oleh raksa. Anisa sibuk di dapur menyiapkan beberapa cemilan dan minuman yang akan ia persiapkan untuk tamu nya.


"Assalamualaikum". sapa seseorang yang mengetuk pintu. Semua orang menyambut nya dengan hangat. Ya, dosen yang di maksud raksa adalah dosen HAFIDZ. pakaian nya, suara nya dan sifat nya yang ramah bisa membuat semua orang terpaku kagum.


"Waalaikumsalam". balas semua orang.


"Silahkan duduk". pinta julia, di balas anggukan sopan dari hafidz.


"Maaf menganggu waktu nya, Perkenalkan nama saya Hafidz Arifin. kedatangan saya hanya ingin berkenalan langsung dengan keluarga raksa. Saya mengajar studi agama di kelas raksa". sapa nya dengan sopan.

__ADS_1


"Subhanallah, saya ibu nya raksa dan ini suami saya. Lalu ini kakak nya raksa dan ini keponakan nya". balas julia sembari memperkenalkan satu persatu orang yang hadir di sana.


Semua orang tengah berbincang satu sama lain, Anisa keluar untuk mengantar cemilan dan minuman. Betapa terkejut nya anisa saat melihat tamu yang datang itu, ya cinta pertama nya.


"Anisa???". Hafidz terkejut. Raksa bahkan tak percaya jika dosen nya itu mengenal anisa.


"Pak hafidz? assalamualaikum pak". sapa anisa dengan ramah dan sopan. Hafidz mengangguk dan membalas salam anisa.


"kalian saling kenal?". tanya julia.


"Beliau mantan dosen saya bu". jawab anisa. Julia hanya mangut-mangut saja.


"kakak ipar duduk lah". pinta raksa, Hafidz yang mendengar raksa menyebut anisa dengan sebutan kakak ipar langsung melirik anisa tak percaya.


"Dia menantu saya". julia menjawab saat tau hafidz kebingungan.


"oh begitu".


Anisa permisi ke dapur, ia benar-benar malu sekaligus bahagia bisa bertemu pujaan hati nya itu. Tak lama kemudian Reno menghampiri anisa.


"Dia mantan mu kan?". tanya nya.Anisa terkejut dengan kehadiran Reno.


"Astagfirullah, anisa gak ada hubungan apa-apa sama pak hafidz. Dia hanya dosen nisa". jawab anisa yang sibuk memberes kan piring.


"kelihatan nya kau ada perasaan pada nya, iyakan?".


"Tidak ada kak Reno, berhenti lah berbicara yang enggak-enggak".


"jangan bohong, aku tak akan membiarkan seseorang mendapat kan mu!". Anisa kesal.


"kak berhentilah mencampuri urusan nisa, kalau emang nisa punya perasaan sama pak hafidz bagaimana? apa yang akan kakak lakukan".


"aku akan membunuh nya". ancam Reno serius. Anisa terkejut.


"astagfirullah kak, jangan macem-macem".


"Kau ingin dia selamat maka nya menikah dengan ku". ancam nya lagi.

__ADS_1


"Demi Allah. Nisa gak bakalan nikah sama kak Reno. permisi nisa mau ke kamar". Anisa meninggal kan Reno yang terlihat kesal dan marah.


__ADS_2