
"tante anisa!". teriak jeno saat anisa dan rio sudah sampai di rumah nya. Jeno menyambut anisa dengan sangat bersemangat, ada orang tua rio beserta saudara kandung lainnya. Anisa tampak senang ia pun tersenyum ke arah semua orang yang menyambut nya.
"Assalamualaikum". sapa anisa dan rio bersamaan.
"waalaikumsalam, selamat datang anisa". sambut julia, ibu kandung rio.
"Kami senang menyambut mu, jangan sungkan-sungkan". Kini adam yang menyambut mereka, ayah kandung rio.
"Terima kasih, ibu dan ayah mertua". balas anisa ramah.
"kami tinggal bersama semenjak ibu kandung jeno tiada. Jadi maaf jika kamu merasa tidak enak". ucap julia.
"Tidak apa-apa, saya senang bisa tinggal dengan banyak orang di sini". jawab anisa.
"Ini Reno kakak kandung ku dan ini raksa adik kandung ku". ucap rio memperkenalkan saudara kandung nya. Mereka tampak ramah, Namun anisa merasa kan firasat tidak enak saat melihat Reno. Ia buru-buru beristigfar.
"kau kenapa?". tanya rio cemas.
"ah tidak ada".
Jeno mengajak anisa untuk berkeliling ruangan, rumah ini cukup besar hingga anisa tampak kebingungan. Jeno terus mengoceh tanpa henti sampai anisa tak ada celah untuk berpaling darinya. Rio datang dan menghampiri jeno.
"Jeno, nenek sedang mencari mu". ucap rio yang merasa kasihan dengan anisa yang terus saja berlari mengikuti jeno.
"baiklah ayah, tolong jaga mamah anisa". Pesan nya sebelum pergi. Anisa jadi salah tingkah saat jeno memanggil nya 'mamah'.
"baiklah karena jeno sudah tidak ada kau boleh istirahat". ucap rio membuyarkan lamunan anisa.
"baiklah".
anisa mengikuti rio ke dalam kamar, karena hari ini sudah cukup malam. Anisa tadi nya ingin membuka hijab nya namun ia menyadari ada rio di sana.
"kenapa? buka saja, tak apa. kita kan sudah halal".
"anu.. emm baiklah". jawab anisa gugup, ia buru-buru membuka hijab nya. Rambut hitam panjang terurai, membuat rio menjadi kagum.
"indah". ucap rio sambil membelai rambut indah milik anisa, kini anisa menjadi salah tingkah.
"aku tau kau masih belum terbiasa, baiklah sekarang waktu nya tidur". Anisa heran, seharus nya ini adalah malam pertama untuk nya. Tapi mungkin rio sedang kelelahan. Anisa pun tidur di samping rio.
__ADS_1
Adzan subuh berkumandang. Anisa bangun duluan, ia melihat Rio menggigil kedinginan. Buru-buru Anisa mencari bantuan setelah memakai hijab nya lagi. Semua orang panik dan buru-buru menelepon dokter pribadi rio.
"Rio hanya kelelahan, mungkin dia butuh istirahat". ucap dokter itu. semua orang bernafas lega.
"Anisa, kami keluar dulu ya. tolong jaga rio". pesan ibu mertua nya, semua orang pergi ke kamar masing-masing.
"Kau baik-baik saja?". ucap anisa khawatir.
"aku tak apa-apa, kau belum sholat kan?".
"eh iya, aku sholat dulu kalau begitu".
Anisa mengambil air wudhu dan sholat subuh, selesai sholat ia melihat Rio tertidur kembali mungkin ia sangat kelelahan. Anisa beranjak pergi ke ruang makan, di lihat nya semua orang tengah sarapan.
"Anisa, duduk lah". pinta julia. Anisa duduk di samping jeno.
"mamah Anisa suapi aku dong". ucap jeno dengan manja, semua orang terkejut termasuk Anisa.
"jeno memang sering di suapi oleh rio, karena rio sedang sakit maka nya dia meminta mu untuk menyuapi nya". kata julia dengan ramah. Anisa mengangguk dan menyuapi jeno. bocah itu sangat senang.
setelah selesai sarapan, jeno bermain dengan kakek nya. raksa pergi ke sekolah. sedangkan julia pergi ke kamar. Di lihat nya semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing.
"istirahat lah". ucap anisa sembari menyelimuti rio.
"baiklah, terima kasih anisa".
"itu kewajiban ku, aku ke dapur dulu". Anisa beranjak dari kamar dan pergi menuju dapur.
Di lihat nya bi ijah tengah mencuci piring.
"bi boleh aku bantu mencuci piring, ini banyak banget lho bi". tawar Anisa.
"ah terima kasih non, tapi ini sudah jadi tugas bibi". tolak nya ramah.
"bi anisa bosan, jadi izinkan anisa bantu ya bi".
"baiklah kalau begitu, bibi cuci baju dulu ya non". ucap nya pergi. Anisa senang bisa melakukan pekerjaan rumah lagi. Ia merindukan keluarga dan teman-teman nya.
"jangan melamun". ucap Reno memegang bahu anisa ketika di lihat nya anisa sedang melamun.
__ADS_1
Anisa kembali sadar, ia merasa sangat risih dan tidak nyaman saat Reno memegang bahu nya. Seharunya Reno tau batasan yang muhrim dan yang bukan muhrim.
"Rio memang sering sakit, kamu jangan terlalu memikirkan nya. Sekarang pikirkan juga kesehatan mu". ucap Reno dengan tersenyum ramah. Anisa hanya mengangguk dan kembali fokus membersihkan piring. Tiba-tiba jeno menghampiri anisa. Anisa bisa melihat ekspresi Reno yang sedang kesal.
"kalau begitu aku pergi dulu anisa". akhirnya reno pergi. Anisa merasa kan ada sesuatu yang tidak beres, ia buru-buru ber istigfar. Tapi sikap Reno sangat tidak wajar tadi, Anisa tau jika kalau kakak ipar nya itu di tinggal kan istri nya hanya karena soal uang.
"Mamah anisa". ucap jeno membuyar kan lamunan anisa.
"Eh jeno, ada apa nak".
"Ada paman fikri, ada nenek dan kakek jauh nya jeno juga". ucapnya, Anisa tersenyum senang. Akhirnya ia bisa bertemu dengan keluarga nya.
"ayo, tapi sebentar dulu. mamah anisa selesai kan dulu pekerjaan nya".
setelah selesai dengan pekerjaan nya, anisa menyusul jeno ke ruang tamu. Di lihatnya orang tua dan kakak nya sedang tersenyum. Anisa mencium tangan orang tua nya.
"Bagaimana kabar mu?" tanya surya.
"alhamdulillah nisa baik, bagaimana kabar ayah, ibu, kak Fikri dan zahra".
"Alhamdulillah, kami juga baik. Kedatangan kami ke sini ingin menjenguk suami mu nisa". balas ratna dengan senyum bahagia nya.
Anisa mengantar keluarga nya ke kamar, Di lihat nya rio sedang tertidur. Saat merasakan seseorang masuk, Rio terbangun dan kemudian mencium tangan orang tua nisa.
"Bagaimana kabar mu rio?". tanya surya sedikit khawatir.
"hanya demam biasa ayah, Rio akan baik-baik saja". balas nya.
"semoga cepat sembuh". kini ratna yang bicara.
"Aamiin. terima kasih ibu".
"sama-sama, Kalau begitu istirahatlah. Anisa jaga suami mu dengan baik". pesan ibu nya. Anisa mengangguk.
selesai menjenguk Rio, mereka turun ke bawah dan mengobrol dengan keluarga rio.
Mereka mengobrol cukup akrab, anisa hanya memperhatikan dan tersenyum melihat ke akraban dua keluarga nya.
Di sela perbincangan, diam-diam Reno mencuri pandang ke arah anisa. Fikri memergoki nya, ia bisa melihat tatapan yang tak biasa dari Reno. Jika hanya sekejap Fikri bisa memaafkan nya, namun ini cukup lama dan dalam. Fikri tak akan memaafkan nya, ia merasa geram dengan Reno.
__ADS_1