LADY GENRAL OF FIRE

LADY GENRAL OF FIRE
gembira


__ADS_3

"kazumi hiks hiks, akhirnya kau bisa berbicara" ucap mulin sambil terisak "tak perlu menangis, intinya sekarang aku sudah tak lagi bisu" ucap kazumi sambil tersenyum, mulin mengangguk, mereka pun menuju sungai dan diikuti oleh tiga singa langkah itu, kazumi dan mulin serta awind tak lupa dengan para singa mencari ikan untuk di bakar, "hei! Aku belum mendapatkan satupun!" ucap bie yang sudah putus asa "ayo aku akan mengajarimu" ajak zuma membuat pipi bie memerah, ya karena bie adalah singa betina yang memiliki rambut layaknya singa jantan


Sekentarakan tris hanya bisa cemburu melihat bie bersama dengan zuma mencari ikan "kazumi kau sudah dapat berapa?" tanya awind sambil memegang ikan di tangannya "aku tak tau, setiap aku dapat, aku membuangnya ke tepian" ucap kazumi sambil melihat ke arah tepian tepatnya di bagian yang ada ranjang gantung, betapa banyaknya ikan di sana "hei ini sudah cukup,ayo masak" ajak mulin "kau saja yang memasak" suruh awind sambil duduk dibebatuan dengan air yang sudah membasahinya "haiss yasudah aku akan memasak" ucap mulin pergi


Mulin di bantu oleh 3 singa itu, zuma bagian untuk membakar ikan, sementarakan tris bagian untuk membersihkan ikan, dan bie membantu majikannya menghidupkan pohon cabai, dengan elemennya dengan cepat pohon cabai itu berbuah lebat, tak lupa dengan bahan yang lain mulin memasak di bagian belakang pondok kecil itu

__ADS_1


"hmmmm aroma yang enakk" ucap awind sambil mendengus "he he he, iya baunya harum sekali, mari kita naik, agar bisa kering lebih cepat" ajak kazumi saat mereka naik zuma segera mengeluarkan elemen pemanasnya, suhu yang tadinya sangat dingin berubah menjadi hangat, rambut nya yang awalnya berwarna merah gelap, perlahan mulai bercahaya "hahh hangatnya" ucap awind sambil menghela nafas panjang dan berbaring di ranjang "aku ikuttttt" ucap kazumi dengan tekanan di akhir kalimat, dia meloncat ke ranjang gantung hingga mulin terpental dan jatuh ke tanah "auch" jerit awind sambil memegang bokongnya


"maaf" ucap kazumi duduk manis "ayo bermain seperti tadi" ajak awind segera melompat ke arah ranjang, mereka bermain lompat lompatan di atas ranjang, tak lama mulin muncul dan segera menekuk alisnya "hei! Turun! " teriak mulin tegas, mendengar itu awind dan kazumi segera berhenti "jangan main loncat² nanti jika kalian jatuh bagaimana, sekarang makanan sudah jadi sana makan" suruh mulin layaknya ibu pada umumnya


"hmmm enakk" ucap awind dengan nasi yang mucrat dari mulutnya "hei makanlah dengan diam, itu muncrat!" teriak kazumi sambil mengangkat piringnya "awind berhenti berbicara, kazumi makan yang benar turunkan piringmu" suruh mulin yang mulai geram "baik" jawab awind dan kazumi kompak mereka di sana hingga matahari terbenam, mereka duduk di ranting pohon sambil melihat keindahan matahari yang perlahan mulai hilang "hei apapun yang terjadi, jangan pernah berpisah oke, mulai sekarang besok dan selamanya, kita akan terus bersama² janji?" ucap awind sambil menjulurkan kedua kelingking nya ke arah mulin dan kazumi

__ADS_1


"janji" kompak mulin dan kazumi sambil menggandeng kelingking itu dengan kelingking mereka, merasa sudah malam mereka segera bergegas pulang, setelah sampai di akademik kazumi melihat zanyan dengan wajah paniknya, kazumi memberi kode agar mereka tak memberi tahu bahwa kazumi sudah tak lagi bisu, "kazumi?! " panggil zanyan kazumi segera berlari dan memeluk erat zanyan "kau dari mana saja?" tanya zanyang sambil memegang pipi lembut kazumi


"kak zanyan, kami mengajak kazumi berjalan²,maaf tidak meminta izinmu terlebih dahulu" ucap mulin sambil membungkuk "tidak apa²" ucap zanyan "zanyan, selamat ulang tahun" ucap bai ye kekasihnya zanyan "astaga aku lupa hari ini adalah ulang tahunku" ucap zanyan dengan nada kaget "dasar gadis bodoh" ucap bai ye sambil menunjuk dahinya, bai ye segera memeluk zanyan dan menciumnya, bai ye segera mengeluarkan kue dengan lilin dinatasnya "tiup" suruh bai ye, zanyan segera mengangguk dia meniup lilin itu "kak selamat ulang tahun" ucap kazumi pelan "kazumi?!" kaget semua orang yang ada di situ, kecuali awind dan mulin yang menang sudah tau


"syukurr... Terimakasih tuhannn" ucap zanyang memeluk kazumi sambil menangis "hei kau kakak yang bodoh, berhenti menangis" suru kazumi sambil memeluk zanyan "iya iya" ucap zanyan sambil tersenyum mereka mengadakan pesta untuk zanyan, Meskipun kazumi membenci keramaian, namun dia tetap memaksakan diri untuk menghadiri pesta itu,saat kazumi hendak ingin berjalan menuju pintu keluar dia tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang pernah dia temui di restoran ramen "maaf" ucap kazumi, "tidak apa²" ucap pria itu sambil memantu kazumi berdiri "ya makasih" ucap kazumi sambil menatap pria itu

__ADS_1


__ADS_2