
ucap yaoi sambil mendekat "aku memang bukan dewa,tapi aku putri dari kerajaan api,dan raja kerajaan api adalah ayahku.. ayah kandungku" ucap kazumi "kau! berhenti berbohong!" ucap yaoi mulai ketakutan "aku ada bukti" kazumi segera memanggil zuma "si-singa api?" ucap yaoi, karena takut dia segera berlari mencari nachi "kazumi!" panggil nachi dengan suara kasar "apa?" jawab kazumi dengan dinginnya "ku tau kau tidak marah karena yaoi memutuskan kalungmu ,tapi setidaknya jangan pukul dia,kau juga bisa beli yang baru bukan?" ucap nachi membuat iblis kazumi keluar, matanya memerah ibaratkan darah "pukul?" ucap kazumi menatap yaoi yang sudah
keringat dingin, kazumi mendekat dan memukul yaoi hingga dia terlempar jauh "ka-kau" ucap yaoi terbata-bata "aku sudah di fitnah memukulmu... aku merasa rugi jika di fitnah namun aku tidak melakukannya,dengan begini pas kan" ucap kazumi sambil melipat tangannya "kazumi, kau keterlaluan,ini haya kalung bisa di beli yang baru, atau biarkan aku yang membekikannya untukmu, jadi sekarang minta maaf pada yaoi oke" bujuk nachi, kazumi terdiam dia menginggat kalung yang di berikan oleh zuma saat dia di keadaan terpuruk
ππ‘ππ¨ππππ π€π£
"ini" ucap zuma sambil menyodorkan sebuah kalung yang sangat indah "ini?" gumam kazumi sambil menerima kalung itu "ini adalah kalung peninggalan ibumu,aku harap kau bisa menjaganya dengan baik" ucap zuma "ya! aku janji akan menjaganya dengan baik" ucap kazumi meyakinkan "ehh kazumi, aku ingin memberitahukanmu bahwa kau bukan anak tunggal, ayah dan ibumu memiliki seorang putri yang juga hilang, namanya adalah xiao zanyan" ucap zuma "baiklah" ucap kazumi
ππ‘ππ¨ππππ π€ππ
"membelikan yang baru? apa kau tau? ini adalah kalung peninggalan ibuku!" ucap kazumi dengan nada tinggi, seketika semua terdiam "Zuma!!!" panggil kazumi sambil membelakangi mereka "kazumi tunggu" ucap awind sambil menarik kazumi, kazumi berbalik dengan wajah marah namun ada butiran-butiran air mata yang terjatuh dari mata indahnya "kazumi kau?" ucap awind terkejut saat melihat kazumi yabg sudah menangis "ya kazumi, ada apa?" tanya zuma yang sudah muncul, zuma sedikit terkejut sat melihat kazumi mengangis
__ADS_1
"kita kembali ke akademik" ucap kazumi langsung menaiki zuma "baklah" ucap zuma langsung pergi "kazumi tunggu!" panggil awind dan mulin, mereka segera mengejar kazumi "kazumi ka baik-baik saja!" tanya zuma berjalan pelan "aku baik-baik saja" jawab kazumi "kau yakin?" tanya zuma lalu mempercepat langkahnya
ππΌπ ππΌπ ππΌπ ππΌπ (anggap saja suara langkah kaki)
"siapa?!" ucap kazumi yang langsung berdiri di punggung zuma "kazumi ini kami" ucap mulin sambil membuka penutup kepalanya "ohh,aku pikir siapa" ucap kazumi kembali menyimpan kembali menyimpan pedangnya "kau baik-baik saja kan?" ucap awin menatap kazumi yang kembali duduk di pundak zuma "ya aku baik-baik saja" ucap kazumi sambil tersenyum ke arah mulin dan awind "dia seperti tidak baik-baik saja tuh" batin mulin setelah lama hening akhirnya mereka sampai di akademik "hei kazumi kau mau ke mana? bukannya kita satu paviliun?" tanya awind "maaf tapi aku sudah pindah" ucap kazumi tersenyum
"kau... masih tidak marah pada kita kan?" ucap mulin meyakinkan "tenang saja,aku hanya ingin sendiri akhir-akhir ini" ucap kazumi berjalan sambil melambai, mereka masuk ke paviliun mereka masing-masing
"nachi maafkan aku..." ucap yaoi sambil memegang tangan nachi "ck lepaskan!" teriak nachi sambil menarik tangannya "kau sudah ibaratkan adik untukku,tapi siapa sangka kau ternyata memiliki maksud tertentu datang ke sini" ucap nachi mengertakkan giginya "ak-aku salah maaf,kumohon jangan tinggalkan au sendirian di sini" ucap yaoi yang sudah menangis "maaf aku suda tidak perduli denganmu lagi" ucap nachi berjalan pergi
CLEBBB
__ADS_1
suara tusukan pedang yang mengenai dada nachi "heh! jika aku tidak bisa memilikimu, maka kau juga tidak boleh di miliki orang lain" ucap yaoi lalu menarik pedangnya, sementarakan nachi hanya meringkuk kesakitan di tanah, nafasnya terdengar tak beraturan "nachi, aku menyayangimu,dan aku sangat mencintaimu,tapi kenapa aku masih belum bisa mendapatkan cintamu?" ucap yaoi dangan air mata yang mengalir "apakah wanita seperti kazumi yang membuatmu jatuh cinta?, aku akan menjadi dirinya jika kau mau,kita bisa pergi dari sini,aku akan menyembuhkanmu,aku akan menjadi kazumimu" ucap yaoi tersenyum lembut dengan air mata
"lebih baik di benci karena menjadi dirimu sendiri yaoi" ucap seorang wanita yang tiba-tiba ada di sana,yaoi menatap wanita itu sambil menekuk alis "daripada di cintai karena kau menjadi orang lain" tambah wanita itu "kazumi! bukannya tadi kau sudah pergi" ucap yaoi sambil mengepal tangannya, kazumi menggunakan kekuatan meringankan tubuhnya, dia segera mengambil nachi ke pelukannya
"ck lukanya dalam, untungnya tidak tepat pada jantungnya, bertahanlah sedikit kak zanyan akan mengobatimu" ucap kazumi lalu membaringkan nachi di atas jubah yang tadi dia gunakan "sekarang apa maumu?" tanya kazumi sambil menatap yaoi "aku? tentu saja aku ingin nachi! berikan dia cepat!" teriak yaoi yang sudah seperti orang gila "tidak! tidak, kazumi itu bukan aku!" teriak yaoi lagi membuat kazumi membulatkan matanya "yaoi, kau ada ifentc bukan?, ifentc tidak lemah,kita bisa mendapatkan apa yang kita mau" ucap orang lain di tubuh yaoi
"tidak!!!!!!!" teriak yaoi histeris, dia langsung mengambil pedangnya dan menujukannya pada kazumi "kazumi... kumohon.... bunuh aku" ucap yaoi yang sudah terisak "aku,aku tidak ingin membunuh lagi" ucapnya dengan suara lemah,kazumi menurutinya dia memusuk jantung yaoi "yaoi,maaf" ucap kazumi dengan setetes air matanya, dia tidak pernah berpikir bahwa yaoi selama ini menderita karena ada roh jahat yang bersamanya "ka-kazumi, teri-makasih,maaf ak-u sudah memut-uskan, hart-a peninggalan ibum-u" ucap yaoi sambil memeluk kazumi, entah kenapa
kematian yaoi berbeda dengan ifentc lainnya,yaoi seakan lenyap dan menjadi debu "yaoi, istirahatlah" ucap kazumi yang perlahan seakan tertidur, "benarkah? dia baik-baik saja kan?" tanya seseorang dengan suara samar "tenang saja zanyan dia hanya terlalu lelah" ucap seseorang pria dengan suara samar "kakak?" gumam kazumi,tiba-tiba suasana berubah kazumi dapat melihat satu keluarga yang harmonis terlihat bahwa gadis itu baru saja memiliki seorang adik perempuan "tunggu itu?" gumam kazumi ketika melihat bahwa itu adalah ayahnya ibunya zanyan dan dia
dia tersenyum hangat,tapi tiba-tiba dia melihat ibunya yang tertarik ke dalam lingkaran hitam itu "ibuu tidak!" teriak kazumi mencoba menarik ibunya namun tidak sempat "tidak! ibu!" teriak kazumi "ibuuuu!!!!" teriaknya yang sontak terbangun, kazumi yang sudah keringat dingin, badannya gemetar, nafasnya terdengar berat,dia mencoba untuk tenang namun sangat susah dia memeluk kakinya dan berusaha keras untuk tenang "mi-minun" ucapnya terbata-bata
__ADS_1
dia meraih gelas dan menuangkan air namun tangannya tak berhenti bergetar, dia meminun air namun masih saja, saat dia ingin menaruh gelas, tiba-tiba gelas itu jatuh "ck! sial!" ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya "kau kenapa?! kazumi kau kenapa?!" teriaknya pada dirinya sendiri, tiba-tiba dia mendengar suara musik yang menurutnya tak asing, suara alunan piano yang terdengar lembut itu memenuhi kepala kazumi, dengan perlahan dia merasa tenang "siapa yang memainkan piano? bukannya di rumah sakit tidak ada piano?" tanya kazumi sambil mendekat ke jendela dan menyentuh jendela kaca itu lembut "tenang" ucap kazumi sambil menutup matanya