LADY GENRAL OF FIRE

LADY GENRAL OF FIRE
perjalanan menuju utara


__ADS_3

Mereka di bawa menuju kamar mereka dan di berikan baju ganti "kelak kalian akan di beri baju ganti setiap hari" ucap mu chen, kazumi menatap baju yang di berikan begitu mirip dengan baju pria "ini?" gumam kazumi sambil mengangkat bajunya "eh mungkin mereka salah memberikan baju, aku akan menukarnya" ucap lan han "tidak perlu, aku menyukainya" ucap kazumi yang langsung pergi


Dia mengganti bajunya dan mengikat rambutnya, saat keluar dari kamar mereka bertiga langsung di tatap oleh banyak murit di sana, kazumi melihat buah persik yang sudah masak dan pohon persik yang besar dan daun yang rimbun, kazumi pun bersembunyi di situ dan memakan persik dengan santai hingga malam, kazumi melihat lampu kelap kelip, karena akademik di bangun di dataran tinggi dan kota yang berada di bawah, keindahan nya sungguh dapat di nikmati


Kazumi yang sedang bersantai dengan buah persik yang tak kunjung habis, tak lama di kagetkan dengan awind dan mulin yang berada di bawah pohon "kazumi di mana, kita sudah mencarinya ke mana²" protes awind sambil duduk santai di bawah pohon "bwaaaa!" ucap kazumi sambil bergantungan di dahan pohon "wahh!" teriak awind dan mulin kompak "ha ha ha" tawa kazumi "hei kalian ayo naik" ajak kazumi, awind langsung memanjat pohon itu "hei kalian itu wanita, tak seharusnya wanita memanjat pohon" ucap mulin yang masih berada di bawah pohon


Kazumi pun turun dan menggendong mulin naik "mulin lihatlah" ucap kazumi mulin segera terdiam melihat keindahan kota persik yang begitu ramai, tak lama mereka melihat lentera yang di terbangkan, kazumi dan mulin sedang asik menikmati keindahan itu, namun mereka terdiam saat melihat awind yang sudah menangis "awind kau kenapa?" tanya mulin lembut

__ADS_1


"aku merindukan nya, dulu sewaktu aku masih berumur 8 tahun,aku ayah dan ibu, menerbangkan lentera kami sendiri, kami membuat permohonan agar tetap bisa bersama, tapi pada akhirnya orang tua ku meninggal akibat menyelamatkan ku, mereka berpesan agar aku menjadi anak yang tak pernah bersedih, dan mereka memohon agar aku melupakan semua yang terjadi malam itu, tapi aku berpikir apakah bisa aku melupakan kejadian itu?"


Ucap awind panjang lebar "awind, jujur setelah kau mengatakan hal itu, aku merasa iri padamu, masa kecil mu begitu indah bersama orang tuamu, tapi... Kenapa aku tidak?" ucap kazumi sambil tersenyum "awind, kami berjanji akan membantu mu membalaskan dendammu" ucap mulin sambil memeluk awind


TONGGG TONGGG


(anggap saja suara bel)

__ADS_1


Mereka yang di pilih pun segera mengemas barang dan berangkat, sebelum berangkat mereka di berikan samurai dengan elemen mereka masing masing


"ini terlalu gelap" gumam kazumi "aku akan membuat es dan kau isi dengan petirmu" ucap todokori membuat kazumi menekuk alisnya "aku memang baru masuk akademik, tapi setidaknya aku tau. Bahwa es bisa meleleh jika terkena panas" ucap kazumi


"lakukan saja" ucap nachi segera membuat es yang menuju dengan kerajaan api, dan kazumi segera membuat sambaran petir dan benar saja jalanan terlihat indah, dengan lentera yang masih lalu lalang di atas langit "indah, sangat indah" batin kazumi sambil tersenyum hangat, di tengah perjalanan mereka di hadang oleh singa besar dengan lambang gunung di dahinya, terlihat bahwa singa itu mengincar mulin "mulin mundur biar aku yang atasi" teriak kazumi "tidak! Aku ingin menyelesaikan nya sendiri" ucap mulin


"pfff ha ha ha ha ha" tawa singa itu "hah!?" kaget semua orang "kau bisa bicara, oh seperti zuma ya" ucap mulin mendekati singa itu "hormat pada tuan mulin" ucap singa itu tak lama datang lagi singa berwarna biru malam dengan rambut berwarna ungu hitam "salam pada tuan awind" ucap singa itu "yes sekarang aku memiliki singa" ucap awind sambil memeluk singa itu "perjalanan kita masih jauh" ucap todokori, "bagaimana kau bisa mendapatkan singa yang langkah itu?" ucap nachi sambil menekuk alisnya

__ADS_1


"singkat nya, saat memasuki hutan terlarang untuk mengambil gulungan matahari dan bulan" jawab kazumi singkat "beruntung sekali" ucap todokori kembali fokus pada jalan, mereka berjalan jauh hingga akhirnya sampai di sebuah kerajaan yang besar dan megah, meski julukannya adalah kerajaan api, tapi dia terbuat dari berlian dan emas yang indah, "kerajaan api? Aku pikir itu akan berwarna hitam dan merah" ucap kazumi sambil memasuki ruangan itu, tak lama dia merasakan ada sesuatu di belakangnya dia berbalik sambil mengayunkan pedang nya dan terlihat seorang pria gagah dengan jas layaknya seorang raja


"salam kepada yang mulia" hormat nachi dan yang lainnya "maaf atas kelancangan hamba yang mulia" ucap kazumi sambil menyimpan pedangnya "gadis ini, memiliki mata yang mirip dengan xiaoping" batin raja qiangchu "siapa namamu?" tanya raja "kazumi" jawab kazumi singkat dan dingin "siapa nama ibumu?" tanya qiangchu sambil tersenyum "huan" jawab kazumi sambil menggertakkan gigi "huan?! Anakku" ucap raja sambil langsung memeluk kazumi " apa maksudnya yang mulia?" tanya kazumi, raja lalu menceritakan semua yang terjadi


__ADS_2